SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 89


__ADS_3

Rico melihat penampilan Ruby dari atas sampai bawah, tetapi Ruby seperti tidak nyaman. Ia kemudian menanyakan pada Ruby, karena waktu mereka tidak banyak lagi.


"Ruby, jangan bersikap seperti itu! apa kamu tidak nyaman," ucap Rico sembari menatap Ruby.


"Sebenarnya saya kurang nyaman dengan baju ini, Tuan," ucapnya.


"Waktu kita tidak banyak! cepat masuk ke dalam mobil," kata Rico.


Ruby segera masuk ke dalam mobil, rasa takut membuat keringat keluar lalu ia mengusapnya dengan tisu. Rico menyetir mobil sembari melirik ke arah Ruby, tiba-tiba ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti, Tuan? tidak jadi kah," ucap Ruby sembari mengusap wajahnya dengan tisu.


"Make up kamu luntur nanti," ucap Rico seraya membantu Ruby mengelap keringatnya dengan lembut.


"Tuan, bisa hidupkan AC mobilnya," kata Ruby.


Rico kebetulan tadi lupa menghidupkan AC mobilnya, jadi membuat udara dalam mobil terasa panas di tambah rasa takut sehingga membuat Ruby berkeringat. Rico segera menghidupkan AC mobilnya, kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.


Sampai di depan rumah Rico rasa takut Ruby semakin bertambah, sampai tubuhnya gemetar.


"Ini rumah, Tuan?" tanya Ruby melihat rumah yang begitu besar seperti istana.


"Iya, ayo kita masuk! ingat jangan membuat mereka curiga," kata Rico sembari menautkan jari-jari tangannya ke jari-jari Ruby.


Rico dan Ruby masuk ke dalam rumah, di sana Stella, Nyonya Jennie dan Angelica sudah menunggu di ruang keluarga. Wajah Angelica tampak muram dan tidak suka melihat Rico menggenggam erat tangan Ruby.


"Lama sekali kalian! ayo silahkan duduk," ucap Stella.


"Maaf, kita tadi terjebak macet," ucap Rico.


Ruby kemudian memperkenalkan diri pada Nyonya Jennie dan Stella. Ia kemudian duduk di sebelah Rico, Angelica yang melihat hal itu langsung duduk di antara Rico dan Ruby.


"Aunty, jangan dekat-dekat Daddy ku," ucap Angel sembari berkacak pinggang.


"Kamu lucu sekali, cantik," kata Ruby seraya mencubit dengan gemas pipi tembem Angelica.

__ADS_1


"Jangan cubit Angel! sakit tau," ucap Angelica sembari mengusap bekas cubitan di pipinya.


Semua tertawa melihat tingkah Angelica yang mengemaskan, gadis kecil itu saat ini duduk menempel Rico.


"Sayang, Aunty Ruby ini calon mommy Angelica. Jadi Angelica harus menghormati dan menyayangi Aunty Ruby," ucap Stella lalu tersenyum.


"Gak mau punya mommy lagi! mommy hanya kerja dan kerja, Angel tidak suka," ucap Angelica.


Nyonya Jennie meminta suster Lela, membawa Angelica ke kamarnya. Sudah saatnya mereka membicarakan hal yang lebih penting lagi. Karena kalau Angelica ada di sana pasti akan gagal, dan hanya membuat mereka tertawa dengan tingkah lucu Angelica.


"Ruby, awalnya saya meminta Rico untuk menikahi Stella! tetapi Rico menolak dan membawamu ke sini untuk diperkenalkan pada kita semua. Jadi kapan kamu siap kita lamar?" tanya Nyonya Jennie membuat Ruby terkejut.


"Secepat ini, Tante! apa tidak terlalu cepat," kata Ruby.


"Mah, kita masih ingin menikmati masa muda kita. Jadi jangan membahas soal pernikahan dulu," kata Rico.


"Apa? Rico, ingat usia kamu! teman-teman kamu sudah mempunyai anak, kapan kamu akan memberikan cucu untuk Mamah," kata Nyonya Jennie penuh harap.


"Bukanya Mamah sudah menganggap Angelica sebagai cucu! jadi tidak perlu menambah cucu lagi," kata Rico.


