SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 60


__ADS_3

Akhirnya Nyonya Jennie mengizinkan Stella membawa Angelica pulang, dengan syarat Stella harus merawat Angelica dengan baik.


"Nyonya, saya harus pulang sekarang juga," ucap Stella sembari mengemasi barang milik Angelica yang dibelikan oleh Nyonya Jennie.


"Tunggu Stella! lebih baik kamu di sini dulu, William akan datang ke sini," kata Nyonya Jennie


"Aku tidak mau bertemu dengan William, Nyonya! aku harus segera pergi," kata Stella.


"Lihat anak kamu! dia butuh seorang Ayah, wajar jika saya menyuruh William untuk bertanggung jawab," kata Nyonya Jennie.


"Kenapa jadi seperti ini, Rico? Aku senang kamu bisa membantuku, tetapi tidak seharusnya semua ikut campur," terang Stella.


Nyonya Jennie kemudian mengatakan apa alasannya dia ikut campur, Nyonya Jennie selalu meminta orang untuk mengikuti Rico kemanapun pergi. Sejak bertemu dengan Stella di pesta, orang itu sudah melaporkan apapun kegiatan Rico dan mengira kalau Stella adalah kekasihnya. Tau kalau Rico punya kekasih, ia memperketat pengawasannya. Laporan terakhir yang Nyonya Jennie terima adalah Rico mempunyai kekasih dan sudah mempunyai anak. Sebenarnya ia sudah curiga dengan Rico karena memasukkan Stella kerja di kantor melalui Mamahnya, biasanya Rico tidak pernah melakukan hal itu.


Orang yang memecat Stella juga sudah di pecat oleh Nyonya Jennie, karena sudah melakukan hal di luar batas. Nyonya Jennie mengetahui semua dari CCTV yang dikirimkan oleh orang kepercayaannya.


Nyonya Jennie juga meminta maaf pada Stella karena sudah membawa Angelica dengan paksa, karena mengira kalau Angelica adalah cucunya. Beberapa hari merawat Angelica menjadikan ia menyayangi bayi itu, dan ingin merawatnya.


"Stella, jangan menyalahkan Rico! aku yang salah," ucap Nyonya Jennie seraya memegang pundak Stella.


"Nyonya, aku tidak ingin menyusahkan semua orang! tolong biarkan aku pergi," kata Stella.


"Kita tidak keberatan kalau kamu mau tinggal di sini, demi anak kamu! terimalah tawaran kita," sahut Rico yang juga memikirkan keselamatan Stella dan juga Angelica.


"Menikahlah dengan Rico, Stella! aku akan merestui," kata Nyonya Jennie.


Stella semakin kaget mendengar ucapan Nyonya Jennie, kenapa dengan mudah menyuruh anaknya untuk menikahinya. Bagaimana bisa dia menerima Rico hanya karena hartanya banyak, hidup akan terjamin. Ia menggelengkan kepalanya, tanda tidak menyetujui keputusan Nyonya Jennie.


"Mah, jangan menambah beban Stella! Dia berhak menentukan hidupnya sendiri, Rico juga tidak bisa menikah dengan Stella," tegas Rico.


Rico berfikir kalau Mamahnya punya tujuan tertentu, karena tidak mungkin ia sembarangan meminta untuk menikahi wanita yang baru dikenalnya.


***

__ADS_1


Papah Helena menyuruh anak buahnya untuk mengawasi William, karena melihat sikap William pada putrinya tidak ada perhatian.Dia sangat dekat dengan Helena, dia juga tidak rela jika terjadi apa-apa dengan putri kesayangannya.


"Apa yang harus saya lakukan, Tuan?" tanya anak buahnya.


"Ikuti kemanapun William pergi! jangan sampai lengah," ucapnya sembari duduk di kursi.


"Kalau ketauan bagaimana, Tuan? selama ini Tuan William selalu ada yang mengawalnya," kata anak buah itu lagi.


Papah Helena memberikan cara agar William tidak curiga dan tidak mengetahui semua, apapun yang dia perintahkan harus berhasil dan tidak mengecewakan.


