SEBATAS RASA

SEBATAS RASA
Bab 64


__ADS_3

"Apa yang sedang kamu pikirkan? kapan selesai kerjaan mu," ucap William kemudian mendatangi meja Rico.


"Stella," jawabannya spontan membuat William mengerutkan dahinya.


"Apa? di mana Stella? kamu bertemu di mana? sejak kapan kamu menyebut nama Stella, biasanya pakai kata nona," ucap William memberondong Rico banyak pertanyaan.


Rico keceplosan menyebut nama Stella, membuatnya bingung menjawab pertanyaan dari William. Kemudian dia bersikap tenang, kebetulan dia duduk di kursi yang pernah Stella gunakan dulu sehingga mudah untuk menjawab pertanyaan William.


"Setiap saya duduk di kursi ini, saya teringat dengan Stella, Tuan," jawab Rico.


"Lupakan! saya akan mengganti kursi dan meja ini, biar kamu fokus berkerja. Harusnya saya yang teringat dengan Stella," kata William.


William kemudian menyuruh Rico memanggil OB untuk menggantikan kursi dan meja yang dulu pernah di gunakan oleh Stella, Rico langsung mengikuti perintah William agar tidak menimbulkan kecurigaan.


***


Stella berjalan menuju daerah kawasan perusahaan di kota itu, dengan membawa Angelica. Dia mencoba menanyakan pekerjaan tetapi lagi-lagi di tolak, alasannya karena membawa seorang anak.


"Apa salah kamu, Nak! kenapa selalu di tolak," ucapnya seraya memeluk erat Angelica.

__ADS_1


Kemudian dia mencoba masuk ke sebuah restoran, Stella menanyakan pekerjaan karena di perusahaan banyak di tolak.


"Mbk, apa di sini ada lowongan pekerjaan?" tanya Stella pada salah satu pelayan restoran.


"Sepertinya ada, masuk saja ke ruangan sebelah sana," kata pelayan itu sembari menunjukkan ke sebuah ruangan.


Stella mengikuti apa yang dikatakan oleh pelayan itu, ternyata pemilik restoran ada di dalam. Ia kemudian di suruh untuk masuk dan di tanya apa keperluannya.


"Ada yang bisa di bantu?" tanya pemilik restoran sembari melihat ke arah Stella.


"Saya butuh pekerjaan, Bu. apa di restoran ini ada lowongan kerja?" tanya Stella.


Stella sangat berterima kasih pada pemilik restoran, pemilik itu kemudian memanggil salah satu karyawan yang bertugas sebagai pencuci piring.


"Arin, Nona Stella mulai besok akan menggantikan pekerjaan kamu! tolong tunjukkan tempat mencuci piring," kata pemilik restoran.


"Baik Bu! saya naik jabatan dong," ucap Arin.


"Tentu saja! cepat tunjukkan," kata pemilik restoran.

__ADS_1


Arin dengan senang menunjukkan apa saja yang harus Stella kerjakan, Stella dengan mudah mengerti akan tugasnya besok pagi.


Setelah selesai Stella diperbolehkan untuk pulang, besok pagi dia sudah harus berkerja.


"Ingat, besok jangan terlambat," ucap pemilik restoran sembari tersenyum ke arah Stella.


"Iya Bu, Stella usahakan berangkat tepat waktu," ucap Stella.


Kemudian Stella pulang menuju ke rumahnya, dengan berjalan kaki yang lumayan cukup jauh. Tiba-tiba di tengah perjalanan Stella melihat mobil William sedang berada dalam kemacetan. Stella bersembunyi di balik pohon tepi jalan, karena kebetulan dia hendak menyebrang jalan.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya seseorang sembari menepuk bahu Stella.


"Tuan Martin!" kaget Stella.


Stella kemudian menyuruh Martin untuk diam dan menunjukkan di mana mobil William. Martin tersenyum melihat apa yang ditunjukkan oleh Stella.


"Kamu tidak perlu takut ketahuan! sudah seharusnya laki-laki itu bertanggung jawab," kata Martin.


Stella kemudian meneruskan jalan kakinya, tanpa menghiraukan ucapan Martin.

__ADS_1


__ADS_2