Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #62


__ADS_3

"Aku hanya ingin istirahat, jika tidak aku akan pulang saja" Jawab Saira.


"Kau baru datang kenapa harus buru-buru pergi. Kalau bisa menginaplah disini, kakak rindu tidur dengan mu" Ucap Risa memeluk Saira dari samping.


"Hmm, iya kak" Jawab Saira dengan terpaksa.


"Yasudah ayo kakak antar ke kamar" Ajak Risa.


"Aku juga ikut" Sahut Sandeep yang memang tidak bisa berjauhan dengan istrinya ketika di rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Humita kau apa kabar?" Tanya Anin yang duduk di sebalah kiri Humita, sedangkan Lili duduk di sebelah kanan nya.


"Aku sangat baik, kalian berdua apa kabar?" Tanya Humita.


"Kami juga baik mba" Jawab Lili.


"Kalian ini sudah tua tapi masih saja seperti anak kecil" Ledek Afsana.


Pluk


"Aww, mi kau ini tidak ada lembut-lembut nya sama sekali, giliran dengan cucu-cucunya baru bisa lembut" Cerutu Afsana.


"Kau ini durhaka sekali meledek para orang tua, jika sebelum punya cucu mami sayang padamu, tapi karena sekarang ada cucu jadi kasih sayang mami berkurang padamu" Jawab Humita dengan enteng.


"Bunda" Panggil Afsana berjalan ke arah Lili dan duduk disampingnya.


"Tana biasanya juga mengadu pada mama" Ledek Safa.


"Wahh, tante sekarang tersingkirkan oleh nya" Timpal Jauhar.


"Sssttt, kalian ini malah memperkeruh keadaan. Tenang kak kalau di rumah aku akan bermanja kepadamu, tapi maaf untuk kali ini aku sangat merindukan bundaku" Ucap Afsana sambil memeluk Lili.


"Apapun yang membuatmu bahagia sayang" Jawab Sarah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mba yuni di mana orang-orang?" Tanya Yumna


"Semua orang pergi non, tapi mba gak tahu perginya kemana" Jawab Yuni.


"Oh ya sudah aku ke atas dulu" Ucap Yumna diangguki Yuni.


Saat menaiki tangga Yumna melihat ke lain sambil memperhatikan seisi rumahnya. Tidak lama kemudian Yumna bertabrakan dengan adiknya Yasmin yang menuruni anak tangga dengan memainkan ponsel, membuat Yumna kehilangan keseimbangannya dan jatuh berguling. Untungnya bukan dari atas melainkan dari tengah-tengah, tapi ya tetap yang namanya jatuh pasti sakit.


"Aaaaaa, kakak" Teriak Yumna saat jatuh, begitupun Yasmin berteriak memanggil kakaknya.


"Ya allah non" Teriak Yuni melihat Yumna jatuh terguling dari dapur sambil berlari ke arah Yumna.

__ADS_1


"Awww" Jerit Yumna kala tangannya menahan beban dirinya.


"Kakak, maaf Yas gak tahu kalau ada kakak yang akan menaiki anak tangga" Ucap Yasmin yang sudah menangis.


"Ayo non, saya antar ke rumah sakit" Ucap Yuni.


"Iya bi, biar Yas telpon mama dulu" Jawab Yasmin sambil mengotak-ngatik handphone nya.


"Jangan Yas" Ucap Yumna mencekal tangan Yasmin sambil menahan rasa sakit dibagian tangannya.


"Kakak mohon jangan beritahu siapapun, kakak takut mereka semua khawatir" Ucapnya lagi.


Yasmin yang tidak tegapun langsung mengiyakan permintaan kakaknya.


"Yasudah bi ayo kita ke rumah sakit" Ucap Yasmin.


Yuni pun memanggil supir untuk menyiapkan mobil dan mengantarkannya ke rumah sakit.


"Ada apa yun?" Tanya pak Mun saat melihat Yuni memanggil supir dengan raut wajah panik.


"Non Yumna jatuh dari tangga" Jawab Yuni sambil berlari masuk ke dalam.


"Ya allah" Ucap Pak Mun sambil mengikuti Yuni masuk ke dalam.


