Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #61


__ADS_3

"Ya ampun mi lihat putramu itu dia sama sekali tidak mengenaliku, isshhh dasar menyebalkan" Adu Afsana pada Anin dengan wajah yang cemberut.


"Dia itu Afsana sayang" Ucap Anin.


"Ohh rupanya kau, ck ternyata kau tidak berubah masih saja rese dan menyebalkan seperti saat kecil" Ledek Sandeep.


"Kau tidak merindukanku bang?" Tanya Afsana dengan gelendotan dilengan Sandeep.


"Tentu saja aku sangat merindukan mu, kamu apa kabar?" Tanya Sandeep yang sudah memeluk Afsana.


"Sangat baik bos" Jawab Afsana.


Meskipun Sandeep dan Afsana sering berantem saat kecil sampai saat ini juga, tapi mereka juga saling menyayangi sebagai adik dan kakak.


"Apa kabar bro?" Tanya Sandeep yang mengenali Akhtar karena wajahnya mirip dengan sang papi yaitu Majid.


"Aku baik" Jawab Akhtar sambil memeluk Sandeep sebentar.


"Sayang ada apa dengan mu?" Tanya Sandeep pada Risa dengan khawatir, karena matanya merah seperti orang habis menangis.


"Engga apa-apa kok mas, hanya terharu saja bertemu dengan mami, abang dan Afsana. Apalagi sekarang bertemu juga dengan istri bang Akhtar dan ketiga anaknya" Jawab Risa.

__ADS_1


"Oh ya, dimana istri dan anakmu?" Tanya Sandeep.


"Sayang kemarilah" Panggil Akhtar.


"Kenalin ini istriku namanya Sarah dan ini anak pertamaku namanya Safa" Jelas Akhtar.


"Ternyata anakmu sudah dewasa juga ya, sepertinya sebentar lagi kau akan punya menantu" Ucap Sandeep.


"Bukan sebentar lagi mas tapi emang sudah ada calonnya" Sahut Risa.


"Benarkah, siapa?" Tanya Sandeep.


"Tentu saja adikmu siapa lagi" Ucap Afsana.


"Kau sudah punya pacar sayang, kenapa kau tidak memberitahu papa terlebih dahulu, papa harus memastikan apa dia baik untukmu atau tidak. Takutnya dia tidak...." Tanya Akhtar cemberut karena Safa sudah memiliki pendamping, tapi ucapannya terputus saat Sarah mencubit perutnya


"Aww sakit sayang" Teriak Akhtar meringis kesakitan karena Sarah mencubitnya.


"Mas kamu ini apa-apaan sih, Safa itu sudah besar dia juga bisa menentukan mana yang baik mana yang tidak bagi dirinya" Ucap Sarah kesal.


"Iya aku tahu, aku hanya bercanda saja. Kau ini serius sekali" Ucap Akhtar pura-pura kesal.

__ADS_1


"Dasar suami takut istri, hihi" Ledek Risa sambil tertawa. Akhtar hanya memicingkan matanya, bukannya membuat Risa takut tapi malah membuat Risa semakin tertawa.


"Ayo semuanya duduk, apa kalian tidak pegal berdiri terus" Ucap Anin.


Semua yang ada di sana pun duduk mengikuti perintah Anin. Tapi Saira dia masih berdiri dengan raut wajah sedih. Risa berjalan kearahnya dan membawa Saira untuk ikut duduk dengannya.


"Ayo duduklah" Titah Risa.


"A-aku akan ke kamar saja kak" Jawab Saira.


"Ada apa kenapa kalian berdua malah berdiri disini" Tanya Sandeep yang sejak tadi melihat interaksi mereka berdua.


"Ada apa? Kenapa matamu sembab hmm?" Tanya nya pada Saira.


"A-aku ti-tidak apa-apa, aku hanya ingin ke kamar saja" Jawab Saira gugup.


Saira gugup karena mendengar kenyataan tentang dirinya. Kenapa kesalahan orangtua selalu berimbas kepada anaknya.


"Jika tidak apa-apa kenapa kamu gugup seperti itu, lagian kita sedang berkumpul dengan keluarga besar" Ucap Sandeep mengelus kepala Saira dengan lembut.


Sebenarnya Sandeep bingung dengan apa yang terjadi di rumahnya, hampir semua orang yang ada di rumahnya menangis.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2