Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #16


__ADS_3

"Yasmin tidak bermaksud bersikap seperti itu pada mama. Yasmin nyesel mah, Yasmin gak akan bersikap seperti itu lagi, hiks hiks hiks" Ucap Yasmin ucapnya lagi.


Sarah yang mendengar itu jadi tidak tega, apalagi Yasmin menangis dengan rasa bersalah dan rasa menyesal.


Suara isak tangis Yasmin terdengar ke kamar Safa. Safa yang mendengar itu bergegas mencari seseorang yang menangis.


"Ada apa ma?Ada apa dengan Yasmin?"Tanya Safa yang sudah berada didekat mereka.


"Ka-kak" Ucap Yasmin melepas pelukan mamanya kemudian memeluk kakanya dan menyandarkan kepalanya diperut Safa.


"Maafkan aku kak, tadi aku tidak sengaja menjawab pertanyaan mama dengan nada tinggi, aku nyesel ka" Ucap Yasmin di sela isak tangisnya dan mengadukan kepada Safa atas sikapnya tadi.


"Apa Yas sudah minta maaf pada mama?" Tanya Safa sambil mengusap kepala adiknya yang berada dipelukan nya.


"Su-dah k-kak tapi mama ti-tidak menjawabnya, hiks hiks hiks" Jawab Yasmin masih menangis tersedu-sedu


"Jika mama tidak menjawab berarti Yasmin sudah melukai hati mama, sekarang cobalah meminta maaf lagi pada mama" Ucap Safa dan Yasmin mengaggukan kepalanya sambil melepaskan pelukan.


"Ma-ma, ma-mafin Yas ma. Yas tidak akan membuat mama sedih lagi. Tapi Yas tidak janji untuk semua itu karena Yas takut mengingkari janji yang Yas buat" Ucap Yas sambil menatap ibunya dan memegang kedua tangannya.


"Kemarilah sayang" Ucap Sarah kepada Yas dan membawanya kedalam pelukan.


"Mama udah maafin Yas kok, lagian mama ga bisa marah terlalu lama pada anak-anak mama" Ucapnya lagi.


"Bohong, mama belum benar-benar memaafkan Yas" Ucap Yas melepas pelukan dan melipat kedua tangannya di dada dengan wajah cemberut.


"Yas, kamu jangan mulai deh" Ucap Yumna yang duduk menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.


"Mama tahu kenapa Yas bicara seperti itu" Ucap Sarah tersenyum.


Cup


Cup


Cup

__ADS_1


"Yas percaya kan kalau mama udah maafin Yas?" Tanya Sarah menangkup kedua pipi nya dan memberikan ciuman bertubi-tubi pada wajah Yasmin.


"Nah kalau gini kan Yasmin percaya, hehe" Jawab Yasmin memperlihatkan deretan giginya.


"Yas, ibu adalah wanita yang mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat anak-anaknya. Ibu juga bisa diartikan wanita yang merawat, mengayomi, menyayangi anaknya meskipun tanpa mengandung, melahirkan dan menyusui" Ucap Safa Yang duduk disamping Yasmin dengan pandangan kedepan dan mata berkaca-kaca.


DEG


Perkataan Safa membuat Sarah berfikir apakah Safa mengetahui sesuatu, atau memang dia tidak sengaja mengatakan itu.


Yasmin hanya diam ketika kakaknya berbicara seperti itu dan menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Dan Yas tidak boleh berbicara dengan nada tinggi lagi pada mama. Kalau sampai itu terjadi bukan hanya mama yang akan mendiamkan Yas, tapi kakak dan yang lainnya juga yang akan mendiamkan Yas" Ucap Safa.


"Tidak, Yas tidak mau kalian mendiamkan Yas. Yas ga akan mengulanginya lagi kak" Jawab Yasmin dengan wajah sedih.


"Oh iya Na, kamu kenapa? Cuaca panas begini malah pakai selimut" Tanya Safa pada Yumna menatapnya.


"Yumna ga enak badan kak, kepala Yumna pusing" Ucap Yumna dengan wajah pucat.


"Kamu udah minum obat?" Tanya Safa yang sudah berpindah duduk di tepi ranjang samping kanan Yumna.


