SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 57


__ADS_3

"Kenapa dia tiba-tiba ke luar negeri? apa ada masalah dengan Nyonya Jennie," ucap William dalam hati. Kemudian dia berangkat sendiri tanpa ada yang mengantarkannya.


Sampai di kantor hanya ada Kiana yang akan membantunya, walaupun mereka sering berdebat untuk masalah pekerjaan hari ini mereka saling berkerja sama.


"Bawa berkas yang kamu kerjakan ke ruangan ku!" kata William saat berada di ruang kerja Kiana.


"Ini bawa sekalian, aku masih banyak kerjaan," kata Kiana tanpa melihat ke arah William.


William tidak menerima berkas yang disodorkan oleh Kiana, ia justru meninggalkan ruang kerja Kiana.


Kiana menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia kesal mempunyai sepupu yang seperti William. Dia akhirnya mengalah dan masuk ke ruang kerja William.


"Kerjakan disini saja! ambil pekerjaan kamu," ucap William saat mengetahui Kiana sudah datang.


"Bikin orang repot saja!" kata Kiana. Ia terpaksa mengambil pekerjaannya lalu membawa ke ruang William lagi, Kiana kemudian duduk di kursi tempat Stella dulu berkerja.


William nampak sangat fokus dengan laptopnya saat ini, karena hanya berdua dengan Kiana dia lebih banyak diam.


"Rico mana, William? kenapa belum juga datang," ucap Kiana sembari merapikan berkas lalu menyerahkan ke William.


"Ke luar negeri tadi pagi," jawab William. Atur jadwal meeting saya buat besok!" Lanjutnya.


Dengan cepat Kiana merekap semua, tak lama kemudian jadwal yang di minta William sudah jadi. Kiana kemudian memberikan pada William.


"Ini laporan keuangan dan ini jadwal meeting besok," ucap Kiana seraya menyerahkan kertas berupa laporan dan jadwal.


"Kerja yang bagus," kata William seraya tersenyum.


"Dari dulu kerja ku juga bagus, kamu saja yang tidak menghargai," kata Kiana menyombongkan diri.


"Jadwal besok kenapa padat sekali? tidak ada cela sedikit saja," kata William yang biasanya meeting dua kali besok menjadi empat kali. Biasanya juga ada Rico yang menggantikan William.


"Ikuti saja jadwal itu! jangan banyak protes," kata Kiana dengan sabar menghadapi sepupunya.

__ADS_1


William melanjutkan pekerjaannya lagi, kali ini setelah dia pikir-pikir kata Kiana ada benarnya.


***


Stella berusaha kabur dari rumah besar di mana Rico membawanya, ia ingin segera mencari anaknya. Tetapi ia tidak tau siapa orang yang membawa anaknya, dia berfikir kalau yang membawa anaknya adalah orang suruhan William. Stella hendak pergi ke rumah William, ia berencana menemui William.


"Nona, apa yang anda lakukan?" tanya salah satu asisten rumah tangga yang melihat Stella hendak membuka pintu ke luar rumah.


"Saya ingin mencari udara," jawab Stella.


"Mari saya antar ke taman belakang! Tuan Rico berpesan agar Nona tidak keluar rumah, karena kondisi Nona belum stabil," jelas asisten rumah tangga itu.


Stella terpaksa menuruti permintaan asisten rumah tangga itu, karena tidak mungkin juga dia bisa kabur. Asisten rumah tangga itu mengantar Stella ke halaman belakang rumah, ia menemani Stella duduk di tempat yang tersedia.


"Kalau boleh tau, pintu itu menuju ke mana?" tanya Stella karena heran melihat ada sebuah pintu keluar di taman itu.


"Ke hutan, orang yang keluar dari pintu itu bisa tersesat. Hanya orang tertentu saja yang tau jalan keluarnya," jelas asisten rumah tangga itu. Walaupun di luar nalar tetapi memang begitu kenyataannya. Dulu sudah pernah Rico coba waktu kecil, karena penasaran. Rumah ini adalah milik Kakek Rico yang sudah meninggal, dan mewariskan untuk cucu satu-satunya.


