
Yumna hanya diam, dia pasrah jika sang nenek marah padanya. Akhir-akhir ini di rumah selalu ada masalah, jadi dia tidak berani untuk meminta apapun. Meskipun sudah berniat tapi ia urungkan karena takut.
Sedangkan temannya yang bernama Belvania, dia gadis yang pintar, baik dan ramah. Memang dia bukan dari kalangan berada, mangkannya dia tidak berani melawan siapapun di sekolahnya karena dia sadar diri siapa akan dirinya.
Yumna melihat handphone nya ternyata panggilan dengan neneknya masih terhubung.
"Nek" Panggil Yumna pelan.
"Siapa nama teman mu yang barusan berbicara denganmu? Dan siapa itu Mika? " Tanya Humita.
"Jawab" Ucap Humita yang tidak mendapat jawaban dari Yumna.
"Nek, maafin Yumna" Lirih Yumna.
"Jawab" Bentak Humita membuat tangis Yumna pecah. Sedangkan Akhtar dan Sarah saling pandang bingung dengan apa yang terjadi.
"Na-namanya Belvania Falisha nek. Yang satu lagi Mikayla Shaima" Jawab Yumna.
Setelah mendapat jawaban dari cucunya Humita pun langsung menutup telponnya. Dan duduk di kursi sambil memijat kepalanya sendiri karena pusing mendengar penuturan cucunya yang menurutnya kurang diperhatikan.
"Mi siapa yang menelpon? Apa Yumna?" Tanya Sarah menghampiri mertuanya.
Humita tidak menjawab, dia langsung mengambil ponselnya kembali dan menelpon seseorang.
"Hallo" Ucap Humita saat panggilan tersebut sudah tersambung.
"Iya mba ada apa?" Tanya seseorang di sebrang sana.
"Apa hari ini kau sibuk, aku sangat membutuhkan bantuanmu" Ucap Humita.
__ADS_1
"Tidak mba, katakan saja apa yang harus aku bantu" Ucapnya.
"Tolong cari tahu keluarga dari Belvania Falisha dan Mikayla Shaima. Aku ingin hari ini juga aku mendapatkan informasi tentang mereka berdua" Ucap Humita.
"Baiklah, akan aku suruh orang kepercayaan ku untuk mencari tahu. Nanti akan aku kabari lagi" Ucap pria tersebut.
"Terima kasih dra" Ucap Humita.
"Tidak perlu sungkan mba. Kita ini keluarga sudah sepatutnya kita saling tolong menolong" Ucapnya.
"Ya sudah aku akan menunggu" Ucap Humita sambil menutup panggilan tersebut.
Humita menelpon Indra untuk mencari tahu informasi mengenai teman dari cucunya. Indra adalah suami dari Lili atau lebih tepatnya ayah dari Jauhar. Ketika sedang berkumpul di rumah Barrah Humita diperkenalkan oleh Lili pada suaminya, saat itu mereka sedikit akrab karena sering berbincang. Humita pun entah kenapa tiba-tiba meminta no Indra pada Lili itupun sudah atas izin dari Lili, karena Lili menceritakan jika suaminya seorang Mafia dan punya orang kepercayaan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.
"Mi sebenarnya apa yang terjadi? Apa tadi Yumna yang menelpon mami? Dan siapa barusan yang mami telpon untuk mencarikan informasi?" Tanya Akhtar penasaran dan dibuat bingung oleh maminya.
Hari ini Akhtar tidak jadi pergi ke kantor, karena dia ingin memastikan apa yang terjadi dengan Yumna. Untungnya di kantor dia tidak ada rapat yang sangat penting.
"Mami hanya ingin bertanya. Apa kalian sudah membayar uang Sekolah milik Yumna?" Tanya Humita menatap Akhtar dan Sarah bergantian.
DEG
Bagaimana tidak lupa, akhir-akhir ini di rumahnya banyak sekali masalah. Membuat mereka berdua melupakan hal itu, Sarah dan Akhtar saling tatap dan tidak lama kemudian Sarah menundukkan kepalanya, sedangkan Akhtar meremas rambutnya dengan kasar.
"Aku mengerti, kalian lupa untuk membayarnya" Jawab Humita dengan senyum sinis.
