SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 50


__ADS_3

Siti sangat kagum melihat gedung pencakar langit di kota ini, ia baru pertama kali menginjakkan kaki di kota ini. Rayhan tidak pernah mengajaknya, mereka dari desa naik motor jadi pemandangan kota terpampang nyata di depan mata.


"Ini rumah siapa, Rayhan?" tanya Siti saat mereka sampai di depan rumah Stella.


"Rumah Stella, kecil dan sangat sederhana," jawab Rayhan.


Saat akan mengetuk pintu rumah Stella, tiba-tiba William datang menghampiri mereka.


"Siapa kalian? kenapa berada di sini?" tanya William melihat ke arah Rayhan dan Siti secara bergantian. Matanya tertuju pada bayi yang di gendong Siti, dia ingin melihat lebih dekat bayi itu tetapi gatal karena Rayhan mengalihkannya.


"Kami mencari rumah kosong, untuk kami sewa. Apa rumah ini milik, Tuan?" tanya Rayhan agar William tidak curiga.


"Rumah ini milik kekasih ku, tapi sekarang gak tau dia ada dimana," kata William raut wajahnya berubah seketika. Bukannya kamu tukang ojek itu?" tanya William.


"Em... iya! saya memang tukang ojek, Tuan," jawab Rayhan dengan gugup.


Sementara itu Stella yang berada di dalam rumah tidak berani keluar, dia mengirimkan pesan pada Rico untuk meminta tolong agar William pergi dari rumahnya.

__ADS_1


"Angelica... bagaimana ini kalau William melihatnya, dia mirip sekali dengan William. Pasti dia akan memintanya," ucap Stella dalam hati.


Stella sangat takut jika William mengetahui kalau yang di bawa oleh Siti adalah anaknya, ia sampai meneteskan air matanya.


***


Rico yang saat ini berada di rumah Karin bingung, mau melakukan apa agar William pergi dari rumah Stella.


"Rico, mana William? kenapa dari luar kota tidak pulang ke rumah dulu," ucap Helena yang kebetulan juga ada di rumah Karin.


"Baru juga di tinggal sehari sudah bingung," sindir Karin.


Helena kemudian mengambil ponselnya yang ada di dalam tas, kemudian ia menghubungi William agar pulang ke rumah. William menolak permintaan Helena, dia beralasan ada masalah kantor yang penting.


"Mah, tolong kasih tau William nanti kalau kesini suruh pulang, aku pulang dulu," ucap Helena kemudian pergi dari rumah Karin.


Karin memijat kepalanya yang tidak pusing, dia heran dengan sikap Helena. Dia tidak menyalahkan Helena karena William juga salah.

__ADS_1


"Nyonya, tolong telepon Tuan William sekarang juga! dia berada di rumah Nona Stella," kata Rico terpaksa bilang ke Karin.


"Apa? untuk apa William berada di sana, masih mengharapkan Stella?" kata Karin kemudian melakukan apa yang di bilang Rico.


William menuruti apa permintaan Ibunya, dia tidak membantah perintah Ibunya.


***


Stella merasa sangat lega setelah mengetahui kalau William sudah pergi dari rumahnya, dia kemudian segera membuka pintu untuk Rayhan dan Siti. Dia kemudian menggendong Angelica dan menciumnya, Stella sangat merindukan anak semata wayangnya.


"Rayhan, Siti, ada apa kalian datang ke sini? untung saja William tidak melihat Angelica dengan jelas," ucap Stella.


"Stella, maafkan aku. kedatangan kita kesini untuk mengembalikan Angelica, karena di tempat kita tidak aman," jelas Siti.


"Hampir saja kita kehilangan Angelica, beruntung saja Siti bisa menemukan kembali," timpal Rayhan.


"Iya kah? sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Stella dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.

__ADS_1


Siti kemudian menjelaskan pada Stella, dia takut kalau kejadian seperti ini akan terulang kembali.


__ADS_2