
Nyonya Jennie datang dan menyapa Lukman, yang sedang makan dengan Helena di restoran dekat kantornya.
"Jennie!" kaget Lukman kemudian merapikan bajunya.
"Kenapa? jangan kaget gitu, lama kita tidak bertemu," kata Nyonya Jennie kemudian duduk di sebelah Helena.
"Kamu semakin tua, semakin cantik saja! mau makan apa, biar aku yang pesan," kata Lukman.
Helena menginjak kaki Papahnya, ia tidak suka melihat sikap Papahnya genit sama wanita.
"Tidak perlu! aku sudah makan," ucap Nyonya Jennie.
"Nyonya, lebih baik anda pergi dari sini! mendadak selera makan saya hilang," kata Helena mengusir Nyonya Jennie.
"Anak mu mengusir ku, Lukman! kasih tau siapa saya," kata Nyonya Jennie lalu meninggalkan Helena dan Papahnya.
"Jennie, tunggu!" teriak Lukman.
Lukman marah pada Helena, karena tidak sopan dengan Jennie. Masa lalu Lukman memang tersimpan rapat, Nyonya Jennie mengetahui semuanya sehingga membuat Lukman sedikit takut dengan Nyonya Jennie.
"Helena, jangan pernah bersikap seperti itu pada Jennie! Dia itu...
"Apa, Pah! Dia apa?! kata Helena.
Lukman lalu keluar dari restoran itu, dan masuk ke dalam mobil. Helena di tinggal pergi begitu saja oleh Papahnya, kemudian dia pergi ke sebuah cafe untuk menemui temannya.
*
*
Angelica saat ini di bawa suster Lela jalan-jalan ke sebuah mall, di sana ada tempat bermain untuk anak-anak. Angelica sangat bahagia sekali, ia bisa bermain dengan bebas dan banyak mainan.
"Angel, ayo pulang," ucap suster Lela.
"No... no... no," ucap Angelica.
"Sayang, nanti Daddy Rico marah! ayo kita pulang dulu," ucap Suster Lela yang merayu Angelica.
Angelica tidak memperdulikan ucapan Suster Lela, ia justru berlari ke sana kemari hingga menabrak seseorang yang membuat Angelica ketakutan.
"Bangunlah! jangan jadi anak manja," kata William tanpa menolong Angelica yang jatuh tengkurap di kakinya.
__ADS_1
"Om jahat," kata Angelica sembari menghadapkan kepalanya ke atas.
"Kamu lagi! cepat bangun," kata William memegang tangan Angelica dengan kasar.
"Sakit, Om! lepas!" teriak Angelica.
"Sial! dasar bikin malu saja," kata William melepaskan tangan Angelica.
Angelica kemudian berlari ke arah suster Lela, lalu memeluk Suster Lela dengan erat. "Angel takut, Daddy! tolong Angel," ucapnya.
"Sepertinya kamu ketakutan sekali, Sayang! apa yang membuat mu seperti ini," ucap Suster Lela.
Angelica menunjukkan di mana William berada, ia juga mengatakan kalau William jahat. Suster Lela memperhatikan wajah William dengan Angelica, dalam hatinya mengatakan kalau sangat mirip.
Suster Lela kemudian mengajak Angelica pulang, ia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dalam perjalanan pulang Angelica masih mengigau kalau dirinya sangat takut.
"Sayang, kalau sama orang jahat kita harus lawan, tapi kalau mereka menyakiti. Jangan menangis, nanti di gigit tikus," kata Suster Lela.
"Angel benci tikus," kata Angelica.
Suster Lela berusaha menenangkan Angelica, sampai gadis kecil itu tertidur pulas. Sampai di rumah ia membawa Angelica masuk ke dalam kamar.
Setelah Angelica ditidurkan, Suster Lela memberikan kejadian ini pada Rico, apapun yang dilakukan oleh Angelica harus segera dilaporkan ke Rico.
"Tuan, berkasnya sudah siap semua," ucap sekertaris Rico.
"Letakkan saja di meja! saya harus segera pulang," ucapnya.
Rico kemudian keluar dari ruang kerjanya dengan tergesa-gesa, baginya Angelica sangat penting.
