Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #41


__ADS_3

"Ayolah kita main-main sebentar" Ucapnya sambil memegang tangan gadis itu.


"Lepas, aku mohon jangan" Lirih seorang gadis sambil menangis.


"Tolong tolonggg" Teriaknya.


"Ayo bawa dia, kita akan bermain-main dengan nya" Ucapnya.


"Baiklah ayo kita bawa dia" Ucap satunya lagi sambil menarik gadis tersebut.


"Tolongg tolong" Gadis tersebut terus meminta tolong dan meronta-ronta minta dilepaskan sambil terisak.


"Diamlah, nanti juga kau akan menikmatinya" Ucapnya.


Srek


Srek


Baju gadis tersebut sudah sobek akibat tarikan dari dua pria bertubuh kekar. Gadis tersebut terus memberontak membuat kedua pria tersebut kesal.


Plak


Plak


Mereka berdua manampar gadis tersebut agar diam.


"Aku mohon jangan lakukan itu" Lirihnya ketakutan.


Dari kejauhan terlihat mobil melintah kearahnya.


"Abang stop itu ada wanita yang diganggu dia orang laki-laki, cepat tolong dia bang kasian mana jalan sepi begini" Ucap Gauhar.


"Sudahlah Gau tidak perlu memikirkan orang lain" Jawab Jauhar yang fokus menyetir mobil.


"Tolongin aja Ja kasian tahu, kamu juga kan punya adik perempuan" Sahut Safa.


"Hmmm Baiklah" Jawab Jauhar.


"Giliran kak Safa aja diturutin Gau mah abang abaikan" Gumam Gau yang masih terdengar dengan memanyunkan bibirnya. Jauhar hanya mengabaikan gumaman adiknya dan Safa hanya tersenyum ketika mendengar Gauhar.


Untung saja Jauhar mengambil jalan tersebut untuk menuju rumah sakit. Ketika Gauhar memintanya untuk berhenti dan membantu gadis yang sedang diganggu.


Ketika mobil sudah mulai mendekat mata Gauhar membola melihat siapa gadis yang hampir kena pelecehan oleh kedua orang tersebut.


"Abang itu kak Alya, iya bang itu kak Alya cepat turun bang" Ucap Gauhar panik melihat kakak perempuannya mau dilecehkan.


Gauhar sedih karena melihat baju yang dikenakan kakanya robek dibagian lengan.


"Berengsek" Umpat Jauhar kemudian menepikan mobilnya dan turun dengan marah.

__ADS_1


"Lepaskan gadis itu" Teriak Jauhar dengan mata melotot dan wajah yang merah karena emosi.


"Abang" Lirih Alya saat melihat abangnya datang.


Alya adalah adik pertama Jauhar, dia juga salah satu orang yang Jauhar sayangi juga. Alya satu sekolahan dengan Gauhar cuma beda angkatan saja. Alya memutuskan untuk mencari kendaraan umum sambil berjalan, ya mungkin dia mengira akan menemukannya sambil berjalan.


"Siapa kau berani-beraninya menghalangi kesenangan kami" Teriak salah satu preman.


jauhar semakin marah karena melihat kedua pipi Alya merah dan baju nya yang sobek dibeberapa bagian.


"Bawa dulu Alya masuk kedalam mobil, biar gue yang menghadapinya dulu. Dan jangan lupa mtelpon beberapa anak buah lo" Ucap Haikal pada Jauhar.


"Baiklah lo hati-hati" Jawab Jauhar.


Bugh


Bugh


Perkelahian pun terjadi antar Haikal dan dua preman itu. Sedangkan Jauhar langsung menelpon anak buahnya untuk datang ketempat mereka berada, tidak lupa Jauhar juga mengirim lokasinya pada anak buahnya.


Setelah selesai menelpon Jauhar mendekat kearah Alya yang terduduk dibawah sambil menangis.


"Alya" Panggil Jauhar sedih melihat keadaan Alya dan membantunya untuk berdiri. Tidak lupa dia membuka jaket yang ia kenakan dan memakaikannya pada Alya


"Abang, aku takut" Lirih Alya.


"Tenang ada abang dan abang Haikal, kamu gak usah takut" Jawab Jauhar memeluk adiknya sambil memapahnya berjalan menuju mobil.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Safa saat Alya sudah didekatnya.


