
"Hffftttt" Yang lainnya hanya menahan tawa melihat Tessa dan Baim saling ledek.
"Ehh lo belum jawab pertanyaan gue fa" Ucap Baim.
"Biar gue yang jawab" Sahut Tania.
"Waktu itu Safa mengalami kecelakaan yang membuatnya harus istirahat total, makannya dia tidak masuk selama itu" Jawab Tania
"Apa?" Pekik Jauhar terkejut karena baru tahu jika Safa mengalami kecelakaan sebab tidak ada yang memberitahunya.
Semua orang terkejut mendengar pekikan Jauhar dan menatapnya, Jauhar pun jadi gugup karena diperhatikan oleh teman-temannya.
"Biasa aja kali bro, lihat tuh Safa dia masih hidup dan sehat walafiat" Ucap Gibran.
"Ck" Jauhar malah berdecak kesal pada Gibran.
Wajah Safa jadi memerah karena ternyata Jauhar juga terlihat khawatir padanya saat tahu dia kecelakaan.
"Cie cie. Jauhar nanti kalau lo jadian sama Safa gue mau lo traktir apa yang gue mau" Ucap Tessa menaik turunkan alisnya.
"Tessa apa-apan sih" Ucap pelan Safa sambil menyenggol tangan Tessa dengan sikutnya.
"Gak apa-apa kali fa, Jauhar kan anak orang yang sangat kaya raya. Bahkan sampai 12 turunan dan 12 tanjakan" Jawab Tessa membanggakan Jauhar.
"Lo muji gue karena ada maunya" Ucap Jauhar sinis.
"Iya emang" Jawab Tessa bodo amat.
Kring
Kring
__ADS_1
"Hallo, assalamu'alaikum" Ucap Jauhar saat mengangkat telfonnya.
"Walaikumsalam sayang. Apa kabar kamu nak? Kapan kamu mau main ke asrama, sudah lama sekali kalian tidak mengunjungi umi" Ucap Indira disebrang sana.
Yang menelfon Jauhar adalah umi Indira dia sangat merindukan keluarganya yang sudah jarang sekali mengunjungi dirinya karena sibuk dengan bisnis keluarganya.
"Jauhar baik mi, umi dan abang apa kabar? Iya nanti Jauhar akan mengunjungi umi kalau ada waktu luang. Lagian mami sama bunda sibuk mengurus butiknya karena banyak pesanan juga saat ini, apalagi ayah sama papi yang jarang pulang karena ada salah satu perusahaan yang harus mereka berdua tangani karena ada beberapa orang yang melakukan korupsi" Jawab Jauhar serius.
"Jangan pedulikan para orangtuamu itu, mereka memang selalu sibuk dari abi masih ada juga. Yang penting kau, kakak-kakakmu dan adikmu, datanglah berkunjung kemari dan gak apa-apa jika kalian datang sabtu dan pulang minggu. Yang penting kalian datang kerumah"Ucap Indira memohon.
"Iya umi nanti biar Jauhar usahakan untuk tetap datang kesana, kalau perlu hari ini atau besok Jauhar izin tidak masuk kuliah dan akan datang kesana" jawab Jauhar.
"Maaf jika umi memaksa. Tapi kau kan juga tahu umi gak punya siapa-siapa selain keluarga dari mendiang suami umi, yaitu keluarga kalian. Datanglah jika kalian libur saja jangan memaksakan libur atau bolos masuk kuliah hanya demi umi. Umi tidak apa-apa" Ucap Indira mencoba menahan tangisnya.
Wanita paruh baya itu memang sangat dekat dengan keluarga almarhum suaminya. Suami Indira bernama Ilyas Rahmani, ketika Ilyas meninggal adiknya akan menanggung semua kebutuhan kakak iparnya,namu Indira menolaknya dan memutuskan untuk mencari nafkah sendiri untuk putranya yaitu memiliki sekolah asrama. (Jika penasaran tentang Keluarga Rahmani. Apa kalian setuju kalau nanti aku akan buat cerita tentang keluarga Rahmani dan Bagaskara? ).
