SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 58


__ADS_3

Rico masih merayu Mamahnya, agar memberikan Angelica kepadanya. Dia tidak mau membuang-buang waktu, ia harus membawa pulang Angelica.


"Mah, tolong! kasihanilah Stella, dia sudah berjuang mati-matian untuk mempertahankan anak ini," terang Rico.


"Mamah sudah terlanjur menyayangi Angelica, Rico! pulang ke rumah mu dan katakan pada Stella kalau anaknya akan Mamah besarkan," kata Nyonya Jennie.


"Angelica bukan cucu Mamah, Rico tidak menghamili Stella," kata Rico.


Nyonya Jennie tidak memperdulikan ucapan Rico, justru ia menimang Angelica yang sedang menangis.


"Sayang, kamu haus? bentar oma buatin susu," ucap Nyonya Jennie dengan lembut sembari mencium kening Angelica.


Rico melihat perlakuan Mamah nya ke Angelica menjadi tidak tega, ia memijat keningnya yang tidak pusing. Rico kemudian masuk ke dalam kamarnya, kemudian ia menelpon Stella.


📞 "Stella, sepertinya aku tidak bisa membawa Angelica pulang," kata Rico.


📞 "Bunuh aku, Rico! dari pada harus kehilangan Angelica, dia harta satu-satunya yang aku punya," ucap Stella.


📞 "Di sini Angelica akan aman dari William, Mamahku akan merawat Angelica, Stella," kata William lagi.


Nyonya Jennie ternyata mendengar semua ucapan Rico dan Stella, kemudian ia masuk kedalam kamar Rico dan merebut ponsel Rico.


📞 "Dengar Stella! aku terlanjur menyukai bayi ini, biarkan aku merawatnya. Dia akan hidup kecukupan di sini," kata Nyonya Jennie.


📞 "Nyonya, tolong kembalikan anak ku!" teriak Stella.


Nyonya Jennie kemudian mematikan ponselnya lalu mengembalikan pada Rico.


"Mah, kenapa dimatikan? Mamah tidak boleh egois, memisahkan seorang anak dari Ibunya," kata Rico.


"Rico, kamu tau apa? Stella sering mengajak anaknya pergi kerja, kalau sakit bagaimana? sedangkan dia untuk mencukupi kebutuhannya masih kurang," kata Nyonya Jennie.


Rico kemudian menyuruh seseorang untuk membawa Stella ke rumah Nyonya Jennie, agar Stella meminta sendiri anaknya.


Tujuan Nyonya Jennie sebenarnya baik tetapi cara mengambil Angelica yang salah, harusnya ia menemui Stella langsung dan meminta izin merawat Angelica.


***


Stella kembali menangis lagi, dia meratapi nasibnya yang tidak pernah bahagia sama sekali. Stella kembali berusaha membuka jendela kamar itu, ia memecahkan kaca.

__ADS_1


"Apa aku harus melompat dari sini, tapi kenapa tinggi sekali," ucapnya dia baru teringat kalau kamar yang dia tempati berada di lantai dua.


Stella tidak berani melompat karena gedung itu sangat tinggi, kemudian dia mencari ide agar bisa turun. ia kemudian mengacak-acak isi almari, untuk mencari sprei yang ada di dalam almari setelah menemukan Stella mengikat dengan sprei yang dipakai.


Stella kemudian mengulurkan sprei ke bawah ternyata masih kurang panjang, kemudian ia mencari sprei lagi telah menemukan dan menggabungnya lagi. Akhirnya sprei itu nyampai juga ke bawah.


Saat selesai mengikat dengan tralis besi yang adi di jendela Stella hendak menuruni sprei itu, tiba-tiba penjaga datang.


"Nona, apa yang anda lakukan?" tanya seorang penjaga.


"Aku ingin pergi dari tempat ini! jangan halangi aku," kata Stella.


"Nona, kalau anda terjatuh kemungkinan anda tidak akan selamat! pikirkan baik-baik," ucap salah seorang anak buah Rico.


Stella kemudian mengurungkan niatnya, ia menuruti apa kata anak buah Rico. Kalau sampai terjatuh ia justru tidak akan bisa melihat Angelica selama-lamanya.


"Nona, Tuan Rico menyuruh kita untuk menjemput Nona," ucap anak buah Rico.


"Kemana? apa Rico juga ingin memisahkan aku dan anak ku?" tanya Stella.


