
Mamanya Tessa pemilik salon ternama dan memiliki beberapa cabang bahkan di luar negeri pun ada dan papanya seorang pengacara handal yang tidak semua pembisnis bisa menyewa jasanya.
Sedangkan papanya Tania pemilik dari PT Wiratama Grup atau memiliki bisnis kontruksi dan mamanya hanya memiliki 2 toko bunga, hanya jika bosan di rumah mamanya Tania akan pergi ke toko bunga, karena lebih banyak menghabiskan waktu sebagai ibu rumah tangga. Meskipun hanya memiliki 2 toko tapi banyak yang memesan bunga dari tokonya.
Akhirnya mereka bertiga pun sampai di salah satu komplek ternama dimana Safa tinggal.
Tessa dan Tania kagum melihat rumah Safa yang super megah. Dia hanya heran rumah Safa sangat besar tapi penampilan Safa biasa saja. Tapi disisi lain mereka juga beruntung memiliki teman baru seperti Safa meskipun orang berada tapi dia tidak angkuh.
"Ayo masuk" Ucap Safa jalan terlebih dahulu dan diikuti oleh kedua temannya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Safa saat memasuki rumah.
Sarah yang ada di ruang tamu dengan mertuanya yang sedang melihat majalah dengan gambar berbagai model berlian keluaran terbaru milik mertuanya.
"Walaikumsalam" Ucap keduanya yang melihat kearah Safa yang datang menghampirinya dan melihat ke arah teman Safa yang berada dibelakang nya.
"Oh iya nek, ma. Safa bawa teman baru ke rumah ga apa-apa kan" Ucap Safa ragu takutnya mama atau neneknya tidak setuju jika Safa membawa orang asing.
"Gapapa sayang, lakukan yang membuat Safa senang, agar mama tidak khawatir nantinya jika Safa berada di luaran sana" Jawab Sarah yang sudah berdiri dihadapan Safa dan menyelipkan anak rambut Safa kebelakang telinganya.
"Benar yang dikatakan mama mu sayang, kita semua akan senang jika Safa juga senang"Timpal sang nenek yang duduk disofa sambil tersenyum ke arah Safa.
"Oh iya ma, kenalin ini Tessa dan ini Tania" Ucap Safa memperkenalkan kedua temannya.
"Hallo tante" Ucap Tessa dan Tania berbarengan sambil mencium punggung tangan Sarah.
"Yasudah kalian duduk dulu aja biar tante buatkan minuman yang segar karena cuaca hari ini sangat panas" Ucap Sarah sambil berjalan kearah dapur dan diangguki oleh keduanya.
"Ayo duduk, nek kenalin ini teman Safa" Safa memperkenalkan temannya sambil duduk disamping neneknya
"Hallo nek Tania" Ucap Tania sambil mencium punggung tangannya Humita.
"Hallo grandma" Ucap Tessa sambil cengengesan dan menaik turunkan kedua alisnya.
Tania dan Safa hanya bisa melongo melihat Tessa yang memanggil neneknya Safa dengan sebutan grandma.
__ADS_1
"Kau, ngapain kesini?" Tanya Humita.
"Ya ampun grandma suruh duduk dulu ke kasih minum baru setelah itu boleh deh nanya apapun pada ku" Ucap Tessa sambil mencium punggung tangan Humita.
"Nenek kenal sama Tessa?" Tanya Safa heran
"Siapa yang gak kenal sama anak bangor ini, dia ini anak dari pemilik salon namanya Divya Adhinata ibunya anak bangor ini, karena nenek sering kesalonnya dan selalu bertemu dengannya" Ucap nenek sambil menunjuk Tessa.
"Grandma aku gak bangor loh cuma sedikit petakilan saja" Jawab Tessa.
"Sama saja" Sahut nenek dengan kesal.
"Ya ampun grandma jangan marah-marah nanti keriputnya tambah banyak loh" Ucap Tessa sambil memutar bola mata.
Bugh
"Aakkkkhhh" Teriak Tessa karena dilempar bantal sofa oleh neneknya Safa.