*
*
Helena menghubungi Martin agar datang ke cafe yang dia sebutkan, ia ingin bercerita pada Martin.
"Ada apa, Helena? mengganggu saja," ucap Martin saat datang menemui Helena.
"Akhirnya kamu datang juga, Martin. Aku butuh teman bercerita," kata Helena.
"Butuh? kamu membutuhkan aku?" tanya Martin.
__ADS_1
"Tentu saja! makanya aku suruh kamu datang ke sini," ucap Helena.
Martin menanyakan apa maunya pada Helena, selama menjadi kekasihnya dulu jarang sekali Helena mengatakan kalau membutuhkan Martin. Helena sudah berubah sikapnya semenjak mengenal William, ia lebih sering mengejar-ngejar William. Berbeda saat dengan Martin dulu, Martin yang sering mengejar Helena. Kalo ini Martin tidak akan pernah kembali pada Helena, walaupun Helena memintanya.
"Martin, bantu aku! agar perceraian ku dengan William gagal," ucap Helena penuh harap.
"Dasar wanita bodoh! dulu kamu meninggalkan aku demi suami mu itu, sekarang kamu meminta aku untuk membantu mu? tidak akan, Helena," kata Martin.
"Kenapa? apa kalau aku bercerai kita bisa kembali seperti dulu," ucap Helena.
"Itu tidak mungkin terjadi!" ucap Martin dengan tegas.
Helena menjadi berfikir kalau semua laki-laki sama saja, mereka berbohong semua. Dia masih ingat dengan jelas kalau Martin tetap akan mencintainya tetapi kenyataannya tidak, sedangkan William tidak pernah mengakui kalau menghamili Stella ternyata benar adanya.
*
*
Malam ini Rico memperkenalkan kekasih pura-pura nya pada Stella dan Nyonya Jennie, ia membawa Ruby ke rumahnya. Wanita yang berkerja di kantornya ini lumayan cantik, dan tidak memalukan ketika dia ajak jalan.
"Ruby, lama sekali kamu! aku nungguin dari tadi," ucap Rico saat menunggu Ruby di pinggir jalan. Kebetulan rumah Ruby berada di gang sempit, jadi tidak bisa di jangkau dengan kendaraan roda empat.
"Maaf, Tuan! tadi ada pemilik rumah menagih uang kontrakan," jelas Ruby sembari menundukkan kepala.
"Jangan sampai nanti kamu panggil aku Tuan! panggil Rico saja, biar semua tidak curiga," kata Rico. Cepat masuk ke dalam mobil," Lanjutnya.
Di perjalanan menuju ke rumah, Rico menjelaskan Ruby harus ngapain aja. Dia tidak mau sampai salah langkah, karena kalau ketauan pasti akan malu dengan Stella.
"Kamu harus berkerja dengan optimal! kalau sampai gagal, aku tidak akan membayar kamu sepeserpun!" kata Rico dengan tegas.
"Baik, Tuan! saya akan berusaha sebaik mungkin," kata Ruby.
"Satu lagi! jangan banyak menunduk seperti itu, aku tidak suka," kata Rico.
Ruby sebenarnya sangat takut, baru kali ini dia berhadapan dengan atasannya. Mereka berdua menuju ke sebuah salon terlebih dahulu, Rico ingin merubah penampilan Ruby. Pakaian yang dikenakan Ruby saat ini adalah kaos santai dan celana jeans, Rico memberikan sebuah gaun pada Ruby.
"Tuan, aku tidak bisa menggunakan pakaian seperti ini," ucap Ruby menolak menggunakan gaun yang diberikan Rico.
"Dengan pakaian kamu seperti itu, kamu pikir mereka akan percaya kalau kamu kekasihku? cepat pakai saja," kata Rico.
Ruby terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna merah marun, sayang ia tidak bisa menggunakan high heels. Rico mengajari Ruby berjalan lebih dulu, sehingga membuat penampilan Ruby sempurna.
__ADS_1
Di rumah Stella dan Nyonya Jennie sudah menunggu kedatangan Rico, mereka menyambut dengan rasa bahagia. Angelica tampak bersedih, karena Nyonya Jennie memberitahukan kalau Daddy nya akan membawa Mommy baru untuknya.