
Hari berganti hari sudah mereka lalui, Stella semakin dekat dan akrab dengan William. Kemana William pergi Stella selalu di ajak begitu juga dengan Rico, yang selalu ikut kemanapun William pergi.
Kedekatan Stella dan William membuat khawatir Karin dan Kiana, William sudah bersumpah kepada Ayahnya untuk menikahi Helena.
"Stella mana Rico? aku ingin berbicara dengannya," ucap Kiana.
"Nona Stella pergi dengan Tuan, Nona," jawab Rico.
"Pergi kemana? kenapa Stella tidak bilang," kata Kiana.
"Mungkin ke luar kota, Nona," ucap Rico.
Kiana kembali ke ruang kerjanya, lalu menghubungi Karin memberitahu soal William. Karin menyuruh Rico untuk menjaga William, dia sangat khawatir dengan keselamatan William.
Di tempat lain, saat ini William dan Stella sedang menikmati es krim. Mereka tidak keluar kota tetapi berjalan-jalan ke sebuah mall.
"Stella, aku ingin es krim kamu," ucap William, yang memegang es krim rasa vanila.
"Cuci dulu sendok kamu," kata Stella, sembari menjauhkan es krim miliknya dari William.
"Pelit sekali kamu, Stella," kata William.
"Aku tadi sudah bilang, beli rasa coklat kenapa kamu beli rasa vanila," protes Stella.
__ADS_1
"Seperti anak kecil saja," ucap William. Aku sibuk kerja, jarang makan es krim," Lanjutnya.
"William, kembalikan es krim ku!" kata Stella, saat William merebut es krim milik Stella.
Semenjak mereka dekat William tidak mau dipanggil Tuan lagi oleh Stella, saat berada di luar kantor. Itu permintaan Stella, awalnya Stella tidak mau karena William atasannya dia takut tidak sopan.
Es krim milik Stella yang di rebut oleh William tumpah, dan mengenai baju Stella.
"Tumpah, kan! gara-gara kamu, William," ucap Stella, sembari membersihkan tumpahan es krim dengan tisu.
"Aku tidak sengaja! sini aku bantu," kata William, merebut tisu yang di bawa Stella lalu membantu membersihkan baju Stella.
"Biar aku saja, William," ucap Stella.
"Lebih baik bajunya di buang saja! ayo kita beli!" ajak William.
"Itu lain Stella, ini cuma baju," kata William.
William dan Stella berdebat soal baju Stella yang kotor, bahkan baju William pernah di pakai oleh Riko langsung di buangnya.
Rico menghubungi William, memberitahu kalau Kiana mencarinya. William kemudian mengajak Stella untuk kembali ke kantor.
"William, terimakasih kamu selalu ada untuk ku," ucap Stella, saat berada di perjalanan menuju ke kantor.
__ADS_1
"Semua tidak gratis," kata William.
Stella menatap wajah tampan William, ingin rasanya dia menampar wajah William. Dia mengira William tidak tulus baik kepada dirinya.
"Berapa aku harus ganti?" tanya Stella.
"Aku mau kamu menjadi kekasih ku," jawab William.
Stella tersenyum mendengar ucapan William, walaupun sebenarnya dia masih ragu dengan perasaannya sendiri. Tidak bisa dipungkiri lagi sebenarnya Stella juga menyukai William.
"Jangan bercanda, William," kata Stella, sembari menatap William lagi.
"Apa aku terlihat bercanda? aku serius!" tegas William.
"Tapi, aku takut William. Orang tua kamu tidak bisa menerima ku," kata Stella.
"Stella, jangan berfikir sejauh itu. Aku hanya ingin kamu menjadi kekasih ku saja," ucap William.
Hati Stella merasa tidak enak setelah mendengar ucapan William, hanya ingin di jadikan kekasih berarti William hanya main-main saja dengannya.
"Aku tidak bisa... " ucap Stella lirih.
"Katakan alasannya! Stella, pertama kali kita bertemu aku sudah jatuh hati dengan mu," kata William.
__ADS_1
"William, kita sudah sampai," kata Stella, hendak keluar dari mobil William. Tetapi William mengunci pintu mobilnya.
William mengancam Stella, kalau Stella mempunyai kekasih dia akan memberi pelajaran pada kekasih Stella.