SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 40


__ADS_3

Sudah selama seminggu Stella tinggal di rumah kakek, tetapi anaknya datang dan mengusirnya. Stella kemudian pergi dari rumah Kakek. Dia kembali ke rumah kontrakannya. Stella diusir karena dianggap ingin menguasai harta Kakek.


"Stella, jangan pergi! kasihan anak mu," ucap Kakek merasa sedih melihat Stella hendak pergi.


"Pah, biarkan wanita itu pergi!" kata anak kakek.


"Apa kamu tidak kasihan dengannya?" tanya Kakek.


"Papah lebih memilih wanita itu! apa anak Papah sendiri? " ucap Anak Kakek. Jangan-jangan ini alasan Papah menceraikan Mamah," Lanjutnya.


"Pak, tolong jangan memarahi Kakek! beliau tidak bersalah, ini salah saya," kata Stella. Biar Stella yang pergi." Lanjutnya.


Stella kemudian keluar dari rumah Kakek, nasib Stella memang tidak pernah baik. Saat ada orang baik yang hendak membantunya pasti ada yang menggangu nya.


Dengan menggendong bayinya Stella pergi dari rumah kakek itu, di perjalanan terpaksa berteduh karena hujan yang sangat deras. Stella berteduh di teras rumah orang, tetapi diusir oleh pemilik rumah. Terpaksa Stella meneruskan jalannya. Agar bayinya tidak terkena air hujan, Stella menutupnya dengan selimut bayi. Tetapi tetap saja terkena air hujan. Setelah sampai di kontrakan Stella mengganti baju bayinya yang basah.


Keesokan harinya Stella memikirkan bagaimana agar mendapatkan pekerjaan. Dia harus berusaha mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidupnya, apalagi sekarang ada anak harus dibesarkan. Stella berusaha membesarkan anaknya tanpa merepotkan orang lain. Cobaan hidup yang dijalaninya berdatangan secara bertubi-tubi.


Kiana saat ini mendapat kabar dari tetangga Stella, kalau Stella sudah kembali ke rumah kontrakannya dan membawa bayi. Kiana lalu pergi ke tempat Stella berada dia ingin pastikan keadaan Stella dan anaknya.


Kiana Belum berani menemui Stella secara langsung, karena takut Stella akan kabur. Sebenarnya dia sangat khawatir kalau Stella tidak merawat anaknya dengan baik. Kiana juga tidak mungkin mengatakan pada William kalau Stella melahirkan anaknya karena, hal itu membahayakan keselamatannya dan Stella.


"Apa kamu bisa membantu ku?" tanya Kiana kepada tetangga Stella.


"Iya Nona, Apa yang bisa saya bantu?" ucap tetangga Stella.


" Tolong berikan uang ini pada Stella," ucap Kiana sembari memberikan uang.


" Bagaimana caranya, Nona? dia pasti akan menolaknya," terang tetangga Stella.


"Dia pasti sedang kesulitan, aku harus membantunya," ucap Kiana.


"Nona, bolehkah saya bertanya?" ucap tetangga Stella.


"Silahkan! apa yang ingin kamu tanya?" sahut Kiana.


"Sebenarnya hubungan Nona Kiana dengan Nona Stella itu apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu tahu," kata Kiana.


"Kenapa begitu Nona, Saya tidak akan memberi tahu orang lain," terang tetangga Stella.


"Saya sepupu Stella! cuma itu saja kita tidak ada hubungan apa-apa," bohong Kiana.


Kiana mencoba menitipkan uang itu pada tetangga Stella agar diberikan pada Stella. Walaupun setelah belum tentu akan menerimanya, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan merepotkan orang lain.


Setelah Kiana pergi dari rumahnya, tetangga Stella itu datang ke rumah Stella. Ia memberikan uang itu pada Stella, benar juga dugaannya Stella tidak mau menerima uang itu. Dia terus memaksa setelah agar mau menerima, Stella tetap pada pendiriannya. Akhirnya tetangga Stella pulang ke rumah, karena tidak berhasil membujuk Stella untuk menerima uang dari Kiana.


***


William dan Helena saat ini sedang berada di rumah barunya, mereka tidak seperti para pengantin baru pada umumnya. Helena sangat kecewa dengan sikap William pada dirinya, seperti di abaikan dan tidak di dipedulikan oleh William.


