
Stella masih bingung soal bagaimana cara untuk mendapatkan uang, karena tidak mungkin dia berkerja sehari langsung mendapatkan uang. Dia saat ini tidak mengetahui kalau sudah di bayar oleh Rico, ia berencana kalau Rico datang hendak pergi ke restoran di mana dia kerja.
Tak lama kemudian Rico datang juga, dia duduk di sebelah Stella lalu menanyakan keadaan Angelica. Rico sangat perhatian dengan Angelica, bahkan dia rela membayar biaya pengobatan Angelica.
"Rico, aku titip Angelica sebentar! ada yang harus aku selesaikan," kata Stella kemudian mengambil tasnya.
"Mau kemana kamu? tidak kasihan dengan Angelica," kata Rico yang sebenarnya tidak mengizinkan Stella pergi.
"Nanti setelah kembali aku jelaskan," ucapnya kemudian pergi meninggalkan Rico dengan tergesa-gesa.
"Stella!" teriak Rico.
Stella tidak menghiraukan ucapan Rico, dia bergegas keluar dari rumah sakit. Ia menunggu angkot yang lewat di depan rumah sakit, tetapi tak kunjung datang. Lalu Stella memesan ojek online, agar cepat sampai tujuan.
"Dasar keras kepala!" gerutu Rico sembari melihat keadaan Angelica dari kaca.
"Tuan, mari silahkan masuk saja! anak Tuan sudah boleh di jenguk," kata seorang perawat yang menjaga Angelica.
"Terimakasih, Nona," kata Rico kemudian mengikuti perawat itu masuk ke dalam ruang di mana Angelica sedang di rawat.
Rico nampak sangat senang melihat bayi mungil itu, dia ingin segera menggendongnya tetapi tidak bisa. Selama ini Rico belum pernah menyentuh seorang bayi, perawat itu membantu Rico untuk menggendong Angelica.
Angelica yang sedang berada di gendongan Rico tampak tersenyum, parasnya begitu cantik dan mirip sekali dengan William. Memang tidak bisa dipungkiri kalau Angelica adalah anak William, mana mungkin bisa mirip Rico.
Saat Angelica diletakkan ia menangis, sehingga Rico menggendongnya lagi. Kebetulan infus sudah di lepas, jadi memudahkan Rico untuk mengajaknya berjalan di dalam ruangan itu.
"Sepertinya bayi ini nyaman dengan, Tuan. dia tidak mau diletakkan," ucap perawat sambil tersenyum.
Rico tersenyum mendengar ucapan perawat itu, dia sangat senang baru kali ini dia bisa menyentuh bayi.
*
*
__ADS_1
Stella sampai juga di tempat kerjanya, dia langsung masuk ke dalam dan menemui pemilik restoran. Dia berencana untuk meminta gaji di awal, karena memang sangat membutuhkan. Sebenarnya dia sangat malu dan takut untuk mengatakan, demi sang buah hati dia membuang rasa malu itu.
Pemilik restoran tidak mau memberikan uang terlebih dulu, dia khawatir Stella tidak masuk kerja lagi. Stella saat ini justru diomelin oleh pemilik restoran, karena di anggap merugikan.
"Kamu gak punya malu? baru kerja sehari sudah minta gaji! pakai alasan anak sakit lagi," ucap pemilik restoran dengan kasar.
"Tapi saya tidak bohong, Bu! anak saya di rawat saat ini," kata Stella sembari menundukkan kepalanya.
Pemilik restoran langsung memecat Stella begitu saja, dia tidak mau menerima alasan apapun. Stella juga di usir dari restoran itu, kemudian dia kembali ke rumah sakit dengan wajah sedihnya.
Sudah ke sekian kalinya dia kehilangan pekerjaan, bahkan sampai di pecat. Harapan satu-satunya adalah menerima tawaran Martin, mungkin dia bisa membantu walaupun di manfaatkan untuk membalas dendam pada Helena.
"Kamu kenapa, Stella? datang-datang menangis," kata Rico saat setelah sampai di rumah sakit.
"Aku di pecat... " ucapnya lirih.
