SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 29


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu ini Stella tidak berkerja, mukanya terlihat sangat pucat karena terus-terusan muntah. Apalagi saat berada di dekat William, pasti langsung mual.


"William, apa kamu belum mandi?" tanya Stella.


"Sayang, sebenarnya kamu sakit apa? kenapa jadi aneh begini," ucap William, sembari mengacak-acak rambutnya.


"Mungkin aku kelelahan, kamu jangan khawatir. Pergilah ke kantor," ucap Stella dengan tersenyum.


Stella kemudian turun dari ranjangnya, lalu masuk ke dalam toilet dan mengeluarkan isi perutnya.


"Kenapa jadi seperti ini," ucap William, dengan muka cemasnya.


Setelah membantu Stella, William masuk ke dalam ruang kerjanya dan menghubungi dokter keluarga.


"Stella, nanti siang ada dokter yang datang. Persiapkan diri kamu," ucap William.


William kemudian berpamitan pada Stella, ia hendak pergi ke kantor. Tak lupa William juga mencium kening Stella dengan lembut.


"William, jangan sentuh aku! nanti aku mual lagi," kata Stella. Membuat William tersenyum lalu meninggalkannya.

__ADS_1


Setelah William pergi Stella pergi ke dapur menemui Mbok Yem, dia merasa sangat bosan berada di dalam kamar terus.


"Non, kenapa kesini? keadaan Non Stella bagaimana?" tanya Mbok Yem.


"Sudah baikan, Mbok," ucap Stella.


"Tapi, Non Stella masih terlihat pucat!" kata Mbok Yem.


Mbok Yem kemudian membuatkan segelas susu untuk Stella, dia tidak tega melihat keadaan Stella. Sebenarnya Mbok Yem sudah mengira kalau Stella sedang hamil, tetapi mau mengungkapkan semua dia takut dan tidak tega bagaimana nasib Stella selanjutnya.


Dokter keluarga yang di panggil William ternyata datang lebih awal, dia masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh Stella dan mulai memeriksakan Stella.


"Buat apa, Dok? apa sakit saya parah?" tanya Stella.


"Nanti saya jelaskan, Nona!" kata Dokter lagi.


Stella melakukan apa yang diperintahkan oleh Dokter, lalu memberikan wadah yang berisi urine tadi kepada Dokter. Dokter itu mulai memasukkan sebuah benda ke dalam wadah tadi, setelah di angkat benda tadi bergaris dua. Dokter lalu tersenyum pada Stella dan memberinya selamat, Stella menjadi kebangun lalu meminta penjelasan Dokter.


"Nona, anda tidak sakit tetapi Nona sedang hamil," kata Dokter itu.

__ADS_1


"Apa? saya hamil... " ucap Stella lirih.


"Ini vitamin Nona, jangan lupa di minum! satu lagi Nona tidak boleh stres karena kalau hal itu terjadi akan berpengaruh pada janin Nona," jelas Dokter.


"Dokter, tidak salah memeriksa?" tanya Stella. Masih tidak percaya dengan kehamilannya.


"Nona, bisa datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ada yang perlu ditanyakan lagi?" ucap Dokter.


"Tidak ada! terimakasih, Dokter," ucap Stella. Dokter itu lalu pergi meninggalkan rumah William.


Pikiran Stella saat ini menjadi kacau, dia berencana untuk meminta pertanggung jawaban William.


Di kantor William tidak konsentrasi dalam berkerja, dia terus memikirkan Stella. Lalu menyuruh Rico untuk menghubungi Dokter yang memeriksa Stella.


"Rico, cepat hubungi Dokter bodoh itu!" kata William.


"Baik, Tuan," kata Rico.


Rico menelpon Dokter yang baru saja memeriksa Stella, dan menjelaskan kalau Stella tidak sakit tapi hamil. Rico kaget mendengar ucapan Dokter, karena takut William marah Rico menyuruh Dokter memeriksa ulang. Dokter menolak, karena sudah jelas. Dia juga menyuruh Rico untuk membawa Stella ke rumah sakit.

__ADS_1


Rico kembali menemui William, dia ragu untuk mengatakan pada William.


__ADS_2