**


Kiana yang mendengar kalau William tidak jadi pergi sangat senang, saat ini dia hendak mengantikan William meeting. Di ruang meeting rekan kerja William sudah berkumpul semua, tinggal William yang belum ada.


"Bagaimana ini! William kemana lagi, katanya mau datang," kata Kiana saat berada di depan pintu ruang meeting.


Dia bingung mau menjawab apa jika ada yang bertanya, karena sudah menjadi ketentuan kalau tidak bisa digantikan. Kiana memberanikan diri masuk ke dalam ruangan meeting, ia kemudian duduk.


"Tuan William belum datang! tidak bisa," jawab yang lain.


"Saya yang akan menggantikan Tuan William, silahkan di mulai," sahut Kiana dengan rasa takut yang hebat, baru kali ini dia berhadapan dengan petinggi perusahaan.


"Ini sudah perjanjian, jika ada yang digantikan maka tidak akan mendapatkan bagian dari kerjasama kita," jelas seorang teman William.


Keuntungan mereka sangat besar jadi membuat aturan agar semuanya bisa tertib, William rela kehilangan miliyaran rupiah demi mengunjungi Jennie. Kiana jadi semakin penasaran dengan sosok Nyonya Jennie, dalam hatinya menjadi bertanya-tanya.


Kondisi ruang meeting saat ini sedang ricuh karena William belum datang, ada yang meminta memulai meeting ada juga yang menyuruh menghubungi William.


Tiba-tiba pintu terbuka, semua orang melihat ke arah pintu itu ternyata William yang datang.


"Maaf, saya terlambat," kata William lalu masuk dan duduk di kursi yang telah disediakan.


"Tuan William, anda sudah membuat keributan! tolong jangan di ulang lagi kejadian seperti ini," kata salah satu temannya.

__ADS_1


"Saya yang salah! Tuan dan Nyonya semua, karena telah berani dengan lancang mengantikan Tuan William," sahut Kiana memberikan pembelaan pada William.


Salah satu seorang teman William menenangkan situasi ini, kemudian meminta agar segera memulai meeting nya.


**


Helena kebetulan ikut dengan William ke kantor, melihat Kiana keluar dari ruang meeting ia mengikuti.


"Kiana, aku ingin menanyakan sesuatu, tolong jawab jujur," ucap Helena saat berada di ruang kerja William.


"Tanya apa? kamu tidak tau kalau jantungku hampir copot gara-gara ulah suamimu," kata Kiana lalu duduk di sofa menyandarkan tubuhnya.


"Apa yang William lakukan? kalau boleh tau," kata Helena.


Kiana kemudian menceritakan apa yang baru saja terjadi, Helena bukannya membela Kiana tetapi malah menertawakan. Setelah mendengar nama Nyonya Jennie, ia baru berhenti tertawa.


"Itu yang ingin aku tanya, siapa Nyonya Jennie?" tanya Helena.


"Sepertinya orang yang sangat penting dalam kehidupan William, jadi jangan kaget kalau bertemu nanti," jawab Kiana yang hanya asal menebak.


"Lebih baik aku tidak tau dan gak mau tau! aku pergi dulu," ucap Helena seraya mengambil tasnya.


Helena kemudian pergi dari ruang kerja William, dia ingin menemui temannya yang bernama Alika lagi. Mereka sudah mengatur waktu hendak bertemu, Alika ingin memarahi Helena.


"Helena, Papah kamu sudah gila! Papah kamu mengusir ku," kata Alika dengan kesal.


"Kenapa bisa di usir? apa kamu melakukan sesuatu?" tanya Helena karena dalam keadaan mabuk jadi tidak tau apa yang terjadi saat Alika mengantarkannya.


Alika menceritakan dan memarahi Helena, dia juga bilang tidak akan mau membantunya lagi kalau sedang mabuk.


Helena meminta maaf pada Alika, tidak seharusnya papahnya memarahi dan mengusir Alika karena kesalahannya sendiri. William juga tidak pernah menegur atau mengingatkan Helena, karena dia tidak peduli dan masa bodoh.


Mempunyai suami yang tidak peduli kadang membuat Helena kesal dan sakit hati, jadi dia melampiaskan dengan meminum minuman keras.

__ADS_1


__ADS_2