SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 47


__ADS_3

"Ayo aku antar pulang!" kata Rayhan yang hendak mengantarkan Stella pulang.


"Aku takut William masih di depan rumah," ucap Stella.


"Tadi aku sudah bilang! jangan pedulikan orang itu lagi. Kamu harus bisa menghadapi dan membuang jauh-jauh perasaan kamu. Ingat dia yang telah membuat kamu menderita," jelas Rayhan.


"Rayhan, makasih kamu orang yang sudah peduli dengan ku dan selalu menolong ku," kata Stella kembali memeluk Rayhan.


Rayhan juga membalas pelukan Stella, dia sudah menganggap Stella seperti keluarga sendiri. Kemudian Rayhan mengantarkan Stella pulang, ternyata William sudah tidak berada di depan rumah Stella.


"Stella, kalau ada apa-apa segera hubungi aku," kata Rayhan.


"Pasti! kamu juga hati-hati di jalan," ucap Stella sembari tersenyum ke arah Rayhan.


Rayhan kemudian berpamitan untuk pulang, sedangkan Stella masuk ke dalam rumah.


***


William sampai larut malam baru pulang ke rumah yang dia tempati dengan Helena, kebetulan Helena belum tidur.

__ADS_1


"Dari mana saja? kenapa baru pulang?" tanya Helena yang sedang membuka pintu kamar untuk William.


"Aku capek, Helen," ucap William lalu menuju ke tempat tidur untuk beristirahat.


Helena kesal melihat tingkah suaminya itu, setiap hari selalu pulang larut malam seperti sedang menghindarinya. Kemudian Helena ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya.


Keesokan harinya asisten rumah tangga Helena sudah menyiapkan sarapan pagi, Helena tidak pernah membuatkan sarapan untuk William.


"Tuan, sarapannya sudah siap di meja makan," ucap asisten rumah tangga yang melihat William keluar dari kamar sudah berpakaian rapi.


"Iya, terimakasih bik," kata William lalu menuju ke meja makan.


Rico yang tinggal di rumah William saat ini juga sudah rapi, ia akan berangkat ke kantor.


"Rico, kira-kira sekarang Tuan sedang apa ya," ucap Mbok Yem dengan tiba-tiba.


"Sarapan bareng istrinya, Mbok," kata Rico di sela?sela makan rotinya.


"Biasanya setiap pagi minta di buatkan roti bakar, sekarang tidak lagi," kata Mbok Yem dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


Maklum karena Mbok Yem merawat William dari kecil, sehingga saat berpisah rumah merasa kehilangan. padahal sepulang dari kantor William pulang ke rumah.


"Mbok, jangan sedih gitu! nanti sore Tuan William juga ke sini," ucap Rico.


"Kamu tidak tau rasanya berpisah dengan anak sendiri, pasti sedih, merasa kehilangan," jelas Mbok Yem.


Rico kemudian menghibur Mbok Yem lebih dulu, agar tidak bersedih memikirkan William. Setelah Mbok Yem merasa tenang kemudian dia berangkat ke kantor.


Sampai di kantor William ternyata sudah datang lebih dulu, sehingga menegur Rico karena datang terlambat.


"Kemana saja, Rico? akhir-akhir ini kamu tidak seperti biasanya," ucap William.


Rico menceritakan pada William soal Mbok Yem, William berencana untuk mengajak Mbok Yem tinggal bersama Helena di rumah barunya.


"Jangan melakukan itu, Tuan! kasihan Mbok Yem pasti akan diperlakukan tidak baik oleh Nona Helena," ucap Rico.


"Begitu buruk ternyata pikiran mu tentang istri ku, Rico," kata William.


"Selain Nona Stella tidak ada wanita yang lembut di sekeliling, Tuan," kata Rico. Maksud saya yang pernah dekat dengan, Tuan," Lanjutnya.

__ADS_1


Apa yang dikatakan oleh Rico memang benar, wanita yang pernah dekat dengan William rata-rata kasar semua. Seperti Karin dan Kiana yang sangat galak menurut Rico.


__ADS_2