SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 62


__ADS_3

Setelah tiga hari berada di rumah Nyonya Jennie, Stella hendak mengajak Rico kembali ke negara asalnya. Rico tidak memperbolehkan Stella ikut kembali, apa yang dipikirkan oleh Nyonya Jennie ada benarnya.


"Stella, lebih baik kamu di sini dulu," kata Rico seraya memasukkan baju ke dalam kopernya.


"Tidak! aku gak mau merepotkan Mamah kamu, lagian aku juga harus cari pekerjaan," ucap Stella.


"Benar apa kata Rico, Stella. Kasihan anak kamu," sahut Nyonya Jennie yang memang tidak memperbolehkan Stella pergi.


Stella takut nanti kalau William mengetahui semua, Rico akan ikut terkena masalah. Dia berfikir akan lebih baik meninggalkan semua orang, Stella akan menghadapi William sendiri.


"Aku sekarang tidak peduli dengan William, akan aku hadapi jika bertemu dengannya," kata Stella dengan tegas.


Rico dan Nyonya Jennie sudah tidak bisa melarang Stella lagi, mereka hanya bisa mengawasi dari kejauhan. Tak lama kemudian Rico dan Stella meninggalkan rumah Nyonya Jennie, mereka kembali ke negara asalnya.


"Rico, antar aku pulang ke rumah," ucap Stella setelah sampai di bandara.


"Baik, aku juga harus pulang ke rumah Tuan William," kata Rico.


Begitu sampai di depan rumah Stella langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, sedangkan Rico menuju ke rumah William.

__ADS_1


"Rico, kamu dari mana saja? sudah beberapa hari tidak pulang," tanya Mbok Yem saat membukakan pintu untuk Rico.


"Ada perlu, Mbok. Apa Tuan William ada di rumah?" kata Rico sembari melihat sekeliling ruang tamu.


"Tuan William juga tidak pulang, untung saja ada Nona Kiana yang tidur di sini," jelas Mbok Yem.


Rico kemudian berpamitan menuju kamarnya, dia hendak istirahat karena sudah mengantuk.


Bruukkk


"Aduh! siapa sih main tabrak aja," ucap Kiana saat hendak mengambil air minum ke dapur tak sengaja menabrak Rico.


"Rico," ucapnya.


"Nona Kiana, mau ke mana? ini sudah malam," tanya Rico.


Kiana kemudian mengajak Rico untuk duduk di ruang tengah, dia hendak menanyakan soal Stella.


"Rico, kamu jawab dengan jujur! Stella ada di mana?" tanya Kiana dengan rasa keingintahuannya.

__ADS_1


"Saya tidak tahu, Nona," jawab Rico berbohong karena takut Kiana bilang ke William.


"Oke, kalau kamu tidak mau mengatakan! saya akan tunjukkan rekaman CCTV ini pada William," ancam Kiana.


Rico kemudian mengajak Kiana masuk ke dalam sebuah kamar, karena kalau bicara terlalu keras bisa di dengar oleh orang.


"Rico, jangan kurang ajar! lepaskan tangan kamu," kata Kiana saat Rico menyeretnya masuk ke dalam kamar itu.


"Nona, anda jangan macam-macam dengan saya! hapus rekaman CCTV yang ada di ponsel anda!" bentak Rico dengan terpaksa, padahal sebenarnya ia tidak tega.


Kiana benar-benar takut melihat amarah Rico saat ini, karena sekarang dia berada di kungkungan tubuh Rico.


Dia kemudian mengambil ponselnya lalu menghapus rekaman CCTV itu, sekarang Kiana sudah tidak punya bukti kalau Rico membawa Stella.


"Maafkan saya, Nona," ucap Rico kemudian pergi meninggalkan Kiana.


"Rico, aku tetap akan mengatakan apa yang aku lihat saat itu pada William," kata Kiana membuat Rico membalikkan badannya.


"Jangan membuat Stella menderita lagi, Nona! Apa Nona tidak kasihan melihat putrinya," kata Rico kemudian meneruskan langkahnya.

__ADS_1


Kiana heran dengan Rico karena tidak mau bicara jujur mengenai Stella, padahal dirinya hanya ingin tau keadaan Stella.


__ADS_2