
"Aunty, siapa? kenapa memanggil Angel," ucap gadis kecil itu seraya menatap orang yang berbicara dengannya.
"Sayang, ayo ikut aunty! nanti kita beli es krim," ajak Kiana yang kebetulan datang ke kantor Rico karena ada perlu.
Kiana melihat Angelica yang semakin cantik dan mirip dengan William, dia ingin memperlihatkan gadis kecil itu pada Ayah yang tidak mengakuinya.
Angelica bingung di satu sisi dia ingin eskrim, satu lagi teringat perkataan Daddy nya tidak boleh ikut dengan orang asing.
"Tidak Aunty, nanti Daddy marah sama Angel," kata gadis itu sembari memundurkan tubuhnya.
Kiana terus berusaha mengiming-imingi Angelica akan di belikan es krim dan boneka barbie, dia hendak mengajak Angelica ke mall dekat dengan kantor William.
Namanya juga anak kecil pasti tertarik dengan iming-iming yang dijanjikan oleh Kiana, Angelica pun mau ikut dengan Kiana ke mall.
"Asyik... aku bisa Jalan-jalan sama Aunty," ucap Angelica penuh dengan semangat.
"Tentu saja, sayang! nanti kita beli es krim yang banyak," ucap Kiana seraya menggendong Angelica.
Kiana kemudian mengajak William bertemu di mall itu, awalnya William menolak karena sibuk dengan pekerjaan. Tetapi Kiana mengatakan kalau William tidak datang, ia akan menyesal.
William akhirnya datang juga ke mall itu, dia duduk di sebuah cafe sembari menunggu Kiana datang. Tak lama kemudian Kiana datang dengan mengajak Angelica, mereka menuju ke tempat di mana William berada.
"Siapa anak kecil itu?" tanya William dengan ketus. Ketika melihat Angelica, ia teringat dengan dirinya waktu kecil. Wajah Angelica sangat mirip dengan dirinya, tetapi dia tetap menyangkal.
Angelica menatap William, kemudian dia memperkenalkan diri pada William.
"Uncle, namaku Angelica. Panggil saja Angel," ucap gadis kecil itu kemudian mengulurkan tangan untuk menjabat tangan William.
"Emmm... aku William," ucapnya menjabat tangan gadis itu.
"Kamu tau kan sekarang siapa anak ini," ucap Kiana sembari tersenyum.
"Untuk apa kamu membawa anak ini! cepat bawa pergi dari sini," kata William dengan kasar.
"Aunty, Angel takut! Uncle William jahat," kata Angelica hampir menangis.
"Sayang, dia itu...
"Kiana, jangan mengatakan apa yang tidak dia mengerti! cepat bawa pergi," kata William mengusir Kiana dan Angelica.
"Orang tua macam apa kamu!" bentak Kiana kemudian membawa Angelica ke kedai es krim.
__ADS_1
Seperti yang dia janjikan, Kiana menyuruh Angelica memilih es krim yang dia sukai. Angelica akhirnya tersenyum lagi, dan memilih tiga es krim dengan varian yang berbeda.
"Aunty, harus coba. Ini enak sekali," ucap Angelica sembari memberikan es krim nya pada Kiana.
Kiana mencoba es krim itu agar Angelica senang, dia juga memesan untuk dirinya sendiri. Setelah makan es krim Kiana mengajak Angelica untuk membeli boneka dan makanan ringan.
*
*
Rico kembali ke ruang kerjanya tetapi tidak mendapati Angelica di sana, kemudian ia mencari ke depan tidak juga di temukan. Dia juga sudah bertanya kepada semua karyawan dan keamanan, mereka semua tidak melihat.
"Apa yang harus aku katakan pada Stella... " ucapnya lirih.
Rico duduk di depan kantor seraya menghembuskan nafas beratnya, dia tidak mau mengecewakan Stella.
"Tuan, kita lihat rekaman CCTV dulu saja. Siapa tau ada petunjuk," kata salah satu karyawan kantor.
