SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 42


__ADS_3

Malam hari Stella datang ke tempat itu, yang ternyata bukan sebuah kantor setelah masuk kedalamnya. Tempat itu adalah tempat hiburan malam, Stella menemui orang yang tadi pagi menemuinya.


"Silakan duduk, Nona!" Ucap orang itu.


"Saya harus kerja apa, Pak? dan apa pekerjaan saya?" tanya Stella mulai merasa tegang dan panik karena di dalam tempat itu banyak wanita berpakaian minim dan lali-laki hidung belang.


"Ada seorang konglomerat yang tertarik dengan anda, dia mau membayar Nona berapapun anda minta," jelas orang itu.


"Maksud Bapak apa? anda mau menjual saya?" tanya Stella.


"Itu orangnya sudah datang!" ucap orang itu menunjukkan seorang laki-laki tua yang berkumis tebal yang ternyata seorang hidung belang.


Orang itu kemudian duduk dan melihat Stella dari atas sampai bawah.


"Kerja yang bagus! sangat menarik!" ucap lelaki tua itu sambil tersenyum ke arah Stella.


"Apa ini maksudnya, Pak? saya tidak mau berkerja dengan anda!" bentak Stella lalu hendak keluar dari tempat itu tetapi apa daya sudah ada dua orang bodyguard yang mencekal nya.


"Nona, anda sudah bertanda tangan. Jadi tidak bisa dibatalkan," ucap orang itu.


"Biadap! kamu menjebak ku!" kata Stella dengan kasar.


"Bawa dia ke dalam mobil!" perintah lelaki tua berkumis itu pada bodyguard nya.


Kedua orang itu membawa Stella masuk ke dalam mobil yang sangat mewah. Tak lama kemudian lelaki tua tadi menyusul masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Stella.


"Lepaskan aku!" teriak Stella.


"Jangan teriak, Nona! kita bicara baik-baik," ucapnya seraya menatap Stella.


"Tolong lepaskan saya!" teriak Stella lagi.


"Nona, anda mau uang berapa?" tanya lelaki tua itu.


"Aku tidak butuh uang mu!" teriak Stella.


"Begini Nona, saya hanya meminta Nona untuk menemani putra saya menghadiri pesta," jelas lelaki tua itu.


Stella merasa sedikit lega, dia mengira lelaki itu adalah seorang hidung belang yang akan memintanya melayani nafsu bejatnya.


"Tuan besar, Tuan Martin sudah menunggu di lobby hotel," ucap salah satu bodyguard.


"Kita ke sana!" kata lelaki tua itu.


"Anak saya namanya Martin, anda hanya perlu berpura-pura menjadi kekasihnya! paham?" kata lelaki tua.


Karena Stella membutuhkan uang, dia akhirnya menyetujui permintaan lelaki tua itu. Stella di beri uang lima puluh juta.


Di sebuah hotel berbintang lima seorang laki-laki tampan, berbadan kekar sudah menunggunya. Lelaki tuan itu memperkenalkan Stella dengan Martin.


Martin terpesona dengan kecantikan Stella, dia melihat Stella dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

__ADS_1


"Nona, jangan membuat saya malu," kata Martin.


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin," ucap Stella.


Martin meminta Stella menggunakan gaun pesta yang sudah dia siapkan, setelah selesai mereka memasuki ruang di mana pesta di adakan.


Sementara lelaki tua tadi meninggalkan hotel bersama bodyguard nya.


"Martin dasar bodoh! mencari wanita saja tidak bisa," gerutu lelaki tua itu.


***


William kebetulan saat ini sedang menghadiri pesta pernikahan temannya, di sebuah hotel mewah berbintang dengan Helena. Rico turut mengikuti kemanapun William pergi, walaupun dengan Helena.


Helena menemui teman-temanya di pesta itu, sedangkan William dan Rico duduk di meja yang telah disediakan.


"Bagaimana Rico, apa anak buahmu sudah menemukan Stella?" tanya William.


"Belum ada hasil, Tuan," jawab Rico


"Mereka tidak bisa diandalkan!" ucap William.


Rico hanya bisa diam dan tidak menanggapi ucapan William.