Jauhar tahu jika umi nya itu menahan tangisnya. Dia juga akan tetap memutuskan untuk bolos dulu selama beberapa hari agar bisa bertemu dengan uminya. Jauhar juga merasa kasian karena memang sudah lama dia tidak berkunjung kesana, karena memang Indira tidak pernah meminta apapun selain waktu itu menyuruhnya menjaga Safa dan menyuruhnya untuk datang berkunjung walau hanya sebentar.
"Yasudah umi tutup telfonnya ya, assalamu'alaikum" Ucap Indira langsung mematikan ponselnya.
Safa merasa iba pada Jauhar entah apa yang membuatnya sedih, tapi dia juga merasa sedih melihat Jauhar seperti itu.
"Ternyata lo bisa sedih juga ya" Ledek Tessa.
"Tessa" Panggil Safa
"Hehe, canda" Jawab Tessa cengengesa.
"Gue cabut duluan ya guys" Ucap Jauhar dengan berlalu begitu saja.
"Lah kenapa tuh bocah" Ucap Gibran
__ADS_1
"Biar gue susul aja, kasian pasti dia sedang ada sedikit masalah" Ucap Haikal.
Dari tadi memang Haikal jarang berbicara, karena dia tidak suka ikut ribut masalah apapun antara teman-temannya.
"Apa ada masalah?"Tanya Haikal yang berdiri dibelakang Jauhar yang sedang duduk di taman belakang kampus.
"Tidak ada" Jawab Jauhar.
"Gue temen lo, gue tahu jika lo sedang ada sesuatu" Ucap Haikal yang sudah duduk disebelah Jauhar.
"Huh, gue bingung harus gimana. Lo tahu sendiri kan para orangtua gue selalu sibuk dengan bisnisnya, bang Sandeep baru aja nikah dan pasti banyak menghabiskan waktu berdua, kakak gue dan para suaminya juga sedang sibuk mengurus kantor yang disini, kedua adek gue juga masih sekolah belum libur. Apalagi sebentar lagi kan Alya lulus sekolah kalau dia libur kan sayang, mana kelas 3 SMA lagi sibuk-sibuknya. Dan Gauhar dia juga baru masuk kelas 1 SMA mana mungkin harus minta libur juga. Gue juga punya dua keponakan yang masih SMP dan yang satunya masih kecil baru masuk TK. Sebenarnya gue juga ingin mengunjungi umi, ingin lihat keadaannya bagaimana, dia sering sekali menelpon gue hanya untuk menanyakan kabar dan mendengar suara gue aja udah buat dia seneng" jawab Jauhar.
Jauhar adalah anak yang dingin dengan orang yang tidak dia suka, tapi jika dirumah ya kalian juga tahu kan readers.
"Ya lebih baik lo main saja kesana jika kakak dan abang lo pada sibuk, apa perlu gue dan yang lainnya ikut dengan lo biar ada temen. Itu juga kalau lo mau" Ucap Haikal menawarkan diri untuk mengajaknya pergi dengan teman yang lainnya.
"Lo serius?" Tanya Jauhar meyakinkan.
"Sejak kapan gue pernah gak serius kalau ngomong" Jawab Haikal.
"Thanks bro, lo memang teman yang selalu ngertiin gue" Ucap Jauhar memeluk Haikal.
"Tidak perlu sungkan, jika lo butuh gue dan yang lainnya ada buat lo. Bukankah begitu gunanya teman" Jawab Haikal menepuk-nepuk punggung Jauhar yang memeluknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mengapa kau tidak menceritakan masalah ini padaku mas?" Tanya Sarah dingin.
"Maaf" Hanya itu yang bisa Akhtar ucapkan.
"Maaf? Kau terlambat meminta maaf padaku, apakah kamu masih menganggap aku ini sebagai istrimu? Tapi kenapa kau selalu menutupi masalah apapun dariku, kenapa tidak kau ceritakan padaku. Aku juga akan membantumu menjawab semua pertanyaan yang akan Safa tanyakan" Ucap Sarah dan Akhtar hanya diam saja.
__ADS_1
"Mi aku sudah memutuskan sesuatu, jika mami tetap mengizinkan Safa untuk tinggal dengan Farah maka aku tidak bisa menentang keputusan mami" Ucap Sarah menatap Humita.
Bersambung