
Keesokan harinya Kiana bertemu dengan Rico di kantor, ia masih penasaran dengan keberadaan Stella. Tetapi juga takut kalau Rico marah lagi, ia mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Rico, ini berkas yang harus kamu selesaikan. Aku tidak bisa membantu, Tante Karin menyuruhku pulang ke rumah," ucap Kiana sembari meletakkan tumpukan berkas di meja Rico.
"Saya selesaikan nanti, Nona," kata Rico masih sibuk dengan berkas yang dia kerjakan.
Setelah Kiana pergi, William datang dan menanyakan kenapa Rico tiba-tiba pulang ke rumah Nyonya Jennie.
"Rico, kapan kamu kembali?" tanya William lalu duduk di meja kerjanya.
"Tadi malam, Tuan. Baru kemarin urusan saya selesai," terang Rico.
"Ada masalah dengan Tante Jennie? sampai kamu ke sana mendadak sekali," kata William lagi sembari menatap Rico.
"Tidak Tuan, Mamah baik-baik saja, hanya ada sedikit masalah," jelas Rico yang tidak mengatakan sejujurnya.
William kemudian menyuruh Rico untuk melanjutkan kerjanya, karena dia juga harus meeting lagi. Kali ini William hendak meeting di perusahaan Martin. Mereka berkerjasama tanpa kesengajaan, karena William menyerahkan pada bawahannya.
__ADS_1
***
Helena kali ini sangat panik, karena mendapatkan pesan dari Martin kalau mereka akan meeting bareng. Dia takut masa lalunya dengan Martin akan terbongkar, Helena berusaha untuk menggagalkan agar William tidak bertemu dengan Martin.
"Pah, tolong Helena! suruh William batalkan kerjasama dengan perusahaan Martin," ucapnya saat mendatangi Papahnya.
"Kamu mau suami kamu bangkrut? jangan ikut campur urusan pekerjaan Helena. Bahkan William sudah pernah menolak kerjasama dengan perusahaan Jennie," terang Papah Helena.
Alasan William menolak perusahaan Nyonya Jennie karena Rico, bukan karena hal lainnya. Tetapi perusahaan lain tidak mengetahui hal itu.
Helena masih mondar-mandir karena kebingungan, dia berharap William tidak bertemu dengan Martin. Dia kemudian pergi ke perusahaan William, dan ternyata William sudah berangkat.
"Saya belum tau, Nona. Mungkin di perusahaan lain," jawab Rico yang memang tidak mengetahui.
Helena mencoba menghubungi William, tetapi tidak ada jawaban. Sekarang William memang sudah berada di ruang meeting bersama dengan Martin, tetapi mereka hanya membahas masalah pekerjaan.
Martin hanya mengancam Helena saja, dia tau tempat mana yang harus diutamakan. Lagian Martin juga sudah tidak tertarik dengan Helena, dia hanya ingin menghancurkan dan balas dendam pada Helena.
__ADS_1
Selesai meeting William langsung kembali ke kantornya, karena pekerjaannya sangat banyak. Saat sampai di ruangannya ia kaget melihat Helena duduk di sofa, yang berada dalam ruang kerjanya.
"Helen!" kaget William saat masuk ke dalam ruangannya.
"William, apa kamu sudah selesai meeting? kamu bertemu dengan Martin tidak?" tanya Helena dengan panik.
"Untuk apa kamu menanyakan Martin?" ucap William kemudian duduk di sebelah Helena.
"Tidak! aku hanya...
"Helen, lebih baik kamu pulang saja! kerjaan saya masih banyak," kata William sudah tidak mau mendengar perkataan Helena.
"Tega kamu mengusir istri sendiri," kata Helena kemudian keluar dari ruang kerja William.
William kemudian melanjutkan pekerjaannya, hari ini pekerjaan yang harus di selesaikan sangat banyak.
Rico sebenarnya sangat tidak fokus dalam berkerja, karena masih memikirkan Stella dan Angelica. Angelica semakin bertambah lucu, membuat orang yang melihatnya ingin memilikinya.
__ADS_1
"Rico!" teriak William sembari menatap Rico yang sedang melamun.
"Iya... iya... Tuan! ada apa?" ucapnya saat tersadar dari lamunannya.