"Yasudah biar kakak yang temani kamu tidur" Ucap Safa sambil membantu Yumna untuk berbaring.


"Kamu istirahat saja kak, biar mama yang akan menemani Yumna" Ucap Sarah melihat ke arah Safa.


"Tidak apa-apa biar Safa saja" Jawabnya tanpa melihat ke arah sang ibu.


DEG


Sarah adalah orang yang gampang sedih. Dia paling tidak ingin jika anaknya marah, membentak atau apapun itu pada dirinya yang akan membuatnya sedih. Sarah juga tidak pernah marah pada anak-anaknya, paling dia hanya menasehati dengan nada bicara yang lembut. Soalnya banyak anak diluaran sana yang ketika kita balas dengan membentak maka si anak akan menjadi pembangkang.


"Iya kak, benar kata mama lebih baik kakak istirahat saja. Yumna juga gak mau kakak kecapean nanti karena harus mengurus Yumna" Ucap Yumna sedih.


"Kakak tidak apa-apa Yumna, biar mama dan Yasmin saja yang istirahat, dan kakak yang temani kamu tidur. Ayo sekarang tidurlah agar nanti bangun kau merasa lebih baik" Ucap Safa hanya menatap Yasmin dan Yumna tanpa melihat kearah mamanya.

__ADS_1


Sarah yang melihat sikap putri sulungnya menjadi sedih kembali. Dia ingin sekali berbicara dengan Safa berdua, tetapi akan menunggu waktu yang tepat.


Cup


"Yasudah mama dan Yasmin keluar dulu, sayang kamu cepat sembuh yah, mama gak mau lihat kamu sakit, bukan hanya Yumna tapi mama juga gak mau anak-anak mama lainnya ikut sakit" Ucap Sarah melihat kearah Safa yang malah menatap Yumna dan memberikan ciuman dikening Yumna.


Setelah Sarah dan Yasmin keluar kamar Yumna, mereka berdua istirahat yang dimana Yasmin ingin menghabiskan waktu dengan kedua orang tuanya sambil menunggu waktu makan malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Makan malam


Keluarga Atmaja sedang makan malam kecuali Yumna dan Safa. Safa tidak ikut makan malam dengan keluarganya karena dia ingin menemani Yumna.


"Dimana Safa dan Yumna?" Tanya Humita sambil mengisi makanan kedalam piringnya.


"Ka Safa ada di kamar ka Yumna nek, karena ka Yumna sedang tidak enak badan dan ka Safa ingin menemaninya" Jawab Yasmin sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


"Kalian tahu?" Tanya Humita pada anak dan menantunya dan diangguki oleh mereka.


"Kenapa tidak ada yang memberitahu mami soal ini, yasudah biar mami yang akan membawakan makan malam untuk mereka berdua" Ucapnya lagi khawatir dan mengisi piring dengan makanan untuk Safa dan Yumna.


"Biar Sarah saja mi, mami lanjut makan saja" Ucap Sarah memberhentikan ibunya yang akan pergi.


"Iya mi, mami makan dulu saja. Biar aku dan kakak yang akan menemui mereka, sekalian aku akan meriksa keadaan Yumna" Ucap Afsana.


"Huhh, baiklah kalau begitu. Jika terjadi hal yang serius beritahu mami" Ucap Humita kembali duduk.


Setelah Afsana dan Sarah selesai makan mereka bergegas pergi ke kamar Yumna. Sarah yang membawa nampan berisi makanan untuk Safa dan Yumna, sedangkan Afsana membawa peralatan untuk memeriksa keadaan keponakannya itu.


Ceklek


"Sayang, ini mami bawa makan malam untuk kamu dan kakakmu" Ucap Sarah ketika pintu kamar Yumna terbuka, dan menyimpan makanan diatas meja.


"Yumna, Tana akan memeriksa keadaanmu terlebih dahulu, setelah itu habiskan makan malamnya" Ucap Afsana sambil mulai memeriksa keponakannya.

__ADS_1


"Yumna dimana kakak mu?" Tanya Sarah sambil melihat ke sudut kamar Yumna.


Bersambung


__ADS_2