SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 91


__ADS_3

Stella menyambut kedatangan William dengan baik, dia harus profesional saat berkerja tanpa mencampur adukkan masalah pribadi.


"Silahkan duduk, Tuan! ada keperluan apa," ucap Stella sembari menatap William.


"Aku butuh bantuan, kamu mau kan kerjasama dengan ku," kata William tanpa basa-basi.


"Tuan, yakin anda ingin berkerjasama dengan ku?" tanya Stella dengan senyum yang sulit diartikan.


William meminta agar Stella tidak bercanda, kali ini dia sedang membicarakan hal yang serius. Karena melihat dari berkas yang di bawa oleh William, Stella akhirnya tidak menerima kerjasama yang diajukan oleh William.


"Apa? kamu menolak, Stella!" kaget William.


Stella tersenyum manis. "Dari data yang aku lihat, perusahaan Tuan mengalami penurunan yang sangat pesat," ucapnya.


"Maka dari itu, aku minta bantuan mu," kata William.


"Mengurus hal seperti itu hanya buang-buang waktu, Tuan," kata Stella lagi.


William harus pulang dengan kegagalan, karena sudah di tolak oleh Stella. Sedangkan Stella tersenyum penuh dengan kemenangan.


Setelah William pergi, tiba-tiba Rico datang. Rico menanyakan soal William, ia tidak suka dengan cara Stella yang tidak mau membantu William.


"Jujur aku tidak suka dengan sikap kamu, Stella. Aku sudah pernah bilang, jangan pernah mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan. Kenapa kamu menolak membantu Tuan William," ucap Rico.


Stella menjelaskan pada Rico semua alasannya menolak berkerja sama dengan William, tetapi Rico tetap bersikukuh tidak mau tau. Yang di mau Rico tetap membantu William, karena dia juga tidak bisa membantu.


"Aku mau membantu William, tetapi ada syaratnya," ucap Stella.


"Katakan apa mau mu, kalau aku bisa akan ku penuhi," kata Rico.


"Kita menikah," kata Stella.


"Stella, kamu tau kan kalau aku sudah mempunyai calon istri," kata Rico beralasan.


Stella kemudian melanjutkan kerjanya, dan menyuruh Rico untuk pergi. Dia sudah tidak mau tau lagi soal William, karena Rico menolaknya.


*


Malam ini Lukman mengundang Nyonya Jennie untuk makan malam di sebuah restoran, Lukman hendak meminta maaf pada Nyonya Jennie.


Nyonya Jennie meminta pendapat Rico, karena dia takut salah mengambil keputusan. Rico akan mengantarkan Nyonya Jennie. Saat mereka bersiap akan berangkat tiba-tiba Angelica ingin ikut.

__ADS_1


"Daddy, ikut," ucap Angelica saat mengetahui Rico dan Nyonya Jennie akan pergi.


"Sayang, ini sudah malam. Angel di rumah sama Mommy dulu ya," ucap Rico dengan lembut.


Rico kemudian memanggil suster Lela, agar membawa Angelica masuk ke dalam kamarnya.


Sampai di restoran Rico tidak diperbolehkan masuk, karena Lukman memesan ruang VIP untuk makan berdua dengan Nyonya Jennie.


"Ingat usia, Mah," kata Rico saat Nyonya Jennie akan masuk ke ruang itu.


"Kamu tenang saja, Rico! Mamah tau diri," kata Nyonya Jennie.


Lukman menyambut kedatangan Nyonya Jennie dengan sebuah senyuman, dia merasa bangga Nyonya Jennie mau menghadiri undangannya.


"Jennie, akhirnya kamu datang juga! silahkan duduk," ucap Lukman menyambut Nyonya Jennie.


"Seperti anak muda saja kamu, pakai acara seperti ini," ucap Nyonya Jennie. Ruangan itu di hiasi bunga-bunga dan lilin sehingga menjadikan suasana sangat romantis.


"Jennie, aku sudah lama menantikan hari ini dan aku sangat berterimakasih karena kamu sudah memenuhi undangan ku," ucap Lukman.


"Aku datang karena Rico yang menyuruh, Lukman. Dia tidak mau kamu kecewa," kata Nyonya Jennie.