"Biar Tuan yang menjelaskan, Nona! ayo ikut kita!" ucap anak buah Rico lagi.


"Nona, maaf kita harus menutup mata anda," ucap salah satu anak buah Rico.


Stella mengikuti apa kemauan anak buah Rico, karena untuk melawan juga percuma Stella sudah lelah. Mereka membawa Stella ke rumah Nyonya Jennie, setelah sampai di depan rumah mereka baru membuka tutup mata Stella.


"Aku di mana? rumah siapa lagi ini?" tanya Stella kebingungan.


"Masuk saja, Nona! Tuan Muda sudah menunggu di dalam," kata pengawal Nyonya Jennie yang kebetulan tadi menyambut kedatangan mereka.


Pengawal itu membawa Stella masuk ke dalam rumah, Stella melihat Nyonya Jennie sedang mengendong Angelica.


"Anak ku... " ucap Stella lirih lalu berlari ke arah Nyonya Jennie hendak mengambil Angelica.


"Jangan sentuh cucu ku! bersihkan dulu tubuhmu!" kata Nyonya Jennie.


Seorang asisten rumah tangga dengan sigap menghampiri Stella, lalu mengajak Stella untuk membersihkan tubuhnya. Dengan cepat Stella melakukan perintah Nyonya Jennie, kemudian Stella mendatangi Nyonya Jennie dan Angelica.


Nyonya Jennie memberikan Angelica pada Stella, dia tidak tega dengan keduanya sebenarnya.

__ADS_1


"Stella, siapa ayah dari Angelica? jawab dengan jujur!" kata Nyonya Jennie.


"William, Nyonya. Aku yang salah telah menjalin hubungan dengan William," kata Stella.


"Stella, kamu sudah datang," sahut Rico yang baru saja dari pergi.


"Rico! terimakasih kamu sudah mempertemukan aku dengan Angelica," ucap Stella.


"Begitu akrab kalian! sejauh mana kalian saling mengenal?" tanya Nyonya Jennie. Aku kira Angelica anak Rico, itu alasan aku membawanya," Lanjutnya.


"Mah, aku mengenal Stella sejak dia berkerja di tempat Tuan William," terang Rico.


Rico kemudian memberitahu soal siapa Nyonya Jennie, Rico mengatakan dengan jujur pada Stella. Nyonya Jennie sendiri juga mengatakan kalau ingin merawat Angelica, tetapi Stella bersikukuh tidak memperbolehkan dengan alasan tidak mau merepotkan.


"Stella, aku sudah terlanjur sayang dengan Angelica. percayalah anak mu akan baik-baik saja di sini," ucap Nyonya Jennie meyakinkan Stella.


"Maaf Nyonya, merawat Angelica seorang diri sudah menjadi keputusan saya. Walaupun saat ini aku sedang terpuruk," terang Stella.


"Terserah kamu, Stella! besok kamu boleh pergi," ucap Nyonya Jennie kecewa dengan keputusan Stella yang tidak mengizinkan merawat Angelica.


"Rico, maafkan aku," kata Stella menatap Rico dengan terbata-bata.


Rico menghormati keputusan Stella, kemudian ia menyuruh Stella untuk beristirahat. Karena Rico hendak menenangkan Nyonya Jennie yang saat ini sedang kecewa.


"Mam...


"Beri Stella pekerjaan yang layak! jangan biarkan dia dan putrinya menderita," kata Nyonya Jennie.


"Rico tidak bisa melakukan semua, Mah! kalau ketauan William bisa bahaya," kata Rico.


Rico juga mengatakan kalau William belum mengetahui tentang Angelica, karena Stella menyembunyikan Angelica.


"Apa? William tidak tau?" kata Nyonya Jennie.


"Iya, Mah! dulu William meminta Stella mengugurkan kandungnya, tetapi Stella mempertahankan seorang diri," kata Rico.


"Malang sekali nasib Stella! bantu dia Rico, sebisa kamu. Lindungi juga dari William," kata Nyonya Jennie.


"Rico tidak mau terlibat terlalu jauh, Mah! lambat laun William pasti akan mengetahui," ucap Rico.

__ADS_1


Nyonya Jennie selalu mendukung anaknya untuk berbuat baik, ia juga menyuruh menentang perintah William jika tidak benar.


__ADS_2