SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 45


__ADS_3

"Kiana!" teriak Helena saat berada di kantor William.


"Ada apa? ada yang bisa saya bantu?" tanya Kiana menghentikan langkahnya.


"Tentu saja! aku ingin menanyakan sesuatu," ucap Helena.


Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam ruang kerja Kiana, Helena memberikan pertanyaan yang tidak mungkin Kiana jawab karena mengenai Stella.


"Semalam William saat tidur mengigau, dia menyebutkan nama Stella. apa kamu tau mereka ada hubungan apa?" tanya Helena.


"Ceroboh sekali William," ucap Kiana dalam hati.


"Kiana! hello... !" Helena memanggil Kiana karena melihat Kiana seperti melamun.


"Maaf Helena, aku tidak tau! menang benar Stella dulu adalah sekretaris William tapi tidak lama," jelas Kiana.


"Sepertinya aku harus mencari tau siapa wanita itu, kenapa bisa membuat William mengigaukan namanya," terang Helena.


"Buang-buang waktu saja! mending kamu gunakan untuk berdua dengan William," kata Kiana agar Helena mengurungkan niatnya.


Karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan kemudian Helena keluar dari ruangan Kiana, dia hendak menemui dan mengajak William untuk makan siang bersama.


"Untung saja wanita itu segera pergi, kalau tidak bisa kacau," gerutu Kiana saat Helena sudah pergi.

__ADS_1


William menolak ajakan Helena, karena dia masih banyak pekerjaan. Dia akan makan di kantor dengan Rico, itulah alasan William.


"Sayang, kenapa kamu selalu menolak ku?" tanya Helena.


""Apa kamu tidak punya pekerjaan? kenapa harus ke sini hanya untuk makan siang," ucap William dengan sinis.


"Aku berusaha meluangkan waktu untuk menemui mu," kata Helena. Apa karena Stella?" Lanjutnya.


"Jangan bawa-bawa nama itu dalam keluarga kita!" bentak William.


"Keterlaluan kamu, William!" teriak Helena kemudian pergi dari ruang kerja William.


Helena sangat kesal karena William sudah berani membentaknya, selama mereka menikah belum pernah William memperlakukan Helena dengan manis.


Bruuukkkk


"Maaf Rico, dari mana saja kamu?" tanya Helena.


"Bukan urusan, Nona," jawab Rico.


Helena pergi meninggalkan Rico, dia merasa semua orang yang dia temui saat ini sangat menyebalkan.


Rico kemudian menuju ke ruang kerja Kiana untuk mengambil berkas untuk meeting, sekalian dia lewat.

__ADS_1


"Rico, kalau masuk ketuk pintu dulu!" ucap Kiana.


"Kelamaan, Nona. Saya harus segera ke ruang Tuan William, mana berkasnya?" kata Rico.


Kiana memberikan berkas yang di minta oleh Rico, dia kemudian melanjutkan kerjanya. Saat Rico hendak melangkah keluar dari ruang kerja Kiana, ia memanggilnya lagi.


"Rico, tunggu!" teriak Kiana.


Rico kemudian kembali ke meja Kiana. "Apa berkasnya salah?" tanya Rico.


"Awasi Helena! tadi dia kesini menanyakan soal Stella," ucap Kiana.


"Apa? kenapa bisa menanyakan soal Nona Stella? apa Tuan William sudah memberitahu?" tanya Rico dengan bertubi-tubi.


Kiana menggelengkan kepalanya. "William sering mengigau menyebut nama Stella, mungkin itu yang membuat Helena penasaran," ucapnya.


"Nona Stella sudah aman, anda tidak perlu khawatir," kata Rico hampir saja keceplosan.


"Maksudnya?" tanya Kiana.


"Iya, Nona Stella tidak dapat ditemukan oleh Tuan William. Maksud saya begitu," jelas Rico.


Kiana kemudian menyuruh Rico untuk segera pergi dari ruangannya, karena ia hendak menelpon Karin. Rico yang di usir oleh Kiana langsung pergi ke ruang kerja William.

__ADS_1


"Tuan, ini berkasnya," kata Rico seraya memberikan berkas pada William.


William menerima berkas itu tanpa berkata sepatah kata pun. Dia masih memikirkan Stella, yang belum juga ada kabar.


__ADS_2