SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 44


__ADS_3

Stella akhirnya di terima kerja di tempat itu, ia sangat senang karena di sambut dengan ramah.


"Nona, persiapkan diri anda! besok sudah bisa mulai kerja," ucap karyawan di kantor itu.


"Baik, Bu. Terimakasih sudah mempercayakan saya," kata Stella kemudian meninggalkan kantor itu.


Tiba-tiba Stella teringat dengan Angelica, matanya berkaca-kaca. Stella sangat merindukan sang buah hatinya, yang baru saja berumur beberapa hari.


Stella kemudian menghubungi Rayhan untuk menanyakan keadaan Angelica, ia juga memberitahu Rayhan kalau sudah mendapatkan pekerjaan.


"Rico... " ucapnya lirih.


Tak di sangka ternyata Rico mau membantunya, Stella lalu mengirim pesan pada Rico kalau dia ingin bertemu.


Rico yang saat ini sedang meeting mendapat tatapan tajam dari William karena ponselnya berbunyi.


"Maaf Tuan," ucap Rico kemudian mengambil ponselnya dari saku lalu mematikannya.


"Baca dulu! siapa tau penting!" kata William.

__ADS_1


Rico tidak membaca pesan dari Stella, ia takut ponselnya di minta oleh William. Setelah selesai meeting Rico baru membaca dan meminta izin William untuk pergi sebentar.


Kebetulan William mengizinkan, jadi Rico mempunyai kesempatan saat ini untuk menemui Stella.


Di sebuah cafe kecil mereka bertemu, semua adalah ide Rico. Karena William tidak akan mungkin menyusul ke cafe kecil.


"Ada apa, Nona? kenapa minta bertemu?" tanya Rico.


"Mulai sekarang panggil aku Stella saja! sebenarnya aku mau mengucap terimakasih, kamu sudah membantu ku," ucap Stella.


"Nona! Eh... maaf maksud saya, Stella. tidak perlu untuk minta maaf, justru saya yang minta maaf karena telah membantu William saat itu. saya benar-benar menyesal," terang Rico.


"Kalau bertemu dengan anaknya pasti Tuan William akan menyesal," ucap Rico.


"Jangan sampai dia tau! aku tidak akan pernah memperkenalkan anak ku dengan Ayahnya," kata Stella dengan wajah yang serius.


"Boleh saya bertemu dengan anak mu, Stella?" tanya Rico.


"Untuk saat ini tidak bisa, Rico! Aku memang salah sudah menitipkan dia pada seseorang, tetapi aku melakukan semua demi masa depannya," kata Stella.

__ADS_1


Rico menawarkan bantuan pada Stella, agar mengambil anaknya dan dia akan menyewa pengasuh untuk anak Stella. Rico yang akan membiayai semua kebutuhan anak Stella.


"Dengan uang dari William?" tanya Stella.


"Tidak Stella! hasil jerih payahku sendiri," kata Rico.


"Kamu selama ini kerja dengan William, berarti uang itu dari William! aku tidak mau," Stella menolak tawaran Rico.


"Aku bisa menggunakan uang hasil perusahaan ku kalau kamu mau, bukan gaji dari Tuan William," jelas Rico.


"Rico, pernah ada orang yang menawarkan kebaikan tetapi semua itu tidak berlangsung lama, aku tidak mau merepotkan kamu. Aku tidak mau berhutang budi," kata Stella.


"Dengarkan aku, Stella! jika ada orang yang berbuat baik dengan kamu itu adalah rezeki jangan pernah ditolak," terang Rico seraya memegang tangan Stella.


"Lepas! nanti ada yang melihat, aku tidak ingin membuat kamu repot," kata Stella meminta Rico melepas tangannya.


"Maaf," ucapnya seraya melepas tangan Stella yang dia pegang.


Mereka berdua kemudian pergi dari cafe itu, Rico mengantarkan Stella pulang terlebih dahulu baru pergi ke kantor menemui William.

__ADS_1


Yang ada di pikiran Rico saat ini adalah bagaimana agar Stella tidak menolak tawarannya, karena kalau Stella terus tinggal di rumahnya lambat laun William akan segera menemukannya.


__ADS_2