Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #50


__ADS_3

"Yas kenapa panggilan kamu sama kaya Zena, ga boleh Yas ga sopan tahu" Ucap Yumna.


"Tidak apa-apa kak, lagian mommy yang ingin Yas memanggilnya dengan sebutan itu" Sahut Zena yang duduk disebelah Risa.


"Yas kalau sudah ada persetujuan dari orangnya gapapa, tapi kalau ga disuruh gaboleh ya Yas. Takutnya gak sopan" Ucap Yumna memperingati adiknya.


"Iya kak" Jawab Yasmin.


"Rumahnya yang mana?" Tanya Risa saat sudah memasuki salah satu perumahan yang ditempati Yasmin.


"Yang itu tante rumahnya" Jawab Yasmin sambil menunjuk rumahnya dan Risa pun membelokkan mobilnya ke rumah tersebut.


Tin


Tin


"Maaf bu anda mencari siapa?" Tanya pak Mun saat Risa menurunkan jendela mobilnya sambil menekan klakson.


"Pak tolong buka gerbangnya, ibu ini mengantarkan Yumna dan Yasmin" Ucap Yumna.


"Baik non" Jawab pak mun dan berlalu untuk membukakan gerbang.


"Ayo mom, Zen masuk dulu" Ajak Yasmin saat mobilnya berhenti didepan rumahnya.


"Iya itung-itung sebagai ucapan Terima kasih kami" Ucap Yumna.


"Ayo mom, sebentar saja. Lagian ini pertama kalinya Zena kerumah Yasmin" Rengek Zena.


"Ya sudah ayo" Jawab Risa.


Mereka berempat pun masuk kedalam rumah.


"Assalamu'alaikum" Ucapnya serempak.


"Walaikumsalam" Ucap Yuni yang sedang mengelap meja ruang tamu.


"Eh ada tamu, sebentar ya biar bibi ambilkan minum" Ucap Yuni ramah.


"Tidak usah repot-repot bu" Ucap Risa.


"Ahh tidak repot, sebentar ya" Ucap Yuni sambil berlalu ke arah dapur.


"Sebentar ya Yumna tinggal dulu" Pamit Yumna dan diangguki Risa.

__ADS_1


Yasmin dan Zena sedang mengobrol. Sedangkan Risa melihat-lihat seisi ruangan tersebut dan matanya tertuju pada sebuah foto.


"Mami, papi" Gumam Risa saat sudah berada di dekat foto keluarga Yasmin.


"Benarkan ini kalian? Kemana aja kalian selama ini, Ica kangen tahu. Apa mami dan papi tahu kalau mama dan papa sudah tidak ada. Sedangkan Ica harus berjuang sendiri setelah rumah dan tanah milik orang tua Ica dijual oleh keluarganya mama. Jika Ica bertemu kalian pasti kalian tidak akan membiarkan Ica hidup sendirian" Batin Risa sambil memegang foto tersebut, tidak terasa air matanya turun begitu saja.


"Lho Yas sudah pulang?" Tanya Afsana, karena memang hari ini dia libur.


"Iya tana, mommy nya Zena yang anterin kak Yumna dan Yas kerumah. Karena kakak ga bisa jemput katanya ada kelas tambahan" Ucap Yasmin.


"Kenalin tana ini Zena teman Yas, dan itu mommy nya Zena" Ucap Yasmin sambil menunjuk Risa yang berada di dekat foto keluarga.


"Ya sudah biar tana ucapkan Terima kasih dulu dan suruh bibi buatkan minum" Ucap Afsana.


"Sudah ko, bibi sedang mengambilnya" Jawab Yas.


"Yasudah tana kesana dulu ya Yas, Zen" Ucap Afsana ramah dan diangguki keduanya.


"Anda mommy nya Zena ya, saya tantenya Yasmin mau ngucapin Terima kasih karena telah mengantarkan keponakan saya pulang, maaf sudah merepotkan" Ucap Afsana yang berdiri dibelakang Risa.


Risa menghapus air matanya da berbalik kebelakang. Dia tidak percaya bahwa hari ini bisa bertemu dengan anak dari sahabat mamanya.


"Iya sama-sama. Tidak repot kok cuma mengantarkan saja" Jawab Risa menahan tangisnya.