Lukman tidak peduli Jennie datang karena di suruh Rico, yang penting baginya adalah kesempatan untuk mengobrol berdua dengan Jennie.


"Soal kesalahan aku sudah melupakan, walaupun itu berat! gara-gara kamu suamiku meninggal. Untuk menikah lagi aku tidak ada keinginan, aku sudah bahagia dengan anak dan cucuku," jelas Nyonya Jennie.


"Kamu punya anak dengan laki-laki itu? siapa anak kamu," ucap Lukman.


Dulu Lukman sangat mencintai Nyonya Jennie, tetapi Nyonya Jennie sudah mempunyai kekasih. Sedangkan dia sudah di jodohkan dengan wanita yang tidak ia cintai, yaitu adalah Mamahnya Helena.


Lukman tidak mempunyai kesempatan untuk mengejar Nyonya Jennie, hingga suatu hari dia mengetahui kalau Nyonya Jennie sudah menikah. Tidak sengaja ia menabrak Papah Rico, sehingga Nyonya Jennie memilih menghilang karena tidak ada suaminya lagi.


Jadi Lukman kehilangan jejak Nyonya Jennie, cintanya pada Nyonya Jennie sangat besar tetapi tidak pernah terbalaskan.


Mamah Helena yang menjadi korban kemarahan Lukman, setiap hari dia di siksa. Hamil saja karena tidak di sengaja, waktu itu Lukman sedang mabuk berat sehingga melihat istrinya seperti Nyonya Jennie. Dia tidak sadar sudah menghamili istrinya, pernah sampai Mamah Helena di tuduh selingkuh.


"Rico anak ku," jawab Nyonya Jennie.


"Apa? kenapa kamu tidak pernah cerita," ucap Lukman.


"Dulu kamu orang yang jahat dan aku melindungi anak ku," kata Nyonya Jennie.

__ADS_1


"Jennie, bagaimana soal kita?" tanya Lukman lagi.


"Lukman, mari kita berteman saja. Kita sudah tua, sudah tidak pantas untuk menjalin sebuah hubungan," ucap Nyonya Jennie dengan lembut.


Lukman kemudian mengajak Nyonya Jennie untuk makan, mereka berdua juga sudah bersepakat untuk berteman. Lukman juga berjanji akan menjadi orang yang baik, dan tidak akan berbuat jahat lagi.


*


*


Keesokan harinya Stella datang ke kantor Rico, kebetulan berkas miliknya tertinggal. Karena buru-buru Stella langsung masuk begitu saja, tak sengaja ia bertemu dengan Ruby.


"Ruby, kamu ngapain di sini?" tanya Stella.


"Saya sedang...


"Ruby karyawan di sini, Nyonya," sahut satpam yang kebetulan ada di tempat itu.


"Jadi, kamu karyawan Rico? bukan kekasihnya," ucap Stella.


Ruby terpaksa menceritakan semua pada Stella, karena Stella juga memaksa. Bahkan Ruby juga minta uang pada Stella, bagi Ruby mana yang lebih menguntungkan. Apalagi saat ini orang tua Ruby sedang membutuhkan uang.


"Jadi selama ini Rico membohongi ku," ucap Stella.


Stella lalu menelpon Rico, dia hendak meminta penjelasan pada Rico.


"Rico, kamu keterlaluan sekali! kenapa berbohong," ucap Stella dengan kesal. Mereka saat ini sedang bertemu di sebuah cafe.


"Bohong apa, Stella? aku gak tau maksud mu," ucap Rico.


"Ruby," ucap Stella singkat.


"Maafkan aku, Stella! aku terpaksa melakukan semua, aku sudah menganggap mu seperti saudara sendiri. Aku tidak mau kehilangan kamu," kata Rico kemudian memeluk Stella.


"Kamu tega, Rico... " ucap Stella lirih.


Rico menyuruh Stella untuk segera ke kantor, agar pekerjaannya cepat selesai. Karena dia akan segera menemui Ruby.


Rico memanggil Ruby untuk segera ke ruangannya, dia marah dengan Ruby karena sudah mengatakan pada Stella.


"Tuan, aku terpaksa melakukan semua itu. Tolong jangan marah," kata Ruby.

__ADS_1


"Kamu bilang terpaksa! apa alasan kamu?" tanya Rico sembari menatap tajam Ruby.


__ADS_2