SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 77


__ADS_3

Stella meminta izin untuk keluar dari rumah, dia merasa bosan apa-apa selalu di layani membuatnya tidak nyaman. Dia hanya ingin jalan-jalan untuk menikmati suasana luar rumah, sudah beberapa hari seperti terpenjara.


Rico mengizinkan Stella untuk berjalan-jalan keluar rumah, tetapi harus dengan seorang pengawal yang akan mengikutinya. Stella setuju dengan apa yang Rico katakan, demi keamanannya juga.


Stella hendak pergi ke rumahnya untuk melihat keadaan rumahnya dan membersihkan.


"Nona, kenapa kita jalan kaki? di rumah Tuan ada mobil," ucap orang yang di suruh Rico untuk mengikuti Stella.


"Aku ingin jalan kaki, kalau kamu tidak mau jangan mengikuti ku," kata Stella dengan tegas.


"Tetapi ini perintah, Nona," kata orang itu lagi.


Stella tidak menjawab perkataan orang itu, dia meneruskan langkahnya. Dia juga tidak membawa Angelica, karena tidak diperbolehkan oleh Nyonya Jennie.


Setelah tiga puluh menit mereka berjalan, akhirnya sampai juga di kediaman Stella. Ia langsung masuk ke dalam rumah, lalu mengecek isi rumah yang ternyata tidak ada yang berubah dan berkurang.


Kiana sedang mengendarai mobil tak sengaja melewati rumah Stella, dia berhenti karena melihat rumah dalam keadaan pintu terbuka. Dia turun dari mobil dan menuju ke rumah Stella.


Tok... tok... tok...

__ADS_1


Mendengar suara ketukan pintu, Stella menghentikan aktivitasnya.


"Kiana... " ucap Stella lirih.


"Iya ini aku, Stella! kamu apa kabar? di mana anak kamu, aku mau lihat keponakan ku," kata Kiana tanpa memberi kesempatan Stella berbicara.


Stella mempersilakan Kiana untuk duduk, kemudian dia menceritakan tetang kejadian kemarin di rumah Rico.


"William tidak mengakui anaknya? kenapa bisa begitu," ucap Kiana.


"Aku tidak tau," ucap Stella.


"Aku tidak butuh tanggung jawabnya, kamu tidak perlu repot-repot," kata Stella.


Kiana kasihan dengan Stella, gara-gara William hidupnya menjadi menderita. Kiana merasa malu dengan Stella, karena sepupunya sudah menghancurkan masa depan Stella.


Mereka berdua bercerita dengan waktu yang lumayan lama, Kiana juga ingin melihat Angelica.Tetapi Stella belum menentukan waktu, Rico juga belum tentu memberikan izin, karena Rico dan Mamahnya sangat menyayangi Angelica.


"Aku antar kamu ke rumah Rico, Stella," kata Kiana.

__ADS_1


"Jangan! aku bisa pulang sendiri, kamu tidak perlu repot-repot," ucap Stella.


"Terserah kamu saja, Stella! aku juga harus pergi ke kantor," kata Kiana.


Kiana akhirnya berpamitan pada Stella, tetapi dia tidak pergi ke kantor. Kiana malah pergi ke rumah William.


Setelah Kiana pergi Stella kembali membersihkan rumahnya dengan cepat, dia tidak enak dengan pengawal Rico yang dari tadi menunggu.


"Nona, ayo kita pulang," ajak pengawal itu.


"Kamu tidak tau kalau aku belum selesai membersihkan rumah," kata Stella sembari menyapu.


Karena Stella menolak di ajak pulang, diam-diam ia mengirimkan pesan pada Rico, agar mau di ajak pulang.


Tak lama kemudian Stella sudah selesai membersihkan rumahnya, dia kemudian mengajak pulang pengawal itu. Stella mengajak pulang dengan jalan kaki lagi.


"Nona, Tuan Rico akan menjemput kita," kata pengawal itu.


"Katakan pada Rico aku mau pulang sendiri saja," kata Stella.

__ADS_1


Stella meninggalkan pengawal itu di rumah karena tidak mau di ajaknya jalan kaki, Stella sudah terbiasa berjalan jadi tidak akan merasa capek walaupun jauh.


__ADS_2