Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #13


__ADS_3

"Seharusnya Yasmin udah pulang dari tadi, karena Yumna ada kelas tambahan jadi Yasmin ingin menunggu Yumna agar pulang bersama" Jawab Yumna dan diangguki oleh Yasmin.


"Ya sudah kalian ganti pakaian dulu, setelah itu kita makan siang sama-sama" Ucap Sarah.


"Iya ma" Ucap keduanya yang sudah berlalu menaiki tangga untuk menuju ke kamar nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana makan siang di kediaman Atmaja.


"Ayo anak-anak kalian makan yang banyak gak usah sungkan anggap aja di rumah sendiri" Ucap Sarah dengan ramah.


"Iya tante makasih, maaf udah ngerepotin" Ucap Tania merasa tidak enak.


"Gak repot ko, tante malah seneng" Jawab Sarah.


"Padahal dalam hatinya tuh seneng, iyan kan Tan" Ucap Tessa meledek Tania.


"Yaelah, gue memang merasa ga enak aja, baru juga berteman sama Safa hari ini udah dibawa ke rumahnya diajak makan siang pula" Jawab Tania.


"Udah nikmatin, lihat tuh makanan nya enak-enak. Ayo lo rasain masakannya" Ucap Tessa dengan melirik ke arah makanan yang tersedia beberapa lauk diatas meja.


Plak


"Heh ege, lo pikir hidup gue sesusah apa, sampai-sampai lihat makanan begini ke gak pernah ngerasain aja. Lagian yah hidup lo juga terjamin, tapi lihat makanan kaya orang norak. Dasar cewe aneh" Ucap Tania sambil memukul lengan Tessa.


"Awww, sakit ege" Ucap Tessa sambil mengelus lengannya.


"Udah-udah, Tania kita sebagai orang waras harus ngalah" Ucap Humita sambil melirik ke arah Tessa.


Semua orang yang ada di meja makan hanya menahan tawa ketika melihat candaan tersebut.


"Grandma pikir aku gila?" Ucap Tessa kesal.


"Grandma ga bilang kamu gila tuh, kan kamu barusan yang mengatai diri kamu sendiri" Ucap Nenek Safa dengan santai sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Ishhh, kalian menyebalkan sekali" Ucap Tessa dengan memasukkan makanan kedalam mulutnya dengan kesal.

__ADS_1


"Sudah sayang, jangan dengerin apa kata nenek" Ucap Sarah menengahi.


"Iya tante, memang hanya tante yang baik sama aku dirumah ini, wlee" Ucap Tessa sambil menjulurkan lidah kearah nenek Safa.


"Ohh, jadi selama ini nenek tidak baik padamu? Kalau begitu kembalikan uang yang udah pernah nenek berikan padamu" Ucap Humita tanpa melirik ke arah Tessa karena sedang makan dan itu membuat wajah Tessa pucat.


Semua orang yang ada di meja makan hanya menyaksikan perdebatan antara nenek Safa dan Tessa temannya.


"Apa orang tuamu sudah jatuh miskin sampai-sampai kau minta uang pada nenek?" Tanya Tania sambil menahan tawanya.


"Ck, bukannya bantu gue malah memperkeruh suasana"Ucap Tessa sambil berdecak kesal.


Tania, Safa, dan Sarah hanya tertawa melihat tingkah Tessa yang lesu.


Kedua adik Safa bingung dengan dua orang yang seumuran kakaknya ada dirumah dan ikut makan siang bersama keluarganya.


"Yasmin bingung dari tadi kedua kakak ini siapa? Dan kenapa kakak ini berdebat dengan nenek dari tadi?" Tanya Yasmin dengan wajah bingung dan tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya ampun kakak lupa" Ucap Safa sambil memukul jidatnya karena lupa memperkenalkan kedua temannya.


"Oh gitu dong dari tadi ke jelasin nya biar Yasmin paham" Ucap Yasmin sambil fokus kembali untuk menghabiskan makanan nya.