"Untuk menjaga kita, Nona tidak perlu takut," jawabnya sembari merapikan bunga.


Stella kemudian meminta masuk ke dalam rumah, dengan beralasan mau istirahat. Di dalam kamar ia mencoba membuka jendela, tetapi tidak bisa. Stella tidak berputus asa, ia masih memikirkan cara agar bisa kabur dari rumah itu.


"Anak ku kamu ada dimana... " ucapnya lirih.


Stella duduk di lantai, tubuhnya melemas ketika teringat dengan Angelica. Tidak seharusnya saat itu dia menemui Nyonya Jennie, Stella menyesal.


Kebetulan ada salah satu anak buah Rico yang masuk ke kamar yang di tempat oleh Stella, dia hendak memberikan Stella baju untuk ganti.


"Nona, anda baik-baik saja kan?" tanyanya saat melihat Stella duduk sambil menangis.


"Tolong anak ku... " ucap Stella lirih.


"Nona, lebih baik istirahat! Tuan Rico sedang berusaha mencari anak anda," terangnya.

__ADS_1


"Bohong!" teriak Stella.


Anak buah Rico kemudian menenangkan Stella, karena merasa kasihan dengan keadaan Stella saat ini.


***


Kediaman Nyonya Jennie.


Nyonya Jennie saat ini sedang memberikan susu untuk Angelica, dia memberikan susu kualitas yang paling bagus. Nyonya Jennie merawat Angelica tanpa bantuan pengasuh, dia ingin menikmati masa-masa bayi Angelica dan melihat perkembangannya. Bahkan saat ada keperluan di kantor Angelica juga di ajak.


"Nyonya, ini identitas dari Nona Stella," kata seorang pengawalnya sembari memberikan selembar kertas.


"Stella Anggraeni nama yang bagus, cantik seperti orangnya," kata Nyonya Jennie membaca kertas itu.


Nyonya Jennie kemudian membawa Angelica ke dalam rumah, karena saat itu mereka berada di teras rumah. Tak lama kemudian asisten rumah tangganya memberitahu kalau ada Rico datang, Nyonya Jennie bergegas menemui Rico.


"Rico, akhirnya kamu pulang juga," ucapnya sembari memberikan Angelica kepada asisten rumah tangganya.


"Mamah, kembalikan bayi yang Mamah bawa," kata Rico.


"Keterlaluan kamu! datang ke sini hanya mengambil bayi ini, tidak bisa Rico. Mamah akan membesarkan cucu Mamah," terang Nyonya Jennie.


Rico kaget ketika mengatakan kalau Angelica adalah cucunya, karena selama ini dia tidak punya kekasih bagaimana bisa mempunyai seorang anak. "Mah, tolong! Stella sedang sakit, dia membutuhkan Angelica," ucapnya.


"Rico, kamu jadi laki-laki harus bertanggung jawab! rawat Stella," kata Nyonya Jennie.


Nyonya Jennie adalah Mamah Rico yang tinggal di luar negeri, Rico memang tidak pernah mengatakan pada siapapun kalau Nyonya Jennie adalah Mamahnya. Karena Nyonya Jennie orang terkenal dan memiliki banyak perusahaan, Rico memilih berkerja pada William. Persaingan bisnis bisa membuat keluarga Nyonya Jennie dalam bahaya, ia juga jarang menampakkan muka di depan orang banyak. Hanya saja namanya sudah terkenal luas karena di jadikan nama perusahaan.


Nyonya Jennie sebenarnya tidak setuju kalau Rico berkerja pada William, tetapi demi keselamatan anaknya dia menyetujui keputusan Karin yang saat itu meminta untuk melindungi William.


Kemudian saat itu Karin membawa Rico ke negaranya, Rico awalnya tidak tahan dengan sikap William yang seenaknya. Tetapi dia harus bertahan agar tidak ada yang mengenalinya.


William dan Karin yang mengetahui asal usul dari Rico, beruntung William bisa bertemu dengan Rico selain cerdas Rico juga banyak membantu William.

__ADS_1


__ADS_2