"Kamu tidak perlu kerja lagi! rawat Angelica dengan benar, biar aku yang kerja," kata Rico.
"Tidak! bukan tanggung jawab kamu, Rico," tolak Stella.
"Stella, coba kamu pikirkan kembali! aku tidak mau melihat Angelica ikut menderita," kata Rico memaksa Stella.
"Aku akan berusaha membahagiakan dia, Rico. Angelica anak ku, mana mungkin aku membuatnya menderita," kata Stella tidak terima dengan ucapan Rico.
"Buktinya sekarang apa? Angelica sakit, karena kamu ajak hujan-hujanan! kalau kamu berpikir pasti akan berteduh dulu saat hujan," kata Rico dengan kesal.
"Aku di usir oleh pemilik rumah waktu itu, terpaksa saya harus jalan lagi," ucap Stella.
"Maaf Tuan, Nona, jangan ribut di rumah sakit! mengganggu pasien, apalagi ini ruang untuk anak-anak," kata seorang perawat.
Rico sangat malu dengan perawat itu, dia tidak bisa mengontrol kekesalannya pada Stella. Harusnya dia tidak berbicara seperti ini, karena sudah menjadi kehendak-NYA Angelica sakit.
Stella kemudian meninggalkan Rico, dia datang ke petugas administrasi rumah sakit tersebut. Dia mengatakan kalau tidak sanggup untuk membayar biaya pengobatan Angelica, tetapi ia terkejut kalau ternyata sudah ada yang membayar.
__ADS_1
"Siapa orang yang sudah membayarnya, Mbak?" tanya Stella.
"Maaf, Nona. Orang itu melarang kita untuk mengatakan identitasnya," kata petugas itu.
"Tolong katakan! saya harus berterima kasih pada orang itu, yang telah membantu saya," ucap Stella.
Petugas bersikukuh tidak akan mengatakan pada siapapun, karena sudah prosedur rumah sakit itu. Stella tidak berhasil membujuk petugas itu, kemudian ia kembali ke tempat Rico berada.
Rico justru sibuk menganti popok Angelica yang kotor dan basah, dia sama sekali tidak menoleh ke arah Stella.
"Rico, apa kamu yang sudah membayar administrasi Angelica?" tanya Stella curiga dengan Rico.
"Tanya saja dengan petugas rumah sakit ini, Stella," jawab Rico dengan santai, dia sama sekali tidak gugup menjawab pertanyaan Stella.
"Mereka tidak mau mengatakan, Rico! saya hanya ingin mengucapkan terimakasih," kata Stella.
Angelica menangis sehingga membuat Stella tidak membahas soal biaya rumah sakit lagi, Stella hendak menggendongnya tetapi tidak diperbolehkan oleh Rico.
"Angelica anakku, Rico! kenapa kamu tidak memperbolehkan aku menggendongnya?" tanya Stella.
"Karena kamu yang membuat Angelica sakit," kata Rico sembari menggendong Angelica dengan sedikit di ayunkan.
Stella kagum melihat Rico menggendong Angelica penuh dengan kasih sayang, dia baru tau Rico bisa menggendong Angelica.
"Andai saja yang menggendong Angelica itu William, pasti aku bahagia sekali," ucapnya dalam hati.
"Tidak!" teriak Stella sembari memejamkan matanya dan menutup kedua telinga dengan telapak tangan.
Rico kaget lalu mendekati Stella dengan Angelica yang masih dia gendong, dia juga menghawatirkan Stella.
"Stella, kamu kenapa berteriak?" tanya Rico dengan pelan.
"Aku hanya takut! iya aku takut," jawab Stella.
__ADS_1
Rico meminta Stella untuk mengatakan apa yang dia takuti sebenarnya, dia tidak mau terjadi apa-apa dengan Stella. Tetapi Stella tidak mau mengatakan pada Rico, dia tidak mau membuat Rico banyak beban karena dirinya.
Setelah perawat datang, Rico menitipkan Angelica lalu mengajak Stella untuk makan. Awalnya Stella menolak tetapi Rico terus memaksa, karena sudah dari kemarin Stella belum makan dia hanya memikirkan Angelica terus.