
"Ada apa, Mah?" tanya William yang baru datang.
"William, lebih baik kamu lupakan Stella, sadar wanita itu sudah mempermainkan kamu!" kata Karin terpaksa melakukan semua agar Stella bisa hidup tenang.
"Stella tidak mungkin seperti itu, dia wanita yang sangat tulus," kata William.
"Kapan kamu dan Helena akan memberikan cucu untuk Mamah?" tanya Karin mengalihkan pembicaraan karena yakin kalau idenya tidak akan berhasil.
"William tidak bisa memberikan, jangan pernah tanya lagi!" kata William kemudian pergi meninggalkan Rico dan Karin.
Rico mengajak Stella untuk bertemu, dia akan meminta Stella agar tidak tinggal di rumahnya lagi. Menurut Rico cepat atau lambat Helena pasti akan mengetahui semuanya, yang Rico takutkan Stella dan anaknya akan menjadi sasaran kemarahan Helena.
Stella tidak bisa menemui Rico, kebetulan Rayhan dan Siti masih berada di rumahnya. Tetapi Rico tetap memaksa untuk mengajak Stella bertemu,
"Rayhan, Siti kalian jangan pulang dulu, aku harus pergi sebentar," ucap Stella.
"Kalau boleh, kita justru akan menginap," kata Siti karena tidak memungkinkan mereka akan kembali ke kampung.
__ADS_1
"Aku antar kamu, Stella," sahut Rayhan.
"Tidak perlu, lebih baik kamu temani Siti," kata Stella menolak niat baik Rayhan.
Stella datang ke tempat yang di janjikan dengan Rico naik angkutan umum, jadi memakan waktu lebih lama. Rico yang menunggunya dari tadi terpaksa harus bersabar.
"Stella, lama sekali kamu datang! keburu William mencari ku," kata Rico seraya menatap Stella.
"Maaf, tadi di jalan angkot nya macet. Ada apa kamu mengajak bertemu mendadak sekali?" tanya Stella sembari mendudukkan diri di kursi.
"Demi kebaikan kamu, lebih baik kamu pergi dulu dari rumah," kata Rico bintang mau menjelaskan dari mana.
"Masalah biaya jangan khawatir, aku bisa membantu mu," ucap Rico.
"Kalian hebat, bisa main dibelakang William," kata Martin tiba-tiba datang membuat Stella dan Rico kaget.
"Martin! jaga ucapan kamu!" kata Rico.
__ADS_1
"Tuan, kita tidak mempunyai hubungan apa-apa. Hanya saja Rico ingin membantu saya," jelas Stella.
Martin sebenarnya sudah mendengar percakapan mereka dari tadi, kebetulan dia sedang makan dengan temannya. Rico dan Stella tidak menghiraukan sekitar sehingga tidak mengetahui keberadaan Martin.
"Rico, apa William tidak tau kalau Stella berada di kota ini?" tanya Martin yang sebenarnya sudah mengetahui cerita antara Stella dan William.
"Belum, karena sangat berbahaya untuk keselamatan Stella. Nona Helena pasti akan berbuat hal yang tidak kita inginkan," terang Rico.
Martin akan membuat William bertanggung jawab, tetapi Rico melarang karena hanya akan menimbulkan masalah baru. Stella juga menolak, dia tidak mau merusak kebahagiaan William dan Helena.
"Kalian tidak tau perasaanku, saat Helena memutuskan hubungan kita," kata Martin masih sakit hati dengan Helena.
"Bagaimana dengan Stella, Martin! seandainya kamu ada di posisi dia," ucap Rico.
"Kenapa juga kamu membantu Tuan William yang tidak bertanggung jawab," kata Martin membuat Rico mengepalkan tangannya.
"Cukup! jangan berdebat," kata Stella.
__ADS_1
Martin tidak akan berani mengadukan semua pada William, dia lebih takut pada Rico ketimbang William. Rico menurut Martin adalah orang yang teguh dengan pendiriannya, dan bertanggung jawab atas semua perintah atasan. Martin juga tau kalau melakukan semua karena perintah, bukan kemauannya sendiri.