Pak Munir pun menggendong Yumna dan membawanya masuk ke mobil di ikuti Yuni dan Yasmin.


Sebelum pergi Yumna memberitahu orang-orang yang bekerja di rumahnya.


"Baik non" Jawab Pak Mun


Dan tidak lama kemudian mobil yang mereka kendarai pun telah pergi menuju rumah sakit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana keadaan kakak saya dok?" Tanya Yasmin dengan lesu saat mereka tiba di rumah sakit.


"Kakak kamu baik-baik saja, karena tangan kanannya patah jadi harus menggunakan penyangga" Jawab dokter.


"Trus berapa lama penyembuhannya dok?" Tanya Yasmin dengan mata yang sudah berkaca-kac.


"Mungkin sekitar 1 sampai 3 bulan. Saya akan memberikan resep obat nanti kamu tebus dan kurangi dulu beraktivitas yang berat" Jawab dokter.


"Baik Terima kasih dok" Ucap keduanya.


Setelah selesai mereka pun masuk ke dalam mobil, selama perjalanan pulang Yasmin hanya diam karena merasa bersalah pada kakaknya, dirinyalah yang menyebabkan kakaknya terluka.


"Yas apa kamu mau mampir dulu ke toko ice krim kesukaanmu sebelum pulang?" Tanya Yumna yang memulai percakapan. Yasmin hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Atau mau membeli yang lain?" Tanya nya, lagi-lagi Yasmin hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Yumna tahu Yasmin sedih karena kejadian tadi. Dia juga tidak terlalu menyalahkan Yasmin karna dirinya juga bersalah tidak lihat saat menaiki tangga.


"Pak berhenti dulu" Ucap Yumna membuat mereka yang ada di mobil heran.


Tiba-tiba Yumna mengeluarkan ponselnya, dan menelpon seseorang.


"Hallo" Ucap Yumna saat orang yang ia hubungi mengangkat telpon darinya.


"Kakak dan yang lainnya dimana?" Tanya Yumna.


"Kakak ada di rumah nya mommy nya Zena, maaf tidak memberitahu kalian. Kakak akan menjemput kalian jika bosan di rumah, lagian disini juga ada nenek, tana, mama dan papa" Jawab Safa.


"Tidak perlu kak biar aku dan Yas yang ke sana, kakak kirim alamatnya saja" Ucap Yumna.


"Iya tapi suruh sopir mengantar kalian" Ucap Safa karena takut terjadi sesuatu dengan kedua adiknya.


"Iya kak, aku juga minta di temani mba Yuni" Jawab Yumna.


"Yasudah kakak tunggu" Ucap Safa.


"Iya" Jawab Yumna dan mematikan sambungan telponnya.


"Pak langsung antar kami ke alamat XXX" Ucap Yumna.


"Baik non" Jawab supir tersebut.


"Pak antarkan aku pulang terlebih dahulu" Ucap Yasmin.


"Lho kenapa, kakak sudah menelpon kakak, dan kakak ada di rumahnya Zena. di sana juga ada nenek dan tana, bahkan mama papa juga ada di sana" Ucap Yumna.


"Tapi kak.. " Ucapan nya terputus sambil menundukkan kepalanya.


"Yas kakak tidak apa-apa, engga semuanya kamu yang salah kakak juga salah karena tidak melihat kedepan" Ucap Yumna menarik pelan adiknya dan membawa Yasmin kedalam pelukan nya.


"Maaf kak, Yas juga bersalah karena bermain handphone saat menuruni tangga" Lirih Yumna.


"Iya tidak apa-apa, lain kali jangan diulangi lagi. Kita sama-sama salah" Ucap Yumna.


"Sudah jangan menangis, nanti kakak yang dimarahi karna membuat kamu nangis" Ucap Yumna mengelus kepala adiknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Assalamu'alaikum" Ucap seorang pria yang masuk ke dalam.


"Mami, bunda" Teriak pria tersebut.


Membuat semua orang yang di ruang tamu menoleh kearahnya.


"Kenapa kalian tidak mengabariku jika sudah kembali ke rumah, dengan begitu aku bisa menyambut kalian dengan menghias rumah ini" Ucap nya sambil mencium punggung tangan mereka bergantian.

__ADS_1


sambung


__ADS_2