SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 81


__ADS_3

Rico sampai juga di rumah Karin, dia langsung menerobos masuk ke dalam rumah begitu saja. Dia sudah tidak peduli dengan persahabatan atau apapun, yang dia tau Angelica harus dikembalikan. Rico merebut paksa Angelica dari gendongan Kiana, William pun terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Rico.


"Kembalikan cucuku, Rico!" teriak Karin seraya merebut Angelica dari tangan Rico.


"Cucu? bukannya William tidak mau mengakui kalau Angelica anaknya," ucapnya kesal dengan Karin tidak peduli ada Helena.


"Cucu!" kaget Helena. Maksudnya apa ini?" ucap Helena yang heran melihat Karin hendak merebut bayi yang di gendong oleh Rico.


Semuanya terdiam tidak ada yang menjawab pertanyaan Helena, Kiana justru akan pergi meninggalkan mereka semua.


"Kiana, jangan pergi! bantu Tante," kata Karin masih berusaha merebut Angelica.


"Buat apa Tante merebut anak Stella, biar di bawa Rico. Percuma juga kita berusaha mengambilnya tetapi yang mempunyai anak tidak mengakui," ucap Kiana melirik ke arah William.


"William, kenapa kamu diam saja? ayo, nak! rebut anak kamu, dia butuh seorang Ayah," kata Karin agar William mau membantunya.


Helena bingung dengan percakapan mereka, dia kaget dengan kejadian ini. Kemudian dia teringat dengan ucapan Martin yang mengatakan tentang tanggung jawab.


"William, jawab dengan jujur! apa benar anak itu adalah anak kamu?" tanya Helena dia merasa kaget mendengarnya.


"Helen, jangan mendengarkan perkataan mereka! dia anak Rico," jelas William tidak mau mengakui Angelica.


William tetap mengelak dan tidak mau mengakui kalau Angelica adalah anaknya, entah apa yang ada di pikirannya hingga tidak mau mengakui. Padahal sudah sangat terlihat jelas bayi itu sangat mirip dengannya.


Tiba-tiba Angelica menangis dengan kencang, Rico tidak bisa menenangkan hingga membuatnya bingung. Karin berusaha ikut menenangkan Angelica, tetapi masih menangis. Kiana dengan buru-buru membuatkan susu untuk Angelica, tetapi Angelica tidak mau meminumnya.


Rico sampai berfikir akan menghubungi Stella, tetapi ia mengurungkan niatnya. Dia takut kalau Stella panik, dan Helena mengetahui Stella.


"William, coba bantu tenangkan anak kamu," kata Karin membawa Angelica mendekat ke William.


William mencoba menggendong Angelica, ternyata langsung terdiam. Bayi itu mungkin bisa merasakan dekapan seorang Ayah, karena tidak biasanya dia menangis seperti ini.


Bayi itu mempunyai ikatan batin dengan Ayahnya, melihat kejadian itu Helena menangis. Dia juga meyakini kalau Angelica adalah anak suaminya, Helena lalu mendesak William menanyakan siapa Ibu bayi itu.

__ADS_1


Setelah di rasa tenang William mengembalikan Angelica kepada Karin, dia kemudian menjelaskan pada Helena.


"Helen, ini semua hanya kebetulan. Kamu jangan sedih," ucapnya sembari menghapus air mata Helena.


Plak... plak...


Tamparan yang begitu keras mendarat di pipi William, hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah. William mengusapnya dengan pelan, tidak menyangka Helena akan melakukan itu.


"Helen, apa yang kamu lakukan?"ucap William sembari membersihkan darah dengan tangan.


Helena tidak menjawab pertanyaan William, dia langsung melangkahkan kaki dari rumah Karin. William berusaha mengikuti istrinya itu, tetapi Karin mencekal tangannya. Karin meminta agar William mau bertanggung jawab untuk menikah dengan Stella, dan mengakui kalau Angelica adalah anaknya.


Kiana dan Rico terkejut dengan ucapan Karin, dia sama sekali tidak setuju dengan Karin. Stella juga tidak akan pernah memaafkan William.


