Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #57


__ADS_3

"Oke, Zena ke atas dulu ya semuanya" Pamit Zena dan naik ke atas dimana kamarnya berada.


"Assalamu'alaikum bunda mami" Ucap Jauhar yang menggandeng tangan Safa untuk masuk.


"Walaikumsalam sayang" Ucap keduanya.


"Mi bun, jangan marahin kakak. Dia tidak salah atas apa yang terjadi pada Alya. Aku yang salah jika aku terlambat mungkin mereka telah mengambil kesucian Alya" Ucap Jauhar.


"Mami tidak menyalahkan nya, tapi mami hanya memberitahu untuk menelpon kami jika ada masalah di rumah ini" Tegas Anin.


"Kau tidak perlu ikut campur Ja, ini masalah antar kami dan kakakmu" Ucap Lili.


"Aku selalu mempercayakan semuanya padamu ca, tapi kau tidak menghubungi kami selama beberapa hari ini. Mami kecewa padamu ca" Ucap Anin seolah menyalahkan Risa atas apa yang terjadi pada Alya.


"Berani-beraninya kalian menyalahkan putriku atas apa yang terjadi pada putrimu" Teriak seseorang diambang pintu.

__ADS_1


Siapa lagi kalau bukan Humita, sejak tadi dia mendengar semua yang di katakan Anin dan Lili dengan menyudutkan Risa. Dia sangat geram karena apa yang terjadi Risa lah yang bersalah.


"Humita, mba" Ucap keduanya saat melihat Humita.


"Kau ada di sini" Ucap Anin senang dan menghampiri Humita.


Saat Anin akan memeluknya justru Humita memundurkan langkahnya.


"Kau tidak merindukan ku?" Tanya Anin karena Humita tidak ingin ia peluk.


"Apa maksud mu, ini hanya masalah biasa bagi keluarga kami" Jawab Anin.


Memang keluarga Barrah selalu ada cekcok satu sama lain. Tapi kali ini Humita tidak Terima dengan sikap Anin dan Lili pada putrinya.


"Jika di ibaratkan aku adalah ibunya ica dan kau adalah mertuanya, aku akan mengatakan satu hal padamu. Jika kau sudah tidak menyayangi putriku di rumah mu ini maka kembalikan dia padaku, aku ibunya. Walau seluruh dunia tahu aku hanya ibu angkatnya, tapi percayalah Amira dan Dzaki akan sangat senang jika aku membawa putrinya tinggal bersamaku" Tegas Humita.

__ADS_1


"Mba aku mohon jangan lakukan itu" Mohon Lili mendekati Humita.


Plak


"Mami, nenek, bunda" Teriak orang yang ada di sana.


"Seandainya kau tidak meninggalkan keluarga Amira dan putrimu, mungkin saat ini mereka masih ada bersama ku di sini. Amira dan Dzaki mengantarkan putrimu yang bernama Saira ke rumah Anin, dan dalam perjalanan pulang mereka kecelakaan sampai tiada, karena kau lah orangtua dari putriku tiada. Kau membuat ica tinggal sendirian dijalanan, seandainya kau masih ada bersama mereka mungkin ini tidak akan pernah terjadi Lili" Teriak Humita dengan mata merah sambil menunjuk Lili.


Anin dan Lili terkejut mendengar ucapan Humita. Karena Risa tidak menceritakan pada mereka jika orangtuanya tiada sesudah mengantarkan Saira ke ke kediaman keluarga Anin. Risa sudah terduduk dilantai sambil menangis, dia tidak bisa menghalangi apa yang Humita katakan, memang benar itulah kenyataannya.


"Kakak" Panggil Safa mendekati Risa yang duduk sambil menangis.


"A-apa maksud mu, aku tidak mengerti apa yang kau katakan" Ucap Anin.


"Apa aku kurang jelas dalam berbicara. Akan aku katakan lagi bahwa Dzaki dan Amira meninggal dalam kecelakaan setelah mengantarkan Saira ke rumah mu Anin" Jawab Humita penuh dengan penekanan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2