
Di kantor William marah-marah, ia teringat dengan Stella. William berencana ingin mencari Stella lagi, rasa bersalah menghantuinya.
"Suruh anak buah mu untuk mencari Stella!" perintah William pada Rico.
"Baik, Tuan," ucap Rico kemudian melangkahkan kaki keluar dari ruangan William.
Rico kemudian menuruti perintah William, dia segera menyuruh anak buahnya untuk mencari Stella. Mereka mencari Stella di tempat William melihatnya waktu ke luar kota.
Sampai di sana orang suruhan Rico berpencar mencari keberadaan Stella, tetapi belum juga menemukan. Riko mengharuskan merasa menemukan Stella secepatnya dia tidak mau mengecewakan Tuannya.
Rayhan hari ini bersama Siti datang menemui Stella, mereka hendak mengajak Stella pulang ke rumahnya. Tapi setelah menolak dia tidak ingin merepotkan, apalagi sekarang dia sudah mempunyai seorang anak. Siti menawarkan diri kalau dia bersedia merawat anak Stella, agar Stella bisa bekerja dengan tenang. Stella menolak tawaran Siti, karena dia tidak mau merepotkan Siti. Takut kejadian kayak dulu berulang lagi.
"Stella, kamu jangan menghawatirkan itu lagi. Mereka sudah tahu kalau aku dan Siti sudah menikah," ucap Rayhan memaksa Stella karena kasihan melihat Stella.
"Ayolah Kak, kita sudah menganggap Kakak sebagai saudara," kata Siti.
__ADS_1
"Tidak Siti! kalian sudah menikah jadi seharusnya kalian menikmati waktu berdua, bukan malah mengurus anak ku," jelas Stella.
Mereka tidak berhasil untuk membujuk Stella, agar mau tinggal bersamanya.
"Stella, tolong pikirkan kembali tawaran kita," kata Rayhan. Kita pamit pulang dulu," Lanjutnya.
Setelah Rayhan pergi Stella berfikir lagi, kalau dia akan pulang ke rumahnya. Tetapi dia mengkhawatirkan kalau William masih ingin membunuh anaknya. Keuangan Stella juga sudah menipis, kebutuhan juga semakin banyak dia sudah tidak mampu lagi untuk membayar rumah kontrakan.
Keesokan harinya Stella akhirnya mau menerima tawaran Rayhan dan Siti setelah semalam berfikir, dia akan menitipkan anak kepada Siti. Stella akan pulang ke rumah dan bekerja. Siti Dan Rehan sangat senang lalu dia kembali lagi di rumah Stella untuk menjemputnya.
Mereka kemudian membantu setelah untuk berkemas-kemas dan membariskan barangnya untuk pergi ke rumah Rayhan.
"Aku titipkan anakku dulu, Siti! maaf sudah merepotkan," kata Stella.
"Kakak, tenang saja. Siti akan menyayangi Angelica seperti anak Siti sendiri," terang Siti.
__ADS_1
Dengan berat hati Stella memberikan Angelica kepada Siti, sebenarnya ia tidak tega tetapi dirinya tidak ada pilihan lain. Air mata tak terasa menetes dari kedua pipinya.
"Maafkan Mamah, Nak," ucapnya seraya mencium lembut Angelica.
Stella kemudian pergi ke rumah, ia membersihkan rumahnya yang akan dia tempati. Stella tidak akan peduli lagi dengan William, kali ini setelah benar-benar nekat dia akan berubah dan membuang sakit hatinya yang selama ini dia pendam.
Stella kemudian mencari pekerjaan di sebuah kantor, dia langsung diterima karena penampilannya yang menarik dan kecantikannya tidak diragukan lagi.
"Nanti malam Nona, datanglah ke tempat ini lagi," ucap pegawai kantor itu
"Kenapa malam Pak?" tanya Stella.
"Nanti kamu akan tahu," jawab orang itu.
"Tapi saya kerja di tempatkan sebagai apa?" tanya Stella lagi.
__ADS_1
"Sudahlah! menurut saja kamu mau bekerja atau tidak? kami yang menentukan," ucap orang itu dengan ketus.
Setel mulai ragu dengan orang itu dan pekerjaan apa yang akan diberikan.