SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 69


__ADS_3

Setelah selesai mengangkat telepon dari William, Rico menemui Stella kembali. Dia duduk di sebelah Stella sembari memijat kepalanya yang sedikit pusing.


"Ada apa, Rico?" tanya Stella melihat ke arah Rico yang ada di sebelahnya.


"William meminta agar aku mencari kamu lagi," ucap Rico.


Rico kasihan dengan Stella, dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk melupakan rasa sakit. Dan masih berusaha dengan tegar membesarkan anaknya seorang diri.


"Sepertinya aku harus menghadapi William, sebenarnya apa mau dia," ucap Stella dengan penuh keyakinan.


"Jangan gegabah, aku belum bisa melindungi kamu saat ini. Apalagi Helena pasti tidak akan tinggal diam," jelas Rico memegang tangan Stella.


"Aku tidak takut! aku akan melawan mereka dengan sekuat tenaga ku," ucapnya penuh dengan keyakinan. Stella memang harus bertemu dengan William, untuk meminta pertanggung jawaban.


Rico juga sudah memberikan saran agar William bertanggung jawab walaupun secara diam-diam, tetapi Stella menolak dengan keras. Dia tetap tidak ingin mengemis lagi dengan William, soal Angelica dia juga akan menyembunyikan.


Dokter memanggil Stella dan Rico, untuk masuk ke dalam ruangannya. Dokter hendak menjelaskan apa yang terjadi dengan Angelica, dan menjelaskan apa penyebabnya.

__ADS_1


"Bagaimana dokter keadaan anak saya? terus apa penyebabnya?" tanya Stella tidak sabar ingin mengetahui kondisi bayinya.


"Tuan dan Nyonya tenang dulu! mari kita bicarakan," ucap Dokter dengan pelan.


Stella dan Rico kemudian duduk di depan meja dokter, mereka mendengarkan penjelasan dokter.


"Apa bayi anda habis kehujanan?" tanya Dokter.


"Iya, Dok. waktu pulang dari kerja kita memang kehujanan," jawab Stella.


"Tuan, anda ini bagaimana sebagai suami sekaligus sebagai seorang Ayah harusnya menjaga istri dan anaknya! jangan sampai kejadian ini terulang," jelas Dokter.


"Dokter, saya menyesal telah menelantarkan istri dan anak. Saat itu saya masih berada di luar kota," sahut Rico memotong pembicaraan Stella.


"Karena bayi sistem kekebalannya belum berkembang, perubahan ini tiba-tiba suhu dapat mengakibatkan pilek, batuk dan demam. Selanjutnya, melemahkan sistem kekebalan tubuh bayi," jelas Dokter lagi.


Rico dan Stella hanya mengangguk, mereka malu dengan dokter. Karena sudah menjadi orang tua yang tidak bisa merawat bayinya.

__ADS_1


Dokter juga mengatakan kalau keadaan Angelica sudah mulai membaik, untung saja mereka tidak terlambat membawa Angelica ke rumah sakit. Telat sedikit saja bisa membuat kondisi Angelica fatal.


Stella sudah tidak diperbolehkan membawa Angelica lagi jika berkerja, kemungkinan Stella juga sudah di pecat oleh pemilik restoran.


"Lebih baik kamu tidak usah kerja lagi, Stella," kata Rico. Kamu tidak dengar penjelasan dokter apa," Lanjutnya.


"Terus saya gimana bisa makan, kalau tidak kerja," ucap Stella menatap Rico dengan kesal.


"Nona, suami anda pasti akan bertanggung jawab. Lebih baik anda memperhatikan anak anda," saran dari dokter.


Mereka saat ini memang masih berada di dalam ruangan dokter, mereka malah berdebat bukanya berkonsultasi. Dokter juga belum memperbolehkannya untuk menjenguk Angelica terlebih dahulu, bayi itu harus benar-benar pulih.


Kemudian dokter menyuruh untuk menyelesaikan administrasi terlebih dahulu, tetapi Stella tidak mempunyai uang sama sekali.


Pengobatan Angelica saat ini sangat mahal, karena Rico memilih dokter dan perawatan yang paling terbaik.


"Kenapa banyak sekali? apa tidak boleh kurang, Mbak?" tanya Stella pada kasir rumah sakit.

__ADS_1


Rico yang berada di belakang Stella menahan tawanya, dia hendak membayar tetapi menunggu Stella lengah.


__ADS_2