SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 21


__ADS_3

Keesokan harinya William baru pulang ke rumahnya, selesai berganti pakaian William menuju ke ruang makan. Rico sudah dari tadi menunggu William untuk sarapan bareng.


"Tuan, tadi malam saya tidak jadi mengantarkan Nona Stella. Sepertinya Nona Stella sudah pulang sendiri, di kamar Tuan juga tidak ada," kata Rico.


"Bodoh! Stella membersihkan ruang kerjaku, apa kamu belum melihat?" tanya William.


"Belum, Tuan," jawab Rico.


William segera pergi ke ruang kerjanya, dia kaget pintu ruangan itu terkunci. Padahal saat dia meninggalkan Stella sendiri, pintu dalam keadaan tidak terkunci.


"Rico!" teriak William.


"Iya, Tuan," sahut Rico.


"Siapa yang menguncinya? ambilkan kunci cadangan, cepat!" teriak William lagi.


Rico bergegas mengambilkan kunci cadangan, kalau kelamaan taring William bisa keluar. Setelah mendapat kunci itu dia memberikan pada William, tetapi William menyuruh Rico untuk membukanya.


"Buka!" kata William.


Rico membuka kunci pintu itu, betapa terkejut mereka melihat Stella dalam keadaan duduk lemas.


"Stella, bagun! kamu tidak apa-apa, kan?" ucap William, sembari menepuk pipi Stella.

__ADS_1


Stella menepis tangan William, dia malah meminta tolong Rico untuk membawanya keluar dari ruang kerja William.


"Pak Rico, tolong aku... " ucap Stella lirih.


"Tuan...


"Bawa dia keluar!" kata William, dengan raut wajah marah tetapi tetap tampan.


Rico mengulurkan tangan untuk membantu Stella berdiri, mereka membawa Stella ke ruang tengah.


"Siapa yang mengunci pintu ruang kerja ku?" tanya William, kepada semua penghuni rumah.


Tidak ada satu orang pun yang menjawab, Stella memberanikan diri untuk berbicara.


William menjadi marah, karena dia sama sekali tidak melakukan. Mbok Yem menenangkan William agar tidak marah lagi.


"Nona Stella, pasti bukan Tuan yang mengunci pintu itu. Tuan tidak akan pernah tega mencelakai orang yang dia sayang," kata Mbok Yem.


"William! kenapa kamu belum juga berangkat ke kantor?" tanya Kiana yang tiba-tiba datang.


William menggaruk kepalanya yang tidak gatal, saat melihat kedatangan Kiana.


"Bukan urusan kamu," ucap William.

__ADS_1


"Stella, kamu kenapa? lusuh begitu. Pasti William yang melakukannya! ayo jawab, Stella!" kata Kiana, sudah seperti kreta lewat.


"Aku baik-baik saja, Tuan tidak melakukan apa-apa," ucap Stella.


"Kamu masih pakai baju kemarin, lebih baik bersihkan tubuhmu! kebetulan aku bawa baju, sebentar aku ambil di mobil," ucap Kiana, lalu keluar rumah menuju di mana mobilnya berada.


"Nona Stella, air hangat sudah siap! lebih baik Non Stella segera mandi," ucap Mbok Yem, setelah selesai menyiapkan keperluan Stella mandi.


"Maaf, Mbok. Stella selalu merepotkan," ucap Stella.


Stella kemudian pergi ke belakang untuk membersihkan diri, Kiana menyusul Stella dan memberikan baju yang baru saja dia ambil.


William menyuruh Rico untuk pergi ke kantor dengan Kiana, sebelum Kiana memberikan berbagai pertanyaan untuk William.


Kiana menolak ajakan Rico dengan alasan akan menunggu Stella.


"Nona Kiana, ayo kita berangkat ke kantor lebih dulu!" ucap Rico.


"Tidak! aku mau menunggu Stella," tolak Kiana.


"Ini perintah Tuan, Ayo Nona!"ajak Rico, sembari memegang tangan Kiana. Membuat Kiana menepis nya.


Stella mandi begitu lama, Kiana jenuh menunggu Stella, akhirnya Kiana mau berangkat lebih dulu bareng Rico.

__ADS_1


William tersenyum melihat Kiana pergi, dia bisa bebas melakukan apa yang dia suka.


__ADS_2