Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #38


__ADS_3

"Mami hanya melakukan yang terbaik buat Safa, mami juga tidak berniat menjauhkan dia dari kalian. Mami hanya memberi waktu sekitar satu bulan saja untuk Safa tinggal dirumah Farah agar Safa merasa tenang, dan tidak memikirkan apapun" Jawab Humita.


"Jika Safa mami izinkan untuk tinggal dirumah Farah, maka izinkan aku untuk pergi dari rumah ini dengan membawa Yumna dan Yasmin" Tegas Sarah.


Semua orang terkejut dengan keputusan Sarah. Apalagi Akhtar dia terkejut karena Sarah akan pergi dengan membawa putrinya yang lain.


"Tidak aku tidak mengizinkanmu dan anak-anak pergi dari rumah ini" Ucap Akhtar memohon sambil memegang kedua tangan Sarah.


"Sayangnya aku ingin pergi dari rumah ini, jika kita memang masih berjodoh mungkin Allah akan tetap menyatukan kita. Tapi jika jodoh kita sampai disini maka kita akan bertemu dipengadilan nanti" Jawab Sarah langsung pergi menuju kamarnya.


"Mi kenapa mami diam saja, mami ingin aku gila karena mami menjauhkan aku dari Safa dan sekarang Sarah akan pergi dengan membawa putriku yang lainnya"Teriak Akhtar didepan ibunya.


Humita tidak tega kepada putranya, dia juga tidak ingin ada perceraian lagi yang kedua kalinya dirumahnya.


Humita pergi begitu saja tanpa menjawab Akhtar dan menemui Sarah yang berada dikamarnya dengan memasukkan baju-baju kedalam kopernya.


"Kau mau kemana? Aku tidak mengizinkanmu pergi dari rumah ini dengan membawa cucu-cucuku" Ucap Humita dengan memperhatikan Sarah yang masih memasukkan baju kedalam koper.


Humita mendekat ke arah Sarah dan mengeluarkan kembali baju dari dalam koper ke lemari.


"Aku akan tetap pergi dari rumah ini meskipun mami melarangnya" Ucap Sarah merebut pakaian yang berada ditangan mertuanya.


"Kalau begitu pergilah kemanapun yang kau mau, dan tidak perlu kembali kerumah ini lagi. Kenapa diam aku sudah mengizinkan mu untuk pergi dan pergilah bawa kedua putrimu itu" Ucap Humita kesal karena susah membujuk Sarah.


"Dan satu hal lagi aku akan memberitahukan kepada Safa jika kau akan pergi dari rumah ini. Bukan pergi meninggalkan rumah ini saja tapi pergi meninggalkannya juga" Ucapnya lagi.


Sarah hanya diam sambil memegang ujung kopernya dan menangis. Dia juga tidak bisa meninggalkan orang-orang yang dia cintai.

__ADS_1


"Kau putriku, aku tidak bisa jika harus berjauhan dengan putriku. Jika kau ingin pergi dari rumah ini maka pergilah dan jika kau kembali kau hanya bisa melihat mayatku terbaring kaku" Lirih Humita. Dia begitu menyayangi menantunya itu, menurutnya Sarah adalah orang yang sangat tepat mendampingi Akhtar dan Safa.


Sarah menggelengkan kepalanya dan menghambur memeluk mertuanya itu Humita pun membalas pelukan Sarah.


"Kau tahu aku menyayangimu, mengapa kau ingin pergi meninggalkan aku hmm" Ucap Humita disela tangisnya dengan tangan mengusap punggung Sarah.


"Sarah juga sangat menyayangi mami, maafin Sarah mi Sarah salah. Sarah akan berubah dan tidak akan terlalu mengekang keinginan Safa. Tapi Sarah mohon jangan biarkan Safa pergi dari rumah ini" Jawab Sarah dengan menangis tersedu-sedu.


"Mami tidak akan jadi meminta Farah membawa Safa, mami hanya ingin kalian berubah jangan seperti itu dan membuat Safa benci kalian nantinya" Ucap Humita menenangkan Sarah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Permisi kak mau tanya apa kakak tahu dengan orang bernama Jauhar?" Tanya seorang wanita cantik.