"Afsana" Lirih Risa.


"Ya, euuhh maaf bagaimana anda tahu nama saya? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" Tanya Afsana membalikan badannya.


"Apa kau lupa denganku?" Tanya Risa yang sudah tidak bisa menahan tangisnya.


Afsana hanya terdiam dan menatap lekat wajah Risa.


"Ica" Lirih Afsana dan diangguki Risa.


"Ya Allah, ini beneran kamu ca" Tanya Afsana memastikan dan memegang kedua lengan Risa.


"Kamu apa kabar ca? Dan kamu kemana aja selama ini. Mami nyariin kamu tapi hasilnya nihil" Ucap Afsana memeluk Risa sambil menangis.


"Aku baik sana. Aku sangat merindukan kalian" Lirih Risa membalas pelukan Afsana dengan begitu erat.


"Benar kan dugaanku, jika Yasmin anak bang Akhtar kan. Pagi tadi aku mengantar putriku dan melihat Yasmin mirip sekali dengan bang Akhtar ketika dia kecil" Ucap Risa saat pelukan itu terlepas.


"Duduklah, minumlah dulu" Titah Afsana sambil memberikan segelas air pada Risa.

__ADS_1


"Tana kenal dengan mommy?" Tanya Yasmin yang melihat tana dan Risa berpelukan. Afsana mengerutkan keningnya saat Yas memanggil Risa dengan sebutan mommy.


"Aku yang memintanya, karena aku tidak terbiasa jika seseorang memanggilku tante" Sahut Risa saat melihat raut wajah Afsana yang bingung.


"Aku akan memanggilkan mami, pasti dia sangat senang bertemu anak ketiganya" Ucap Afsana.


"Mami, mami" Teriak Afsana dari bawah. Risa hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Afsana yang tidak berubah dari dulu.


"Ya ampun Afsana kenapa kamu teriak, kan bisa pergi ke kamarnya mami" Ucap Sarah yang menuruni anak tangga.


"Hehe maaf kak, aku memanggil mami tapi yang datang malah kakak" Ucap Afsana.


"Ada apa sih, kaya dihutan aja teriak-teriak" Kesal Humita yang berjalan dibelakang Sarah.


"Ada tamu buat mami" Jawab Afsana.


"Siapa?" Tanyanya.


"Gak tahu" Jawab Afsana yang kembali ke ruang tamu.


Sarah dan Humita berjalan dibelakang Afsana. Ketika sampai Humita mengerutkan keningnya melihat Risa.


"Sayang kamu sudah pulang? Dimana kakak? " Tanya sarah yang melihat Yasmin ada di sana


"Sudah ma, kak Safa pulang terlambat karena ada kelas tambahan, sedangkan kak Yumna pergi ke kamarnya. Oh iya ma kenalin ini Zena sahabat Yas. Dan itu mommy nya Zena yang udah nganterin Kakak dan Yas pulang" Ucap Yasmin.


"Terima kasih ya karena sudah mengantarkan putriku pulang. Saya Sarah" Ucap Sarah sambil memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Sama-sama mba. Saya Risa" Jawab Risa membalas uluran tangan Sarah.


Humita yang kenal dengan suara Risa langsung berkaca-kaca. Dia kenal betul dengan suara itu, mirip sekali sahabatnya yaitu Amira.


Risa melihat kearah Humita dengan mata yang sudah mengembun. Risa langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Apa kau tidak merindukan mami ca" Ucap Humita dengan pipi yang sudah basah oleh air mata sambil menatap Risa dengan wajah sendu.


Sarah bingung dengan mertuanya yang tiba-tiba menangis dan memanggil Risa. Sebab Sarah tidak begitu kenal dengan Risa bahkan tidak tahu sama sekali.


"Mami" Lirih Risa berlari ke arah Humita dan memeluknya.


"Mami rindu ca, apa kamu tidak merindukan mami? " Ucap Humita lirih.


"Ica juga rindu mi, sangat rindu. Mami kemana aja selama ini, setiap hari Ica nyariin mami. Dan Ica berharap kita akan bertemu dan mami akan menolong Ica saat Ica kesusahan" Ucap Risa disela isak tangisnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2