Safa hanya menggelengkan kepalanya melihat adik kecilnya yang menurutnya lucu. Begitupun dengan Sarah yang tersenyum melihat tingkah putri bungsunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah makan siang selesai mereka melanjutkan mengobrol di ruang TV dengan beberapa cemilan diatas meja.


"Grandma apa perkataanmu serius ingin mengambil uang yang kau berikan padaku?" Tanya Tessa cemberut sambil duduk disamping neneknya Safa.


"Kamu pikir tampang nenek bercanda apa?" Tanya Humita dingin.


"Grandma mah gak asik ahh, aku tadi hanya bercanda tahu. Tapi grandma malah serius, haduhh orang tua zaman sekarang bisa merajuk juga ternyata" Ucap Tessa sambil mengambil cemilan yang ada dihadapannya.


"Isshhh, kau ini emang tidak pernah merajuk apa? Selama ini jika kau ingin membeli sesuatu terus mamamu tidak memberikan uang padamu, bukankah kau juga suka merajuk, dan mengadu pada nenek agar nenek memberikan mu uang untuk membeli sesuatu" Ucap nenek membalas perkataan Tessa.


Semenjak nenek Safa sering pergi ke salon milik mamanya Tessa, dia jadi sangat dekat dengan Tessa da sudah menganggap Tessa sebagai cucunya. Tapi memang jika ketemu mereka akan selalu ribut dengan kelakuan masing-masing.

__ADS_1


Muachhh


"Hehe, grandma kau memang yang terbaik" Ucap Tessa cengengesan sambil memeluk nenek Safa dari samping dan melabuhkan ciuman dipipinya.


"Dari dulu juga nenek emang baik pada siapapun" Ucap nenek dengan bangga.


"Ishh sombong sekali" Gumam Tessa tapi masih didengar nenek.


"Pendengaran nenek masih berfungsi Tessa sekecil apapun kau bicara nenek masih bisa mendengar nya" Ucap nenek melirik Tessa.


"Hehe, maaf nek" Ucap Tessa dengan jari membentuk huruf V.


"Assalamu'alaikum" Ucap Akhtar dan Afsana karena baru pulang dari pekerjaan masing-masing, tapi tidak ada yang menyahutnya karena semua orang tengah berada diruang TV yang cukup jauh dari arah pintu masuk.


Akhtar langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri karena baru pulang dari kantor. Sedangkan Afsana dia mencari keberadaan anggota keluarga yang lainnya.


"Dari tadi kita ngucapin salam tapi tidak ada yang nyahut, ternyata kalian berkumpul di sini" Ucap Afsana yang sedang meyalami mami dan kakak ipar, kemudian duduk kesamping maminya sambil memeluk lengannya.


"Ada apa?" Tanya Maminya sambil mengelus kepala Afsana.


Biasanya Afsana akan manja kepada maminya ketika dia sedih atau pulang bekerja karena lelah. Sarah yang melihat wajah lelah Afsana bergegas pergi ke dapur mengambilkan air putih untuk Afsana.


"Aku hanya sedikit lelah mi" Jawab Afsana sambil memejamkan mata.


"Yasudah, pergilah istirahat di kamarmu" Ucap maminya.


"Biarkan aku seperti ini dulu mi, ini sangat nyaman" Ucap Afsana masih dengan mata terpejam.


"Baiklah" Jawab maminya.


"Sayang ini di minum dulu agar kau merasa segar kembali" Ucap Sarah sambil memberikan air kepada Afsana.


"Terima kasih kak" Jawab Afsana dengan perlahan membuka matanya dan mendudukkan diri dengan tegak kemudian menghabiskan air yang diberikan kakak iparnya.


"Safa, lo sangat beruntung punya sosok ibu seperti mamamu. Dari sikapnya bisa di lihat bahwa dia orang yang sangat baik pada siapapun" Ucap Tessa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2