"Stella, kenapa begitu! tidak bisa, aku tidak mengizinkan," kata Nyonya Jennie.


Stella tidak mau menambah hutang budinya lagi pada keluarga Rico, setelah Rico menolaknya kemarin dia menjadi tidak bersemangat berada di rumah ini.


"Kalau begitu keputusan mu, kalian berdua boleh pergi dari rumahku! aku akan tinggal berdua dengan calon istriku," kata Rico membuat Ruby melotot ke arahnya.


"Kamu ngusir Mamah, Rico? tau begini Mamah tidak akan pulang ke sini," sesal Nyonya Jennie.


"Rico, kamu keterlaluan! baiklah aku akan pergi," kata Stella hendak berdiri dari duduknya.


"Tapi, Angelica tetap berada di sini! karena dia anak ku," kata Rico.


Stella mengatakan kalau Angelica tidak akan mau tinggal dengan Rico, lalu Rico menyuruh suster Lela untuk membawa Angelica. Setelah bertanya pada Angelica ternyata benar, gadis kecil itu tidak mau ikut dengan Stella.


"Rico, kamu pasti sudah meracuni anakku! tidak mungkin dia akan berbicara seperti itu," kata Stella tidak terima dengan ucapan Angelica yang tidak mau ikut dengannya.

__ADS_1


"Mommy, Angel ikut Daddy," sahut Angelica.


Untuk memecahkan situasi seperti ini Nyonya Jennie mengajak mereka untuk makan malam, karena sudah hampir larut malam. Angelica yang seharusnya sudah tidur menjadi terganggu, karena adanya perdebatan antara Rico dan Stella.


"Maafkan aku Stella, aku melakukan semua ini agar kamu bisa bahagia dengan orang yang tepat! bukan aku," ucap Rico dalam hati.


Di meja makan Ruby tak kuasa menahan lapar, dia langsung mengambil piring dan mengisinya dengan berbagai lauk. Ruby belum pernah di jamu seperti ini saat bertamu di rumah orang, bahkan makan enak pun jarang.


"Ruby, kamu pasti lapar sekali ya? maaf tadi harus berdebat dulu," kata Stella melirik ke arah Rico.


Rico menggaruk kepalanya yang tidak gatal, melihat tingkah Ruby yang memalukan ini. Ia merasa sangat malu pada Stella dan Mamahnya, masa calon istrinya rakus seperti yang dia lihat.


"Makanannya enak sekali! boleh aku bungkus bawa pulang," kata Ruby di sela-sela makan.


"Tentu saja boleh, Ruby! Rico menyiapkan makanan sebanyak ini untuk kita makan, bukan hanya di lihat," kata Stella.


Nyonya Jennie hanya menggelengkan kepalanya, ia akan mempunyai calon menantu seperti ini. Dia juga meminta Ruby setiap hari agar datang ke rumahnya, Nyonya Jennie akan mengajari Ruby adab makan di rumah orang.


Satu kantong plastik makanan ia bawa pulang, Rico sangat kesal melihat kelakuan Ruby.


"Ruby, kamu sungguh memalukan!" kata Rico dengan keras saat berada di dalam mobil hendak mengantarkan Ruby pulang.


"Tuan, saya tidak tega melihat ibuku di rumah makan dengan tempe sedangkan aku di rumah Tuan makan ayam goreng, udang goreng tepung, pizza dan lainnya," kata Ruby.


Ruby juga mengatakan baru pertama kali makan di rumah orang kaya, ia sebelumnya juga jarang ke acara makan.


"Apa kamu tidak punya rasa malu?" tanya Rico.


"Orang kaya biasanya akan membuang sisa makanan, jadi lebih baik aku bawa pulang! Tuan, lain kali aku ikut ya, kalau Tuan makan- makan lagi," ucapnya.


Rico salah menduga, ia mengira Ruby adalah gadis polos yang bisa menyesuaikan tempat ternyata tidak. Ruby justru membuatnya sangat malu, Rico kemudian melajukan kendaraannya dengan kencang, agar cepat sampai di rumah Ruby.


Kali ini Rico meninggalkan mobilnya di pinggir jalan, ia ingin melihat keadaan rumah Ruby.


Bug... Bug...

__ADS_1


Tiba-tiba ada orang yang memukul Rico, hingga membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.


__ADS_2