
"Angelica, itu daddy kamu! maafkan Mommy," ucap Stella sembari memegang kedua bahu Angelica.
"Daddy?" ucapnya masih kebingungan.
"Iya, sayang! ini Daddy," ucap William.
Angelica menatap Rico, sepertinya dia memang butuh penjelasan. Rico kemudian memeluk Angelica dan menjelaskan dengan pelan siapa William. Rico juga meminta maaf pada Angelica, karena selama ini tidak mengatakan yang sebenarnya.
Rasa bersalah semakin menyelimuti diri William, ketika melihat putrinya kebingungan. Bahkan putrinya tidak mau mengakui dirinya, saat ini mereka masih meyakinkan Angelica kalau William adalah Daddy nya.
Karin dan Kiana datang, mereka menyalahkan William karena dulu tidak mau mengakui kalau Angelica adalah anaknya.
Saat ini keluarga sudah berkumpul semua, mereka saling meminta maaf. Terutama William yang paling punya banyak salah, Stella juga sudah memaafkan William.
"Stella, bagaimana kalau kita mengulang semuanya dari awal! aku ingin menebus semua kesalahan ku padamu dan anak kita," ucap William sembari menggendong Angelica. Gadis kecil itu sudah luluh setelah William berjanji akan membuatnya bahagia dan menyayanginya.
"Kalau soal itu, aku sepertinya harus memikirkan lagi. Aku takut semuanya akan terulang lagi," kata Stella.
"Kita bisa hidup bersama, dengan anak kota! percayalah aku tidak akan menyakitimu," kata William.
Stella masih meragukan William, bagaimana bisa dia dengan cepat melupakan Helena. Dia juga memikirkan perasaan Helena, Stella merasa hidupnya saat ini sudah bahagia.
"Stella, terimalah anakku? aku mohon! biar kita bisa berkumpul, aku sangat menginginkan cucuku," kata Karin.
"Apa yang di katakan tante Karin benar, Stella! terimalah William," bujuk Kiana.
"Kalian enak saja, mau membawa Angelica! dia cucuku, bawa Stella saja," ucap Nyonya Jennie.
__ADS_1
"Jangan berebut! aku Daddy Angelica, jadi aku yang berhak membawa Angelica," kata Rico.
"Hentikan jangan berdebat! aku akan membeli rumah yang besar, jadi kita semua bisa tinggal di sana," kata Stella.
"Dasar keras kepala! memangnya kamu punya uang," sahut Karin.
"Dulu anda bisa merendahkan saya, Nyonya! tapi untuk sekarang tidak," Jelas Stella.
"Ini semu gara-gara didikan kamu, Jennie! Stella jadi berani sama saya," ucap Karin.
Mereka semua kemudian memutuskan untuk ikut tinggal bersama Stella, semua karena Angelica. Angelica sangat bahagia saat ini karena mempunyai dua daddy dan orang-orang yang menyayanginya.
Tak lama kemudian Martin datang bersama Helena, mereka berdua juga meminta maaf karena kesalahannya dulu.
Helena tidak akan meminta William kembali dengannya, dia saat ini ingin hidup sendiri dan meniti karir. Begitu juga dengan Martin, dia masih enggan untuk memiliki seorang pendamping hidup.
"Rico, apa kamu masih menolak ku? aku hanya ingin membalas kebaikan keluarga mu," ucap Stella.
"Lupakan semua, Stella! kita sudah ikhlas membantu kamu! lagian untuk apa menikah kalau tidak ada rasa cinta, semua akan sia-sia," kata Rico.
Stella mengatakan itu semua di depan semua orang, agar semua tau kalau yang membantunya bangkit dari keterpurukan adalah keluarga Rico.
"Baiklah kalau kamu menolak ku! kita semua tidak perlu ada ikatan apapun walaupun tinggal bersama," ucap Stella sembari tersenyum.
Keesokan harinya mereka semua pindah ke rumah baru, mereka sudah memutuskan untuk tidak ada ikatan lagi antara Stella, Rico dan William. Intinya mereka berkumpul dan tinggal bersama demi Angelica.
Stella sudah bisa memaafkan William, begitu juga dengan Angelica yang sudah bisa menerima Daddy nya.
__ADS_1
"Daddy William, tolong ambilkan Angelica minum," celoteh gadis kecil itu.
"Tunggu sebentar, Sayang," ucap William dengan lembut.
"Daddy Rico dan Mommy Stella, kalian bantu oma," kata Angelica.
Mereka tertawa melihat tingkah gadis itu, kebahagiaan mereka ada pada Angelica.
Tiba-tiba Helena datang membawa koper. "Boleh aku ikut tinggal disini?" tanya Helena.
"Silahkan, Aunty! tapi jangan ganggu Daddy Angelica," kata Angelica.
Stella memperbolehkan Helena tinggal bersama mereka, kebetulan rumah itu ada dua puluh kamar tidur.
Untuk merayakan kebersamaan mereka saat ini, mereka berkumpul bersama.
Kini Stella sudah merasa bahagia, semua orang sudah mengakui kesalahannya dan saling memaafkan. Keputusan yang di ambil sekarang adalah yang terbaik, karena tidak ada lagi yang akan tersakiti.
...TAMAT...
π₯π₯π₯
Happy Endingπππ
Terimakasih semuanya sudah mau membaca dan mendukung, semoga semua sehat selalu, rezeki lancar, berkah selalu dan di beri kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
Amiin π€²
__ADS_1