Rico kemudian meminta Angelica untuk di bawa pulang, tetapi tidak diperbolehkan oleh Karin. Dia mengatakan akan merawat Angelica dengan baik, tidak segampang itu mempercayai Karin.


"Jangan memisahkan seorang anak dengan ibunya, dia pasti sangat menderita," kata Rico seraya mengambil Angelica dari gendongan Karin.


"Berikan bayi itu, Mah! dia anak Rico bukan anak William," kata William dengan tegas.


Stella hanya tersenyum membaca pesan dari Rico, tidak biasanya dia akan menjemput Stella. Stella kemudian merapikan meja kerjanya, dia akan pulang. Walaupun banyak orang menawarkan tumpangan padanya Stella menolak, dia lebih suka jalan kaki sendiri.


*#*#


"Angelica, untung saja kamu bisa ditemukan, nak," ucap Suster Lela saat Rico memberikan Angelica padanya.


"Suster, tolong mandikan Angelica," kata Rico.


"Baik, Tuan," kata Suster Lela.


"Jangan mengatakan kejadian ini pada Stella, aku tidak mau membuatnya sedih," ucap Rico.


Rico melakukan karena terpaksa, dia tidak mau Stella banyak pikiran. Hidup Stella sudah cukup menderita, Rico tidak mau menambah dengan hal yang membuat Stella sedih.

__ADS_1


Suster Lela lalu membawa Angelica masuk ke dalam kamar, kemudian membersihkan tubuh Angelica sesuai dengan permintaan Rico.


Beberapa saat kemudian Stella sampai juga di rumah Rico, dia langsung ke kamar Angelica. Ternyata anaknya sudah tertidur pulas, dia mencium Angelica dengan lembut dan penuh kasih sayang. Di depan pintu kamar Angelica, Rico melihat semua yang dilakukan Stella. Kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup dan Rico melewati kamar Angelica.


"Rico, masuk! apa yang kamu lakukan di situ," kata Stella ternyata sadar kalau Rico sedang memperhatikannya.


"Aku tidak enak mau masuk," bohong Rico.


Stella kemudian keluar dari kamar Angelica, lalu duduk di sofa ruang tengah bersama Rico. Stella terlihat sangat bahagia hari ini, terlihat dari raut wajahnya.


"Rico, kamu tau tidak kalau karyawan di kantor bisa menerima aku dengan baik. Mereka juga meminta aku untuk sering datang ke kantor," ucap Stella sembari tersenyum.


"Bagus dong, kalau mereka baik sama kamu. Ingat hutang kamu, biar semangat kerja," kata Rico yang saat ini masih takut dengan kejadian seperti tadi.


Ada kekhawatiran sendiri saat ini yang Rico sembunyikan, soal Helena yang sudah mengetahui semuanya.


"Kamu kenapa? kelihatan tidak suka begitu?" tanya Stella menatap wajah Rico seperti orang menyembunyikan sesuatu.


"Stella, mulai besok kamu saya antar dan pulang nunggu aku jemput," kata Rico.


"Tidak perlu! kalau tidak bisa menjemput seperti tadi gimana? aku harus nunggu gitu," ucap Stella menolak untuk di antar jemput.


"Aku tadi ada keperluan mendadak," kata Rico.


Tak lama kemudian Nyonya Jennie datang, dia langsung menanyakan Angelica. Dia sebenarnya sudah tau kalau Angelica baru saja di ambil Karin.


Nyonya Jennie langsung masuk ke kamar Angelica untuk melihat keadaannya, dia juga sangat khawatir dengan Angelica.


"Suster, kalau Angelica bangun bawa ke kamar ku," kata Nyonya Jennie keluar dari kamar Angelica lalu menemui Stella dan Rico.


Nyonya Jennie duduk di sebelah Stella, mereka membicarakan masalah pekerjaan hari ini di kantor.


Pyar....

__ADS_1


Terdengar suara pecahan kaca, mereka lalu mencari asal suara itu ternyata kaca ruang tamu pecah.


"Siapa yang melakukan ini? beraninya melemparkan batu," kata Rico sembari mengambil batu yang ada dilantai.


__ADS_2