SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 65


__ADS_3

Martin terus mengejar Stella, dia ingin Stella kerja di kantornya. Tetapi Stella sudah tidak mau lagi, dia berubah pikiran.


"Stella, tunggu! jangan pergi, aku mau bicara sebentar," ucap Martin yang berada di belakang Stella.


"Tuan, tolong jangan ganggu saya lagi," kata Stella sembari menoleh ke arah Martin.


"Aku hanya ingin membantu mu, memberikan pekerjaan," kata Martin.


"Saya sudah mendapatkan pekerjaan, Tuan," ucap Stella kemudian meneruskan jalan kakinya.


Martin tidak mengejar Stella, karena dia meninggalkan mobilnya di jalan. Saat ini jalan sudah tidak macet lagi, Martin kemudian meneruskan perjalanan menuju ke rumahnya.


"Martin, kenapa baru pulang?" tanya papahnya.


"Papah, tidak perlu tau," ucapnya lalu masuk ke dalam kamarnya.


Begitu kiranya sikap Martin dengan Papahnya, dia masih belum bisa memaafkan kesalahan papahnya saat meninggalkan Mamahnya.


*


*

__ADS_1


Rico diam-diam pergi ke rumah Stella melewati pintu belakang, karena William bisa datang kapan saja ke rumah Stella.


"Rico!" kaget Stella.


"Iya aku, bagaimana kamu sudah mendapatkan pekerjaan belum?" tanya Rico.


"Sudah Rico, di restoran dekat perusahaan yang terbesar di kota ini," kata Stella.


"Kenapa tidak melamar di perusahaan saja! nanti Angelica gimana?" tanya Rico.


"Tugasku hanya mencuci piring, jadi aku bisa menjaga Angelica," jelas Stella.


Rico juga meminta maaf karena tidak bisa memberikan pekerjaan pada Stella, sebenarnya dia sangat ingin membantu Stella. Dia takut William akan mengetahui semuanya, apalagi Helena saat ini sudah mulai curiga.


"Stella, jangan keras kepala. Terima uang ini untuk kebutuhan Angelica," ucap Rico sembari memberikan sejumlah uang pada Stella.


"Aku tidak bisa menerima," kata Stella.


Rico masih terus memaksa Stella, tetapi Stella tetap menolak. Stella ingin berusaha berdiri sendiri atas keterpurukan nya, dia sudah tidak mau melibatkan orang lain dalam hidupnya.


"Lebih baik cari pengasuh saja untuk Angelica," ucap Rico memberikan saran untuk Stella.

__ADS_1


"Tidak! aku tetap akan membawa Angelica," kata Stella.


Rico sudah tidak memaksa lagi, dia tau perasaan Stella. Kemudian Rico berpamitan untuk pulang, karena gagal membujuk Stella.


**


Keesokan harinya Stella sudah siap untuk berangkat kerja, Angelica juga sudah dalam keadaan wangi dan cantik.


"Sayang, kamu jangan nangis ya nanti kalau Mamah kerja," ucap Stella sembari tersenyum. Angelica sudah mulai tersenyum saat mendengarkan Stella berbicara.


Bayi itu sudah banyak mengalami perkembangan, sudah mulai bisa tersenyum dan mengemaskan. Stella sangat senang dan bersemangat untuk membesarkan Angelica seorang diri.


Stella saat ini sudah berada di tempat kerjanya, ternyata tumpukan piring kotor yang sudah menggunung menunggu kedatangannya.


Dengan semangat yang luar biasa Stella menyelesaikan semua, dengan cepat.


"Ada karyawan baru," bisik salah satu pelayan yang melihat Stella mencuci piring.


"Kita bakal tersingkir, kalau tidak menyingkirkan dia! apalagi diperbolehkan membawa anak," sahut temannya.


Mereka berdua berencana untuk membuat Stella tidak betah berkerja, mereka takut tersingkir. Padahal mereka beda pekerjaan tetapi masih saja iri dengan Stella.

__ADS_1


Walaupun tau ada yang memperhatikan saat berkerja, Stella tidak mempedulikan itu semua. Yang paling penting buat Stella bisa untuk menyambung hidupnya.


Angelica sangat anteng dan tenang saat ini, membuat Stella lebih tenang. Setelah selesai dia diperbolehkan untuk istirahat oleh pemilik restoran.


__ADS_2