Rico kemudian mengikuti karyawan itu untuk melihat rekaman CCTV, ternyata benar dalam rekaman itu ada seorang wanita yang mengajak Angelica keluar dari kantor.
"Kiana!" ucap Rico kaget.
Rico kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Kiana, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Rico lalu mengirimkan pesan untuk Kiana, agar mengembalikan Angelica.
"Dari mana saja, Angel? Daddy pusing cari kamu," ucap Rico sembari menggendong Angelica.
"Beli es krim, Dad," jawab Angelica.
Rico menatap Kiana kesal, karena pergi membawa Angelica tanpa bilang terlebih dahulu. "Lain kali bilang kalau mau bawa Angelica," kata Rico.
"Maaf Rico, aku hanya ingin mengajak dia bertemu William," kata Kiana mengatakan apa yang sebenarnya.
"Apa? bagaimana kalau Angelica dibawa William? jangan ulangi lagi," kata Rico.
"Daddy, Aunty baik kok! yang jahat itu Uncle William," sahut Angelica.
"Kamu jangan khawatir, William tidak mau mengakui kalau Angel anaknya," kata Kiana sembari memberikan kantong yang berisi boneka dan makanan ringan untuk Angelica.
Seandainya William mengakui kalau Angelica anaknya, pasti Kiana juga tidak akan mengembalikan pada Rico. Kiana telah gagal membuat William sadar, dia sudah berusaha membawa Angelica tetapi sia-sia.
"Aku pulang dulu," pamit Kiana. Angel, kapan-kapan kita main lagi ya," Lanjutnya.
__ADS_1
"Oke Aunty! makasih ya, sudah ajak Angel beli es krim," ucap Angelica sembari melambaikan tangan pada Kiana.
Setelah Kiana pergi, Rico mengajak Angelica masuk ke dalam ruang kerjanya. Angelica duduk manis di sofa sembari memainkan boneka barunya.
"Daddy, tadi aku dibelikan es krim banyak dan ketemu sama Uncle William," ucap Angelica dengan tiba-tiba.
Rico menghentikan pekerjaannya, kemudian mendekati Angelica. "Cerita sama Daddy, tadi Angel ngapain aja?" ucapnya.
"Uncle William jahat, tadi Aunty di bentak gara-gara bawa Angel terus di suruh bawa pergi," jelas Angelica dengan nada bicara khas anak kecil.
"Keterlaluan William," ucap Rico dalam hati lalu mengepalkan tangannya.
Angelica yang melihat Rico mengepalkan tangan kemudian mengatakan kalau tidak boleh marah, dia takut melihat orang dewasa marah. Stella juga tidak pernah marah di depan Angelica, ketika kesal dengan Rico pasti akan mengajak Rico untuk keluar dulu baru dia marah.
Rico kembali menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, dia ingin segera pulang agar Angelica bisa istirahat.
*
*
Kiana mendatangi karin yang sedang santai di rumahnya, dia kesal dengan William yang masih saja bersikap angkuh tidak mau mengakui kalau Angelica adalah anaknya.
Kebetulan pernikahan William dengan Helena belum di karuniai keturunan, itu yang membuat Karin kecewa juga dengan Helena.
"Sayang, kamu datang kesini? bagaimana berhasil tidak?" tanya karin ketika melihat Kiana datang.
"William bodoh! gila dia tidak mau mengakui Angelica anaknya," kata Kiana sembari mendudukkan diri di sebelah Karin.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Ayo kita ke rumah William," ajak Karin.
Sebenarnya Kiana sangat malas datang ke tempat William, apalagi harus bertemu dengan Helena. Tapi demi Tante kesayangannya, dia rela melakukan apapun.
*
*
Rumah William.
Saat ini Helena dan William sedang menikmati waktu berdua, mereka ingin segera mendapatkan keturunan. Helena yang selalu mendesak William, karena untuk mendapatkan harta warisan Papahnya.
"William... keluar!" teriak seseorang dari luar.
__ADS_1
William dan Helena lalu menghentikan kegiatannya, kemudian mereka membuka pintu kamar lalu keluar menemui orang itu.