Alya malah menangis dan tidak menjawab dia masih merasa ketakutan.


"Tidak apa-apa, ayo masuk" Ucap Safa yang mengerti dengannya.


Tidak lama kemudian anak buah Jauhar sudah datang.


"Kalian habisi mereka, karena sudah berani melecehkan adikku, aku akan langsung pergi kerumah sakit takut terjadi sesuatu pada adikku" Titah Jauhar pada anak buahnya.


"Baik bos, apa perlu salah satu mobil kami mengawal anda bos" Ucap salah satu anak buah.


"Tidak perlu, kalian urus saja mereka dan pastikan mereka menerima akibatnya karena telah melecehkan adik kesayanganku" Ucap Jauhar yang masih emosi.


"Baik bos, laksanakan" Jawabnya.


"Ayo Ja kita pergi dari sini, dan biar gue saja yang nyetir" Ucap Haikal diangguki Jauhar.


"Hiks hiks" Alya masih menangis karena mengingat kejadian tadi.


"Sudah kak jangan menangis, maafkan Gau karena meninggalkan kaka, harusnya Gau menunggu kakak untuk pulang bareng" Ucapnya sedih. Gauahr menyesal karena meninggalkan kakaknya sendiriansendirian, Alya hanya memegang tangan Gauhar yang menandakan kalau dia tidak apa-apa.

__ADS_1


"Ba-bagaimana jika abang tidak datang mungkin mereka sudah merenggut mahkotaku" Ucap Alya.


"Ssttt, jangan berbicara seperti itu. Abang tidak akan membiarkan orang-orang menyakiti kalian, abang janji. Maafkan abang karena lalai menjagamu, harusnya abang tadi menelponmu agar kita pulang bersamabersama" Ucap Jauhar


" Tidak apa-apa bang, abang tidak salah. Alya yang salah" Ucap Alya dengan menundukan kepalanya.


Safa yang kasian membawanya kedalam pelukan.


"Sudah jangan menangis" Ucap Safa. Alya masih menangis dipelukan Safa.


"Ja, tolong bukain air minum ini, maaf menggunakan tangan kiri" Titah Safa.


"Iya tidak apa-apa" Sambil memberikan botol yang sudah dia buka.


"Terimakasih" Ucap Safa.


"Sama-sama" Jawab Jauhar


"Ayo minum dulu, biar sedikit lebih tenang" Ucap Safa memberikan air pada Alya.


"Terimakasih kak" Ucap Alya setelah minum.


"Sama-sama" Jawabnya dengan tersenyum ramah.


"Bang kenapa?" Tanya Gauhar yang melihat abangnya melamun.


"Tidak apa-apa, hanya abang bingung nanti gimana reaksi kakak ipar kalau tahu kalian terluka, apalagi Alya yang hampir dilecehkan" Jawabnya dengan mata lurus kedepan.


"Iya abang benar, beruntung banget abang Sandeep nikah sama kak Risa. Bukan hanya baik tapi sangat perhatian pada kita, apalagi ketika mami papi, ayah dan bunda sibuk. Abang dan kakak ipar selalu menjaga kami layaknya orangtua" Ucap Gauhar.


Mobil yang mereka kendari sudah berhenti di rumah sakit, mereka semua turun bersama.


"Udah biar Alya sama aku aja, kamu tolong bantu Gauhar" Ucap Safa pada Jauhar.


"Baiklah" Jawabnya.


Mereka semua masuk kedalam, tiba-tiba ada seseorang yang mengenali mereka.


"Ya Allah, Alya" Panggil seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter kaget melihat keadaan Alya yang berantakan.


"Apa yang terjadi?" Tanya dokter tersebut.


"Mba, hiks hiks" Alya memeluknya sambil menangis dokter tersebut membalas pelukan Alya


"Kenapa sayang? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Aira, dia adalah kakak mereka yang berprofesi sebagai dokter juga.


"Kak Alya hampir mengalami pelecehan mba" Jawab Gauhar.


"Apa? Ya Allah, tapi kamu gak apa-apa kan?" Tanya Aira kaget dan khawatir setelah mendengar jawaban Gauhar

__ADS_1


"Gak papa mba, untung abang cepat dateng kalau tidak mungkin mereka sudah mengambil sesuatu yang berharga" Lirih Alya.


Bersambung


__ADS_2