"Siapa lo? Ngapain nanyain pacar gue segala? Jangan bilang kalau lo ngaku-ngaku pacarnya Jauhar" Ucap Shelyn dengan angkuh.


"Hah pacar? Emangnya mau seorang Jauhar punya pacar kaya situ, cantik juga kaga. Dan siapa juga yang ngaku-ngaku jadi pacarnya. Orang aku datang kesini hanya ingin mengajaknya pulang bareng"Jawabnya dengan kesal.


"Apa lo bilang hah? Berani-beraninya lo ngatain gue, siapa lo dengan beraninya bicara kaya gitu. Lo belum tahu siapa gua, gue Shelyn Hammami pacar dari seorang yang bernama Jauhar" Ucap Shelyn mencengkram tangan Gauhar dengan keras.


Yang datang ke kampus adalah Gauhar Putri Bagaskara, anak bungsu keluarga Bagaskara atau bisa dibilang salah satu adik kesayangan Jauhar. Gauhar datang untuk pulang bersama dengan abangnya, karena supir tidak bisa menjemputnya karena ada urusan mendadak. Awalnya dia ingin menelpon abangnya cuma ia urungkan niatnya dan langsung datang kekampusnya, untungnya kampus abangnya dengan sekolah Gauhar tidak terlalu jauh.


Shelyn dan teman-temannya tidak tahu jika Gauhar adalah adik dari Jauhar. Karena Jauhar menutup identitasnya bagi orang-orang yang menurutnya tidak penting untuk tahu.


"Awww, sakit kak lepasin aku" Ucap Gauhar meringis kesakitan karena Shelyn mencengkram tangannya dengan begitu kuat.


"Lo salah memilih lawan, itulah akibatnya jika lo berurusan dengan gue, apalagi lo udah ngatain gue. Dan ini pembalasan untuk lo" Ucap Shelyn tersenyum sinis dan mendorong Gauhar sampai terbentur tembok dengan cukup keras dan terjatuh dilantai

__ADS_1


"Awww" Gauhar merintih kesakitan sambil menangis karena punggungnya terbentur tembok akibat dorongan yang cukup kuat dari shelyn.


"Shelyn" Teriak Safa.


Safa dan kedua temannya dari tadi memperhatikan Shelyn yang berbuat onar pada orang yang datang kekampusnya. Safa dibuat geram oleh kelakuan Shelyn yang semena-mena pada anak kecil. Apalagi Tessa dan Tania dia juga marah pada Shelyn.


"Lo apa-apan sih, beraninya sama anak kecil" Ucap Tessa mendekat kearahnya sedangkan Safa dan Tania membantu Gauhar untuk berdiri.


"Gausah sok jadi pahlawan deh. Baru juga digituin udah nangis dasar cengeng" Ucap Shelyn.


"Sini kakak bantu berdiri, kamu gak apa-apa kan?" Tanya Safa lembut.


"Gak apa-apa kak, cuma punggung aku sakit dan kayanya kaki aku juga terkilir"Ucap Gauhar yang sudah berhenti menangis.


"Yasudah kamu duduk di sini dulu kakak akan pergi membeli air minum dulu"Ucap Tania dan diangguki oleh Gauhar.


" Lo bener-bener keterlaluan Shelyn, anak orang lo sakitin. Dasar wanita iblis"Ucap Tessa marah.


"Terserah lo mau ngatain gue apa, yang jelas gue puas udah buat perhitungan sama nih anak. Yang udah mau mencoba merebut Jauhar dari gue" Ucap Shelyn dengan senang.


"Halu tuh jadi karya bukan jadi gila. Jauhar aja ga nganggep lo mangkannya kalau mimpi jangan ketinggian. Nih gue kasih tahu jangan terbang terlalu tinggi kembalilah ke bumi nanti kau akan jatuh dan merasa kesakitan" Ucap Tessa meledek. Shelyn kesal dan ingin pergi tapi dihentikan Safa.


"Heh lo mau kemana?" Tanya Safa yang sudah berhadapan dengan Shelyn.


"Yah pergilah ngapain juga gue disini. Gue udah gak ada urusan lagi disini" Jawab Shelyn yang membuat Safa naik pitam.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2