
"Rico, turunkan aku sekarang!" teriak Stella takut di bawa ke rumah William.
"Tidak, Nona! keselamatan anda terancam. kenapa bisa sama Martin?" tanya Rico.
Stella kemudian menjelaskan awal mula bertemu dengan Martin, ia juga bilang kalau sangat membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidupnya dan memenuhi kebutuhan anak yang masih bayi.
"Di mana anak kamu, Nona?" tanya Rico.
"Kamu tidak perlu tau! apa William masih menginginkan membunuh anak kandungnya?" tanya Stella.
Rico kemudian menepikan mobilnya, ia hendak menceritakan tentang William pada Stella. "Tuan William sangat menyesal Nona, tetapi saat ini dia sudah menikah," ucapnya.
Hati Stella terasa sesak mendengar perkataan Rico, Stella tidak menyangka William menikah dengan orang lain.
"Kejam! benar-benar tidak punya hati," ucap Stella.
"Sebelum mengenal Nona Stella, Tuan William sudah dijodohkan dan tidak bisa menolak perjodohan itu," jelas Rico.
__ADS_1
"Apa? kenapa kamu tidak bilang, Rico? kamu sama jahatnya dengan William!" teriak Stella seraya memukul badan kekar Rico dengan tangannya.
Rico tau Stella sangat terpuruk atas semua kejadian yang menimpanya, dia lalu memeluk Stella. "Maafkan aku, Nona," ucapnya.
"Aku tidak menyangka, semua ini akan terjadi pada ku. Rico, jangan bilang kalau aku ada di kota ini," kata Stella.
"Aku juga berjanji tidak akan mengatakan semua pada Tuan William, karena kalau dia tau hidup Nona akan terancam," kata Rico lalu melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Stella dengan tangannya.
Rico juga mengatakan kalau Stella lebih baik jangan tinggal di rumahnya lagi, karena William dengan mudah akan menemukannya. Dia juga bilang tidak mungkin bisa menolak perintah William.
Stella bilang dia tidak ada pilihan, karena untuk tinggal di kota lain juga membutuhkan biaya sewa rumah sedang dia tak kunjung dapat pekerjaan.
"Baik, saya tidak akan bilang pada siapapun termasuk pertemuan kita," ucap Stella.
Rico kemudian meminta nomor ponsel Stella dan mengantarkannya pulang ke rumah. Setelah itu Rico pulang ke rumah William, ternyata William menunggu Rico pulang.
"Kamu dari mana saja? kenapa baru sampai di rumah?" tanya William.
__ADS_1
"Saat keluar dari toilet tadi, saya bertemu dengan teman lama, Tuan," jawab Rico.
"Tidak biasanya kamu seperti itu!" kata William lalu pergi ke ruang kerjanya.
Rico mengikuti William, karena pasti ada sesuatu yang akan dibicarakan.
"Orang suruhan kamu sebenarnya bisa diandalkan tidak! kenapa mencari Stella saja tidak becus!" ucap William.
"Mungkin Nona Stella tidak berada di kota itu, Tuan," kata Rico.
William kemudian bilang kalau besok akan melihat rumah Stella, dia sangat merindukan sosok Stella. Diam-diam Rico memberitahukan pada Stella soal rencana William, dia tidak tega melihat Stella.
***
Keesokan harinya William datang ke rumah Stella, saat ini Stella masih berada di dalam rumah karena tadi malam lupa membaca pesan dari Rico. Untung saja Stella membuka ponselnya, jadi tidak langsung keluar dari rumah.
Stella keluar dari pintu belakang, dia pergi melalui jalan lain. Ia hendak pergi ke perusahaan di mana Rico mencarikan pekerjaan untuknya.
__ADS_1
Perusahaan itu pernah di tolak oleh William, saat meminta kerja sama. Kebetulan Rico kenal dekat dengan pemiliknya, sehingga mudah untuk meminta bantuan pada pemilik perusahaan itu.