
"Rico, apa yang lucu? kenapa kamu menertawakan aku," kata Stella dengan kesal.
"Kenapa kamu menawar biaya administrasi Angelica? aku bisa bayar, memalukan saja," ucap Rico dengan berbisik.
Saat ini mereka memang sedang menjadi pusat perhatian orang, yang sedang mengantri untuk membayar administrasi di rumah sakit tersebut.
Kemudian Stella menoleh ke kanan dan kiri, ternyata orang yang ada di tempat itu memperhatikannya. Bahkan ada yang berbisik sembari tersenyum, saat mendengar Stella menawar biaya administrasi Angelica.
"Rico, aku tidak punya uang sebanyak itu," kata Stella dengan pelan. Aku tidak mau menerima bantuan kamu lagi," Lanjutnya.
Rico hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ternyata susah bicara dengan orang keras kepala seperti Stella. Dia kemudian meninggalkan Stella yang masih berada di tempat itu, karena Rico hendak membayar tetapi tidak diperbolehkan.
"Nyonya Stella, silahkan lakukan pembayaran antrian masih banyak," kata seorang kasir yang bertugas.
"Aku belum punya uang sebanyak itu! kasih aku waktu tiga hari," kata Stella yang tidak tau bagaimana cara mendapatkan uang sebanyak itu.
"Anda tidak mampu membayar, kenapa minta perawatan VIP?" tanya petugas administrasi.
"Saya tidak tau, kalau begitu pindahkan saja," kata Stella.
__ADS_1
"Suaminya yang meminta perawatan terbaik dan ruang rawat inap VIP," sahut petugas lainnya.
"Rico... " ucap Stella lirih.
Stella kemudian mencari keberadaan Rico, ternyata ia berada di ruang tunggu di mana Angelica di rawat.
"Rico, kamu keterlaluan sekali! gara-gara kamu tagihan rumah sakit mahal," ucap Stella.
"Buat Angelica tidak apa-apa, dia butuh istirahat yang cukup jadi aku pilih semua yang terbaik," jelas Rico tanpa rasa bersalah.
" Angelica demam biasa, Rico. Harusnya rawat jalan pun bisa," kata Stella menatap kesal Rico.
"Kamu tidak mendengarkan penjelasan dokter tadi? Angelica sakit juga gara-gara kamu," kata Rico.
"Sayang, maafkan Mamah," ucap Stella dari luar ruangan.
Di dalam ruangan Angelica di rawat sudah ada perawat yang menjaganya, jadi mereka tidak perlu khawatir lagi.
Rico berpamitan pada Stella, dia bilang akan ke kantor karena ada urusan yang penting.
__ADS_1
"Jangan kemana-mana! jaga Angelica dengan baik, awas saja kalau terjadi apa-apa," ucap Rico kemudian pergi dari ruangan itu.
Stella menatap Rico jengah, dia sedang kesal dengan Rico tetapi kalau tidak ada Rico pasti dia lebih kesulitan lagi.
*
Rico datang ke bagian administrasi secara diam-diam, dia melunasi semua biaya pengobatan Angelica tanpa sepengetahuan Stella. Dia juga meminta kepada pihak terkait agar tidak memberitahu ke Stella,
"Kenapa sembunyi-sembunyi, Tuan? bukannya membiayai seorang anak sudah kewajiban," kata salah satu perawat yang kebetulan berada di ruang itu.
"Istri saya sangat boros, jadi dia tidak tahu kalau saya punya uang," jawab Rico asal.
Rico kemudian pergi menemui William, dia ingin meminta izin untuk tidak masuk kerja lagi. Sepertinya William sudah mulai curiga.
Akhir-akhir ini William memperhatikan Rico tampak ada yang aneh, tidak biasanya juga Rico menghilang dengan tiba-tiba.
"Rico, dari mana saja kamu? lupa dengan pekerjaan mu," ucap William.
"Ada sesuatu yang harus saya selesaikan," jawab Rico dengan cepat.
__ADS_1
"Apa ada hubungannya dengan Mamah mu?" tanya William yang belum yakin dengan jawaban Rico.
Rico hanya menggelengkan kepalanya, dia yang harusnya bicara jujur tetapi terpaksa harus berbohong. Dia kemudian pergi meninggalkan William, untuk menemani Stella di rumah sakit.