"Nona Stella!" ucap Rico dalam hati melihat ada Stella dalam pesta itu.


"Rico, kenapa kamu bengong?" tanya William.


Rico memang sengaja tidak memberitahu William, karena ada Helena. Kalau sampai William mengejar Stella dan Helena tau pasti akan menimbulkan masalah baru untuk Stella.


"Tuan Martin, jangan menatapku seperti itu," ucap Stella merasa risih dengan tatapan Martin.


"Aku sudah lama tidak menyentuh seorang wanita, melihatmu membuat gairah ku terbangun," kata Martin dengan senyuman yang mengerikan.


"Tugas saya hanya menemani anda ke pesta ini Tuan, bukan melayani nafsu bejat anda," ucap Stella dengan tegas tanpa basa-basi.


"Sepertinya kamu lebih menantang! bagaimana kalau aku tambah honor kamu," kata Martin.


"Tuan, anda jangan macam-macam!" bentak Stella.


"Hahaha... aku hanya bercanda, Stella," kata Martin.


Dari tempat mereka duduk, Rico mendengar semua pembicaraan mereka.


"Martin..." ucap Rico lirih.


Martin adalah mantan pacar Helena yang dulu di tinggalkan karena Helena tertarik dengan William. Rico akan mengawasi Stella dan Martin, karena Martin orang yang membahayakan.


***


"Kemana Rico lama sekali!" kata William.

__ADS_1


"Ada apa, sayang? mungkin Rico memberikan waktu untuk kita berdua," ucap Helena seraya duduk di sebelah William.


"Ayo kita pulang!" ajak William.


"Sayang, kamu kenapa? kita baru saja datang," kata Helena.


"Helen, aku capek! biarkan Rico pulang sendiri nanti," ucap William kemudian mengirimkan pesan pada Rico.


"Sayang, kita bisa menginap di hotel ini bukan?" kata Helena.


William tetap pada pendiriannya, dia memaksa Helena untuk pulang. Akhirnya Helena menuruti kemauan William, untuk pulang ke rumah.


Rico yang menerima pesan dari William, sangat senang karena tidak bertemu dengan Stella. Rico masih duduk di tempat itu, sembari mengawasi gerak-gerik Martin dan Stella.


Pesta sudah selesai, para tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan hotel. Martin mengajak Stella untuk memberikan ucapan kepada yang mengadakan pesta itu.


Tiba-tiba Martin mencekal tangan Stella, dia menariknya hendak membawanya ke kamar hotel.


"Lepas, Tuan! pekerjaan saya sudah selesai, saya harus pulang!" kata Stella.


"Aku akan memberikan kamu uang! sekarang kita bersenang-senang dulu!" kata Martin.


"Tidak bisa, Tuan!" bentak Stella.


Martin terus memaksa Stella, tetapi Stella terus melawan Martin. Stella menginjak kaki Martin dengan keras sehingga membuat Martin kesakitan, lalu Martin melepaskan tangan Stella.


Stella berusaha kabur dari Martin, dia berlari dengan susah payah.


"Stella!" teriak Martin.


Stella merasa lega Martin sudah lumayan jauh dan dirinya berasa di keramaian orang.


Brruuukkkk...


Tiba-tiba Stella terjatuh, dia hendak bangun tetapi lututnya berdarah membuatnya sulit berdiri. Rico datang dan menolong Stella.


"Rico!" kaget Stella.


"Akhirnya Nona, bisa memanggil nama saya," ucap Rico mengulurkan kedua tangan hendak menolong Stella.


"Pergi!" bentak Stella.


"Cepat, Nona! anda tidak punya pilihan lain," ucap Rico.


Stella berfikir sejenak, kalau dia menolak pertolongan Rico pasti Martin akan membawanya untuk pergi.


"Kemana wanita itu," ucap Martin sembari melihat sekeliling mencari keberadaan Stella.


Karena tidak menemukan Stella akhirnya Martin memutuskan untuk memanggil anak buahnya.


Rico mengajak Stella dengan paksa masuk ke dalam mobilnya, Stella takut di bawa ke rumah William lagi.

__ADS_1


__ADS_2