Sebuah panggilan masuk ke handphone milik Humita. Tanpa menunggu lagi dia langsung mengangkat telpon tersebut.
"Hallo, bagaimana?" Tanya Humita pada Indra.
__ADS_1
"Aku sudah mendapatkan informasi mengenai kedua orang itu. Yang pertama aku akan memberitahu tentang Mikayla Shaima dia putri seorang pembisnis yang cukup sukses bernama Hussen. Perusahaan yang saat ini sedang bekerja sama denganku dan Akhtar, dan... " Ucapnya teputus karena harus mengatakan kebenarannya.
"Dan apa?" Tanya Humita dengan mengerutkan keningnya.
"Dan tadi pagi di perpustakaan dia sudah mengejek Yumna yang mengaku sebagai keluarga Atmaja karena tidak mampu membeli buku, dan... Huh, dia juga menghina Yumna dengan menyebut nya cacat" Lanjut Indra membuat mata Humita merah dan satu tangannya mengepal.
"Apa yang akan mba lakukan dengannya?" Tanya Indra.
"Aku ingin kau memutuskan kerja sama dengan keluarganya, siapa pun yang berani menghina cucuku akan aku buat dia menderita. Aku tidak perduli jika orang berfikir bahwa aku kejam, tapi demi cucuku akan aku lakukan apapun itu" Ucap Humita penuh dengan penekanan.
"Aku sudah menganggap Yumna juga sebagai cucuku. Jadi aku akan melakukan perintah mba, karna aku tidak akan membiarkan orang-orang menyakiti keluargaku" Jawab Indra.
"Bagaimana dengan Belvania Falisha?" Tanya Humita.
"Belvania Falisha anak dari seorang kuli bangunan bernama Santos dan ibunya bernama Jayanti seorang buruh cuci gosok. Ayahnya yang sedang sakit harus berhenti bekerja karena kondisi nya yang tidak memungkinkan. Belva teman Yumna, dia juga anak yang pintar mangkannya dia mendapat beasiswa di sekolah, dia juga anak yang baik dan ramah" Jawab Indra.
"Buatkan usaha untuk menyambung hidup keluarga Belva, jangan biarkan mereka kesusahan lagi. Dan tolong suruh orang membawa ayahnya Belva ke rumah sakit, dan berikan perawatan yang terbaik untuknya" Ucap Humita
"Wah baik sekali mba ku ini" Puji Indra.
"Aku berbuat seperti itu karena Belva telah menolong cucuku, dan di sinilah aku yang bersalah. Seandainya aku tahu apa yang dibutuhkan cucuku maka dia tidak akan mendapatkan hinaan dari orang lain. Aku sangat merasa bersalah padanya" Lirih Hunita, yang awalnya berkaca-kaca kini air matanya turun membasahi pipinya.
"Apa yang terjadi padamu sayang? Kenapa kau tidak memberitahu papa jika kau membutuhkan sesuatu? Kenapa jadi sungkan untuk meminta pada papa? Dan siapa orang yang berani menghinamu?" Batin Akhtar berbicara dia merutuki kebodohannya.
"Jika mama meminta maaf, apa kamu akan memaafkan mama? Kamu meminta mama menemani mu tidur, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan? Hinaan apa yang kamu dapatkan? Mama akan melakukan apapun untuk kamu sayang, agar kamu dapat memafkan mama" Sekarang Batin Sarah yang berbicara dengan mata terpejam dengan memegang dadanya yang sakit kala mendengar ada seseorang yang menghina anaknya.
"Kuatkan diri mba, aku yakin Yumna anak yang kuat. Dia tidak memberitahu mba atau yang lainnya mungkin ada alasan tertentu. Jadi mba tidak perlu menyalahkan diri sendiri" Ucap Indra.
"Iya dra, terima kasih kamu sudah menolong mba. Mba tidak tahu harus menyuruh siapa untuk mencarikan informasi tentang mereka, dan itupun harus butuh waktu beberapa hari. Tapi adanya dirimu mba bersyukur langsung mendapat informasi dengan cepat" Ucap Humita.
__ADS_1
"Sama-sama, mba tidak perlu sungkan. Jika membutuhkan bantuan lagu segera hubungi aku atau Lili" Ucap Indra.
Berasambung