
"Kau benar Tess, mamaku adalah ibu terbaik didunia ini, dia tidak pernah kepada anak-anak nya bahkan dengan anggota keluarga lain. Jika pun marah dia hanya mendiamkan orang tersebut tapi itu pun tidak lama, karena mamaku orang yang sangat tidak tegaan" Jawab Safa sambil melihat ke arah mamanya yang sedang memeluk Afsana dari samping karena Afsana meminta kakak iparnya duduk disamping nya.
"Gue sangat setuju dengan yang dikatakan oleh Tessa, bahwa ibu lo sangat amat baik pada siapapun" Sahut Tania yang membenarkan ucapan Tessa sambil melihat kearah mamanya Safa.
"Mama lo juga sangat baik pada kita, padahal kita baru pertama kali bertemu mama lo. Tapi saat kita datang dia menyambut kita dengan ramah dan baik, bahkan memperlakukan kita layaknya anak sendiri" Ucap Tania lagi.
"Seandainya kalian tahu kebenaran siapa aku dan mamaku, apa kalian masih ingin berteman dengan ku" Batin Safa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ternyata kalian disini" Ucap Akhtar yang baru datang bergabung dengan yang lainnya kemudian duduk dikursi tunggal .
"Papa" Teriak Yasmin sambil berlari kearah papanya lalu duduk dipangkuannya.
"Dasar anak papa" Ucap Yumna pelan tapi Yasmin masih bisa mendengarnya.
"Kakak" Teriak Yasmin dengan melirik sinis kakak keduanya.
"Apa?" Jawab Yumna tanpa bersalah.
"Mas kapan kamu pulang?Tanya Sarah pada suaminya.
"Tadi bareng dengan adikmu yang rese itu. Dia minta mas jemput dengan buru-buru, untung mas sudah tidak ada kerjaan lagi" Jawab Akhtar sambil menunjuk Afsana yang berada dipelukan istrinya dengan tangan satunya memeluk Yasmin yang berada di pangkuannya.
"Oh, kamu sudah makan siang mas?" Tanya Sarah kembali.
"Sudah tadi dengan klien" Jawab Akhtar
"Kamu sudah makan belum na?" Tanya Sarah pada adik iparnya yang sedang berada dipelukannya dan dibalas gelengan kepala oleh Afsana.
"Kenapa?" Tanya Humita sambil mengusap punggung Afsana.
"Aku tidak nafsu makan mi" Jawab Afsana setelah pelukan itu terlepas dari kakak iparnya.
__ADS_1
"Harus tetep dipaksain dong na" Ucap Sarah sambil menyelipkan anak rambut Afsana kebelakang telinganya.
"Iya nanti kakaku sayang" Ucap Afsana
Cup
Cup
"ya sudah aku ke kamar dulu mau istirahat" Ucap Afsana sambil menyempatkan diri mencium pipi kanan kakak iparnya dan pipi kiri maminya lalu berlalu pergi.
"Mami juga mau istirahat sebentar, kalian lanjutkan saja mengobrolnya dan pergi mengikuti Afsana.
"Ma, pa, Safa mau lanjut ngobrol sama temen-temen dikamar Safa gapapa kan?"Ucap sama merasa tak enak meninggalkan keluarganya.
" Gak apa-apa sayang, kamu juga membutuhkan privasi"Jawab mamanya.
"Eh Tan kamu ada disini?" Tanya Akhtar dengan ramah masih memangku anak bungsunya yang sedang manja.
"Papa kenal sama Tania?" Tanya Safa.
"Kenal sayang, papanya Tania teman bisnis papa, papa senang jika Safa berteman dengan Tania. Tania gadis yang baik jaga pertemanan kalian sama seperti papa yang masih menjalin hubungan pertemanan dengan mamanya Tania sampai sekarang"Jawab Akhtar.
Akhtar dan Farah (mamanya Tania) berteman sejak SMA. Mereka tidak pernah menjalin hubungan pertemanan. Jika kalian bertanya kenapa tidak menjalin kasih? Karena mereka tidak ingin hubungan pertemanan mereka rusak karena hubungan yang jauh. Akhtar adalah laki-laki yang bertanggung jawab serta selalu menjaga dan melindungi orang-orang terdekatnya.