"Grandma kau sungguh tega sekali pada cucumu ini" Ucap Tessa dengan wajah memelas.
"Tidak ada apa-apa ma" Ucap Safa.
"Mama takut sesuatu terjadi padamu mangkannya mama lari dari dapur" Ucap Sarah khawatir sambil duduk untuk menenangkan diri dengan kepala bertumpu pada tangan.
"Ma" Ucap Safa yang berpindah duduk kesebelah Sarah dan memegang tangan mamanya, Sarah pun melihat ke arah Safa dan langsung memeluk nya sambil menangis.
"Ma tidak apa-apa, lagian tidak akan terjadi sesuatu pada Safa selagi Safa berada di dekat mama" Ucap Safa membalas pelukan dan mengusap punggung mamanya.
"Entah kenapa mama selalu khawatir padamu" Ucap Sarah setelah pelukan itu terlepas.
"Tidak terjadi sesuatu pada Safa ma, mama percaya kan sama Safa?" Tanya Safa meyakinkan mamanya.
Cup
"Lebih dari diri mama" Jawab Sarah sambil mencium kening Safa.
__ADS_1
"Grandma, jadi cucu yang grandma ceritakan padaku itu Safa?" Tanya Tessa dan diangguki oleh Humita.
"Safa, lo beruntung punya grandma. Engga semua orang seberuntung lo punya nenek yang baik dan selalu mengkhawatirkan orang-orang disekitarnya. Dia selalu bercerita bahwa dia selalu merindukan cucunya yang ada di asrama. Meskipun gue anak yang petakilan, barbar atau apapun itu, nenek lo selalu datang ke rumah gue atau ke salon demi ketemu gue agar dia bisa melepas rindu jika dia teringat lo. Gue juga seneng nenek lo sudah menganggap gue cucunya karena nenek-kakek gue dari mama udah ga ada, meskipun dipihak papa ada tapi mereka tidak pernah perduli apalagi sayang sama gue"ucap Tessa dengan air mata yang sudah membasahi pipi.
Cup
"Sayang" Ucap Humita yang sudah duduk disebalah Tessa dan memeluk nya sambil memberikan ciuman dikeningnya.
Tania yang baru pertama kali melihat Tessa menangis ikut juga terharu. Tessa adalah anak yang selalu ceria dan tidak pernah menunjukan kesedihan didepannya. Sekali hatinya rapuh membuat dia yakin bahwa manusia memiliki sisi rapuhnya.
Tania yang berada di sampingnya hanya mengusap punggung Tessa yang dipeluk oleh nenek Safa.
Safa merasa bersalah karena dirinya memutuskan untuk bersekolah asrama dan itu membuat nenek dan keluarga nya harus menahan rindu dan kekhawatiran selama 5 tahun lamanya. Safa juga merasa egois hanya memikirkan diri sendiri dan tidak memikirkan perasaan keluarganya saat Safa pergi dari rumah.
"Ma, maafin Safa" Ucap Safa lirih sambil memegang tangan ibunya.
"Tidak apa-apa sayang, meskipun yang teman mu katakan benar jika nenek setiap hari selalu gelisah memikirkan mu. Tapi setelah kau kembali kebahagiaan keluarga ini jadi sangat lengkap" Ucap Sarah sembari membawa Safa kedalam pelukan nya.
"Permisi nyonya ini minumannya" Ucap salah satu maid di rumah itu.
"Tolong letakan dimeja bi" Ucap Sarah setelah pelukannya terlepas.
"Ayo anak-anak minum dulu, nanti sekalian makan siang disini ya" Ucap Sarah mendahului pembicaraan agar tidak berlarut dalam kesedihan.
"Terima kasih tante" Ucap Tania dengan ramah.
"Sama-sama sayang" Jawab Sarah.
"Assalamu'alaikum" Ucap Yumna dan Yasmin pada saat memasuki rumah karena baru pulang sekolah dan menyalami punggung tangan semuanya.
"Walaikumsalam" Ucap semua orang yang berada diruang tamu.
"Tumben pulangnya agak telat?" Tanya nenek pada kedua cucunya.
Bersambung
__ADS_1