"William kenapa kamu berubah?" tanya Helena.


"Dari dulu juga begini, Helen," jawab William.


Helena ternyata salah menduga dia mengira William akan membuatnya bahagia. Tetapi justru sebaliknya, Wilda juga sudah mengingatkan pada Helena, tetapi tidak percaya dengan kata Winda.


Helena akan tetap berusaha membuat William menyukainya.


Helena semakin kesal karena William sudah pergi bekerja seharusnya dia masih di rumah dan menikmati waktu berdua. Helena akan mengadukan sikap William kepada Papahnya, karena hanya Papahnya yang bisa mengendalikan William. Setelah William pergi dengan Rico Helena segera bersiap-siap untuk menemui Papahnya. Dia berharap Papanya mau membantunya walaupun harus dengan ancaman dan paksa.


Saat hendak pergi Helena melihat Karin datang dia ingin bertemu dengan William tetapi beliau sudah berangkat ke kantor.


"Ada apa Mah? pagi-pagi datang ke sini?" tanya Helena sembari menjunjung tas branded nya.


"Aku ingin bertemu dengan William, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Karin.


"William sudah berangkat ke kantor, Mah. Lebih baik Mama menunya di kantor! Aku harus pergi," kata Helena.


"Apa William sudah bekerja lagi?" tanya Karin heran dengan sikap William.


"Ya begitulah! anak Mamah," ucap Helena.


"Itu salah kamu sendiri yang maksa meminta menikah dengan William," Kata Karin.

__ADS_1


Karin kemudian meninggalkan rumah itu, dia tidak mau berlama-lama.


Di kantor William hanya melamun dia masih memikirkan Stella.


"Riko ini sudah sembilan bulan! apa Stella sudah melahirkan?" tanya William.


"Mungkin saja sudah, Tuan," ucap Rico.


"Tapi mengapa dia tidak tinggal di rumahnya?" tanya William lagi.


"Itu salah Tuan sendiri seharusnya, Tuan tidak meminta Nona Stella untuk menggugurkan kandungannya saat itu. Mungkin Nona Stella sekarang tinggal di kota ini," terang Rico.


William berbuat seperti itu tanpa memikirkan akibatnya, sekarang dia malah rugi sendiri hidup dalam penuh penyesalan.


William meminta Riko untuk memanggilkan Kiana, dia ingin membicarakan soal meeting yang ada di luar kota. Tak lama kemudian Kiana masuk ke dalam ruangan William.


"Ada apa, William?" tanya Kiana.


"Apa yang kamu lakukan di luar kota? kenapa sampai tidak hadir di pernikahan ku," ucap William.


"Bukan urusan kamu! Aku ada urusan lain dan tidak ada hubungannya dengan urusan kantor," terang Kiana.


"Jangan berbohong kamu atau kamu akan tahu akibatnya!" kata William mengancam Kiana.


"Tidak usah mengancam ku!" ucap Kiana.


Kiana mulai khawatir, dia takut saat dirinya pergi ke luar kota William akan menyuruh orang untuk mengikutinya dan mengetahui keberadaan Stella. Yang Kiana lakukan saat ini hanya berkomunikasi dengan tetangga Stella dari kejauhan, dia tidak mungkin lagi pergi ke kota itu.


"Tuan, Nona, kalian jangan bertengkar lagi! seperti anak kecil saja," sahut Rico.


"Ini bukan urusan kamu!" bentak William.


William kemudian menyuruh Kiana untuk keluar dari ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya. Kiana juga tidak mau berlama-lama di ruangan William, karena akan terus diinterogasi.


"Semalam mimpi buruk apa aku? sampai William bertanya seperti itu!" gerutu Kiana sambil berjalan menuju meja kerjanya.


"Nona mungkin hari ini adalah hari sial anda," ucap Rico saat mendengar ucapan Kiana.

__ADS_1


"Untuk apa kamu mengikuti ku?" tanya Kiana.


Rico lalu menjelaskan pada Kiana, kalau dia hanya ingin mengambil berkas yang akan digunakan untuk meeting. Kiana lalu memberikan agar, Rico segera keluar dari ruang kerjanya.


__ADS_2