Akhtar selalu menyeleksi laki-laki yang ingin menjalin hubungan serius dengan Farah. Karena Farah seorang anak yatim piatu dan keluarga yang lainnya tidak pernah memperdulikan nya, jadi Akhtar ingin bertanggung jawab atas kebahagian Farah dengan mencari laki-laki yang benar-benar tulus dan bertanggung jawab dengan rumah tangga mereka nantinya.
"Om tidak senang jika Safa berteman dengan aku?" Tanya Tessa dengan cemberut.
"Bukan tidak senang om hanya takut jika Safa ketularan nakal, lemot, centil, dan masih banyak lagi" Jawab Akhtar tanpa merasa bersalah.
"Anak sama emak sama aja, sama-sama tidak memiliki perasaan" Gumam Tessa yang masih bisa di dengar.
__ADS_1
"Emang bener kan? Apa om salah bicara" Ucap Akhtar. Akhtar mengucapkan seperti hanya ingin menggoda Tessa. Papanya Tessa pernah menjadi pengacara Akhtar. Jadi Akhtar tahu kalau Tessa anak seorang Pengacara bernama Hadi Adhinata karena ketika bertemu dengannya, Hadi selalu membawa Tessa.
"Ya ampun mengapa tidak ada yang mau membelaku" Ucap Tessa cemberut dengan tangan dilipat di dadanya.
"Mas apa yang kau lakukan pada putriku?" Tanya Sarah yang sudah ada didekat Tessa dan membawanya kedalam pelukannya.
"Hanya tante orang yang sangat baik padaku" Ucap Tessa membalas pelukan Sarah.
"Yasudah kalian berdua pergilah ke kamar Safa dan lanjutkan perbincangan kalian, gak usah dengerin apa kata papanya Safa. Dan satu lagi kalian berdua adalah teman terbaik bagi Safa, meskipun tante tidak pernah tahu dan baru bertemu hari ini, tapi om dan nenek tahu kalian jadi tante tidak khawatir jika Safa berteman dengan kalian" Ucap Sarah sambil membawa Tessa dan Tania kedalam pelukannya.
"Iya Tess om hanya bercanda, benar yang dikatakan tante kalian adalah anak-anak baik, dan jangan pernah bertengkar satu sama lain apalagi masalah cowo" Ucap Akhtar memperingati ketiganya.
"Siap om" Jawab Tessa dan Tania
"Iya pa" Jawab Safa.
"Ya udah ayo kita ke kamar" Ucap Safa sambil berjalan mendahului mereka dan diikuti oleh keduanya.
"Ma, pa. Yumna ke kamar dulu yah" Ucap Yumna dengan lesu. Semenjak pulang sekolah Yumna tidak banyak bicara karena dirinya tidak enak badan.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya Sarah saat Yumna Sarah memegang kening Yumna setelah mendekat untuk pamit pergi ke kamarnya. "Badan kamu panas sekali sayang, ayo mama antar ke kamar dan mama akan menemani kamu untuk istirahat" Ucapnya dan diangguki Yumna.
"Mas aku temani Yumna dulu, Yasmin ayo ikut mama juga sekalian kamu tidur siang" Ucap Sarah mengajak Yasmin dengan tangan kanan memeluk Yumna dari samping.
"Tidak mau, Yasmin mau nya ditemenin papa bukan mama" Jawab Yasmin dengan sedikit nada tinggi sambil memeluk erat papanya.
"Yasmin, bisakan menjawab mama dengan nada pelan, tidak perlu menggunakan nada tinggi jika berbicara pada orang tua" Ucap Yumna kesal. Yumna yang merasakan pusing dikepalanya, ingin sekali istirahat dan ditambah dengan sikap Yasmin yang seperti itu malah membuatnya tambah pusing.
Karena Yasmin memang dekat dengan papanya dibandingkan dengan mamanya. Jika ada kakaknya dekat dengan papanya dia akan marah. Entah sifat siapa yang diturunkan pada Yasmin😂.
Bersambung
__ADS_1