SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 86


__ADS_3

Rico kemudian masuk ke dalam kamarnya, ia memijit kepalanya yang tidak pusing. Rico juga tidak tau harus berbuat apa, pasti Stella juga tidak bisa menolak.


Keesokan harinya Nyonya Jennie masih menagih jawaban Stella dan Rico, dia memang sengaja memaksakan mereka berdua agar segera menikah.


"Rico, Stella, apa kalian sudah memikirkan?" tanya Nyonya Jennie.


"Tante, keputusan ada di tangan Rico," jawab Stella pasrah.


"Rico masih ingin menikmati kesendirian, Mah," kata Rico membuat Nyonya Jennie mengernyitkan dahi.


"Sampai kapan?" tanya Nyonya Jennie.


Rico tidak menjawab pertanyaan Mamahnya, dia justru berpamitan untuk segera berangkat ke kantor. Nyonya Jennie kemudian meminta Stella agar membujuk Rico untuk menikah dengannya.


Stella mendatangi Rico di kantornya, ia mengatakan apa yang di mau oleh Nyonya Jennie.


"Stella, ada apa kamu kesini? bukannya kamu harus mendaftarkan sekolah Angel," ucap Rico saat melihat Stella masuk ke dalam ruangannya.


"Ada yang ingin aku bicarakan, Rico! soal pernikahan kita," ucap Stella kemudian duduk tepat di depan meja kerja Rico.


"Memangnya kamu mau menikah dengan ku? lalu bagaimana dengan perasaan kamu, apa kamu menyukai ku," ucap Rico.


"Aku banyak berhutang budi dengan keluarga kamu! aku ingin membalas semua," jelas Stella.


"Cih... aku tidak mau menikah dengan mu! alasan yang tidak masuk akal, mengorbankan diri hanya untuk membalas budi. Aku tidak suka caramu," ucap Rico.


Stella kemudian menjelaskan panjang lebar alasannya, dia juga berfikir kalau menikah dengan orang lain dia harus meyakinkan Angelica. Dia tidak mau semua itu terjadi, Stella ingin anaknya bahagia.


Rico terdiam mendengar penjelasan Stella, yang dia takutkan sebenarnya adalah Stella tidak bisa mencintainya. Rico menjadi bingung jika Stella sudah membawa nama Angelica, karena dia sangat menyayangi Angelica lebih dari apapun.


"Rico, cepat jawab! pekerjaan ku banyak. Aku tidak ada waktu untuk mengurus pernikahan kita," kata Stella.


"Lebih baik kamu selesaikan pekerjaan dulu, masalah pernikahan tidak begitu penting. Pulang dari kantor nanti aku akan bicara sama Mamah lagi," terang Rico.


Stella mendengar jawaban Rico sangat kesal, sepertinya baru kali ini dia ditolak seorang lelaki. Ia kemudian meninggalkan kantor Rico, dengan cepat Stella melangkahkan kaki hingga tak sengaja menabrak seseorang yang dia kenal.


"Kalau jalan lihat-lihat dong!" ucap Stella.

__ADS_1


"Stella!" kaget Martin.


"Tuan Martin, apa yang sedang anda lakukan di sini?" tanya Stella.


Martin kemudian mengajak Stella untuk berbicara terlebih dahulu, karena mereka lumayan lama tidak bertemu.


"Tambah cantik saja kamu, Stella," ucap Martin dengan senyum yang sulit diartikan.


"Dari dulu saya memang cantik, Tuan! anda tau tidak, baru kali ini aku di tolak laki-laki," kata Stella menyombongkan diri.


"Siapa yang telah menyia-nyiakan wanita seperti kamu? mungkin orang itu bodoh," kata Martin.


"Siapa lagi kalau bukan Rico! Dia menolak menikah dengan ku, padahal aku sudah berserah diri menjadi istrinya," kata Stella.


Martin tertawa mendengar ucapan Stella, seandainya dia yang akan menikah dengan Stella pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. "Bagaimana kalau aku yang menggantikan Rico?" ucapnya.


