SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 73


__ADS_3

Pagi hari Angelica di ajak oleh suster Lela berjalan-jalan di taman depan rumah, menggunakan kereta bayinya sembari menyirami tanaman. Rico datang menegur suster Lela, karena khawatir ada yang melihat Angelica.


"Suster, bawa masuk Angelica! kalau mau jalan-jalan di taman belakang saja," ujar Rico sembari mematikan kran air.


"Matahari pagi menyehatkan, Tuan," kata Suster Lela karena di taman belakang tidak ada cahaya masuk di pagi hari, rumah Rico menghadap ke timur jadi wajar saja jika di taman belakang hanya ada cahaya di sore hari. Taman itu juga terhalang bangunan rumah yang menjulang tinggi, jadi suster Lela mengajaknya ke taman depan.


"Di balkon bisa, Suster," ucap Rico.


Suster Lela kemudian membawa Angelica untuk masuk ke dalam rumah, dia tidak berani membantah perintah Rico.


Stella sudah rapi dan siap untuk berangkat mencari pekerjaan lagi, tak lupa ia sarapan terlebih dahulu.


"Stella, kamu mau kemana?" tanya Rico saat berada di meja makan.


"Rico, aku harus mencari pekerjaan! tolong jangan halangi aku," kata Stella.


Tanpa banyak bicara Rico menyuruh seorang pengawal untuk mengurung Stella di dalam kamar, ia tidak mengizinkan Stella kerja atau keluar rumah.


"Rico! jahat kamu!" teriak Stella saat di bawa ke kamar.


"Aku melakukan semua demi kebaikan kamu," ucap Rico dengan lembut.


Rico sebenarnya tidak tega melakukan semua itu pada Stella, tapi demi kebaikannya dia nekad. Memang seharusnya Stella di rumah menjaga Angelica.


*

__ADS_1


*


Karin mengajak Kiana datang ke rumah Rico, dia ingin menanyakan kebenarannya pada Rico mengenai Stella. Kiana tidak mau menemani karena takut dengan Rico, dia lupa dengan ancaman Rico kemarin sehingga mengatakan pada Karin.


"Ayolah sayang, temani Tante! Rico tidak akan berani marah dengan Tante," kata Karin yang terus membujuk Kiana.


Kiana akhirnya mau mengikuti permintaan Karin, apapun permintaan Karin pasti akan ia turuti. "Tau akan seperti ini, aku tidak akan katakan," ucapnya dalam hati.


Setelah sampai di depan rumah Rico, ada seseorang pengawal yang tidak memperbolehkan mereka berdua masuk. Karin marah dengan orang itu, dan menyuruhnya untuk memanggil Rico. Karin dan Kiana di suruh untuk menunggu di taman terlebih dahulu, lalu orang itu masuk ke dalam rumah.


"Lama sekali orang itu, memanggil Rico saja seperti memanggil orang penting," ujar Karin.


"Sabar dulu, Tante," sahut Kiana sembari memainkan ponselnya.


"Karin! apa yang kamu lakukan di sini? ayo masuk!" ajak Nyonya Jennie.


"Tidak Jennie! kita mengikuti prosedur anak kamu," ucap Karin dengan ketus.


Nyonya Jennie lalu memeluk Karin, dia rindu temannya itu karena sudah lama tidak bertemu. Mereka saling bertukar cerita sampai Karin lupa dengan tujuannya, Kiana yang hanya menjadi pendengar ingin rasanya pergi dari taman.


"Jennie, kamu ingat tidak dulu kita pernah berantem?" tanya Karin teringat saat dulu berantem dengan Jennie dan dirinya terjebur dalam sawah yang penuh dengan lumpur.


Nyonya Jennie tertawa dia teringat kejadian itu, padahal mereka hanya berebut makanan ringan.


Rico ternyata mengawasi mereka bertiga dari atas balkon, kemudian dia turun dan menemui mereka bertiga. Dia juga mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah, tetapi Karin menolak.

__ADS_1


"Rico, sebenarnya kita ada perlu dengan kamu! berhubung sahabat ku datang, aku ingin menghabiskan waktu dengannya," ucap Karin merasa tidak enak dan malu dengan Jennie.


"Terserah Nyonya saja! saya ke dalam dulu," ucap Rico dengan sopan.


"Sebentar, Rico," sahut Kiana berdiri menuju ke arah Rico.


Jennie menatap tidak suka dengan Kiana, karena tiba-tiba menghentikan Rico yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Ada apa lagi?" ucap Rico menoleh ke arah Kiana.


"Tante Karin, cepat bicarakan soal yang tadi," kata Kiana.


Karin mengatakan kalau lain kali saja bicara dengan Rico, dia masih ingin berdosa dengan Jennie. Kiana kemudian berpamitan untuk pulang lebih dulu ke rumah, Karin mengizinkan Kiana pulang, dia nanti akan di antar oleh Jennie.


Rico melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam rumah, dia memberitahu Stella lebih dulu agar tidak terkejut.


Tok... tok... tok..


"Masuk," sahut Stella dari dalam kamar.


Rico kemudian masuk ke dalam kamar Stella, ia mengatakan kalau Jennie sudah datang berada di taman depan. Stella bergegas ingin menyambut kedatangan Jennie, tetapi dilarang oleh Rico.


"Kenapa, Rico? aku ingin sekali menyambut Nona Jennie," ucap Stella.


Rico mengatakan kalau ada Karin, Stella kemudian mengurungkan niatnya. Dia kemudian kembali tidur lagi, karena tidak ada lagi yang dia kerjakan.

__ADS_1


__ADS_2