
"Mami sama sekali tidak bersalah, ini sudah takdir ica seperti ini" Jawab Risa saat sudah berhenti menangis.
"Mami tidak perlu menyalahkan siapapun apa lagi diri mami sendiri, yang panting ica sudah bahagia sekarang karena bertemu dengan mami" Ucap Risa saat pelukan itu terlepas.
Cup
Cup
Cup
Humita memberikan ciuman dikening dan kedua pipi Risa. Lili masih terisak dengan duduk di sofa. Afsana menghampiri Lili, dia juga sangat merindukan sosok bundanya.
"Bunda" Panggil Afsana yang sudah berdiri di depan Lili.
Lili yang merasa di panggil pun mendongakkan kepalanya menatap Afsana.
"Afsana" Ucap Lili kemudian memeluk Afsana orang yang begitu ia rindukan juga.
__ADS_1
"Afsana rindu dengan bunda" Ucap Afsana membalas pelukan Lili.
"Bunda juga sangat merindukan Afsana. Maaf atas kesalahan yang sudah bunda perbuat" Ucap Lili.
"Semua orang memang memiliki kesalahan bun mau disengaja atau tidak, yang penting kita bisa memperbaikinya menjadi lebih baik lagi" Jawab Afsana.
"Iya sayang, Terima kasih karena kamu tidak ikut membenci bunda. Bunda memang pantas mendapatkan itu semua" Ucap Lili.
"Sudah bun, yang penting sekarang bunda perbaiki semuanya" Ucap Afsana sambil mengurai pelukannya.
"Humita" Panggil Anin.
"Maaf atas kelancangan ku dengan mengatakan semua ini, jika kalian tidak menyalahkan putriku atas apa yang terjadi pada putrimu Alya. Maka aku tidak akan mengatakan semua ini" Ucap Humita dengan mengatupkan keduanya tangannya di dada tanda permohonan maaf.
"Ayo kita pulang, Sarah Afsana bawa Safa ke mobil duluan. Ayo Akhtar kita pulang" Ajak Humita.
"Humita tunggu jangan pergi dulu, jika kau punya waktu tinggalah disini lebih lama, kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik, atau kita bisa membicarakan hal lain. Aku tidak ingin kau pergi dalam keadaan marah padaku. Apa kau tidak merindukan ku, aku tahu aku salah" Ucap Anin memohon.
__ADS_1
"Mba" Lirih Lili pada Humita.
Humita merentangkan keduanya tangannya Lili pun menghampirinya dan langsung memeluknya dengan erat, mereka berdua merindukan satu sama lain.
"Maaf aku telah menamparmu, aku kesal padamu karena kau lah Amira dan Dzaki pergi. Kenapa kau lakukan itu, kenapa kau meninggalkan mereka" Ucap Humita memukul pelan kepala Lili yang ada dipelukannya.
"Aku minta maaf mba, aku tidak tahu jika semua ini akan terjadi seperti ini, hiks hiks" Jawab Lili membalas pelukan Humita.
Anin pun menghampiri Humita dan Lili yang sedang berpelukan. Dia juga ikut memeluk sahabat dan juga adiknya. Saira dipeluk oleh Jauhar, meskipun Jauhar adiknya tapi dia lebih tinggi dari kakaknya. Safa menghampiri mamanya dan memeluknya, sedangkan Akhtar memeluk kedua adiknya yaitu Afsana dan Risa.
"Assalamu'alaikum" Ucap seorang pria yang baru saja pulang dari kantor.
"Ada apa ini? Kenapa kalian semua berpelukan sambil nangis seperti ini? Apa di rumah ini mengadakan lomba seperti itu? " Tanya Sandeep heran.
Sandeep adalah anak pertama Anin dan Ibrahim, atau suami dari Risa. Dia baru pulang bekerja, saat memasuki rumah ternyata orang-orang sedang menangis.
"Ck, bang kau ini sangat mengganggu sekali" Ucap Afsana kesal karena Sandeep mengganggunya.
__ADS_1
"Siapa kau berani memarahi ku?" Tanya Sandeep yang tidak tahu muka Afsana saat ini.
Bersambung