Stella mengatakan kalau dirinya tidak akan menikah kalau tidak dengan Rico, semua dia lakukan demi Angelica. Gadis kecil itu sangat dekat dan manja dengan Rico, ketika dia bertemu dengan orang asing pasti akan diam saja. Di tambah Stella banyak berhutang budi dengan keluarga Rico, dan permintaan Nyonya Jennie.


"Kamu tidak bisa melupakan William? dia sudah bercerai dengan Helena, apa kamu tidak ada niatan untuk kembali," ucap Martin.


"Jangan membahas orang itu lagi, Tuan," kata Stella.


*


*


Kiana datang ke rumah Karin, ia mengatakan kalau William di gugat cerai Helena. Karin justru sangat bahagia, dia berharap Stella akan menggantikan Helena.


"Kiana, lebih baik kamu segera menemui Stella. Dia harus mau kembali sama William," ucap Kiana.


"Tidak semudah itu, Tante! Stella sudah berubah, dia tidak mungkin mau menerima William," jelas Kiana.


"Percuma kita memisahkan William dan Helena kalau Stella tidak mau, kita harus paksa Stella! cepat cari tau di mana tempat kerja Stella," kata Karin.


Kiana keponakan yang patuh dengan Tantenya, ia pun segera mencari tau di mana kantor Stella. Setelah menemukan Kiana segera menemui Stella, di sebuah gedung yang menjulang tinggi itu tempat Stella kerja.


"Kiana! kamu bisa ada di sini? sama siapa?" tanya Stella saat Kiana berada di ruang kerjanya.

__ADS_1


"Aku sendiri. Ada yang ingin aku bicarakan, Stella," ucap Kiana.


"Boleh, apa yang akan kamu bicarakan," kata Stella.


"Stella, kamu mau kan menikah dengan William? dia sekarang sudah bercerai dengan Helena," kata Kiana.


"Apa? menikah dengan orang yang sudah menghancurkan hidup ku! orang yang tidak mengakui anaknya! tidak, Kiana!" kata Stella dengan tegas.


"Aku dan Tante Karin sudah berusaha memisahkan William dan Helena. Ayolah jangan kecewakan kita," kata Kiana sedikit memaksa.


"Kiana, sebagai seorang perempuan kamu seharusnya bisa mengerti. Aku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali Rico! camkan itu!" kata Stella bersikukuh tidak akan pernah menikah dengan William.


"Tetapi William Ayah dari anak kamu, Stella! kamu jangan egois, lambat laun dia akan tau kalau Ayah kandungnya William," kata Kiana.


"Aku tidak peduli!" ucap Stella dengan keras.


Kiana lalu berpindah duduk di sebelah Stella, dia meminta maaf karena sudah memaksanya. Dia melakukan semua dengan tujuan menyatukan William dan Stella, tapi usahanya gagal.


Setelah Kiana pergi Stella memijat kepalanya yang tidak pusing, dia hanya merasa lelah di tambah ucapan Kiana yang menambah beban pikirannya.


"Tetapi William Ayah dari anak kamu, Stella! kamu jangan egois, lambat laun dia akan tau kalau Ayah kandungnya William," kata Kiana. Ucapan inilah yang terngiang dalam telinga Stella, ia menjadi berfikir bagaimana nanti kalau Angelica mengetahui Rico bukan Daddy nya.


Stella menjadi bingung harus berbuat apa, seburuk apapun kelakuan William tetap dialah anak dari anaknya.


Pulang dari kantor Stella berjalan kaki, ia memikirkan perkataan Kiana tadi sehingga membuatnya sedih.


"Apa yang kamu lakukan disini? Ayo kita pulang," ajak Rico saat melihat Stella berjalan di pinggir jalan.


"Rico, aku mau sendiri dulu," ucap Stella dengan pelan.


"Katakan apa yang membuatmu sedih!" kata Rico.


Stella tidak mengatakan apapun, ia hendak melanjutkan jalan kakinya tetapi Rico mencekal tangan Stella lalu menyeretnya masuk ke dalam mobil.


"Rico, kamu tidak dengar apa yang ku katakan!" teriak Stella.


Rico lalu melajukan mobilnya dengan kencang, hingga sampai di depan rumah.

__ADS_1


"Rico, apa kamu mau menikahi ku secepatnya?" tanya Stella saat hendak turun dari dalam mobil.


__ADS_2