
"Maksud kamu apa sayang? kesusahan? Apa yang terjadi padamu sayang? Lalu dimana Amira dan Dzaki? Apa mereka ikut bersamamu kemari?" Tanya Humita dengan pertanyaan yang bertubi-tubi saat pelukan itu terlepas.
"Mama dan papa, hiks hiks." Risa bukannya menjawab malah semakin menangis.
Humita menatap lekat putri dari sahabatnya. Menurutnya pasti tidak ada yang beres mengenai keluarga Amira.
"Apa yang terjadi pada mama dan papa ca?" Tanya Afsana membalikan badan Risa dengan kasar.
"Jawab" Bentak Afsana.
"Mama dan papa udah ga ada" Ucapnya
"Seandainya dulu kita bertemu mungkin Ica ga kesepian mi. Mama dan papa, mereka udah ninggalin Ica, mama dan papa meninggal karena kecelakaan, hiks hiks" Ucap Risa menangis tersedu-sedu.
"Apa?" Pekik Afsana dan Humita.
Humita lemas mendengar ucapan Ica dan duduk dikursi.
"Kamu bohong kan ca, ga mungkin mama dan papa meninggal" Ucap Afsana.
"Tapi itu kenyataannya na. Setelah mereka pergi aku hidup luntang lantung dijalanan, untungnya aku masih memiliki teman yang mau membantu aku untuk mencarikan pekerjaan. Dan di tempat kerja aku bertemu dengan bunda, bunda yang masih ingat dengan wajah aku, membawa aku bertemu dengan mami Anin. Mereka juga sama terpukul setelah mendengar kalau mama dan papa sudah tidak ada"Ucap Risa.
"Mami, maafin Ica mi. Ica baru bertemu dengan mami dan memberikan kabar buruk" Ucap Risa berjongkok dihadapan Humita.
"Mami, nenek" Teriak semuanya yang melihat Humita pingsan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Duhh ko perasaanku ga enak ya" Gumam Safa sambil memegang dadanya.
"Fa, are you okey?" Tanya Tania.
"Euh iya, aku gapapa ko" Jawab Safa.
"Maaf karna saya ada urusan mendadak jadi saya pulangkan lebih awal" Ucap Dosen.
"Baik Pak" Jawab mahasiswa.
"Gue balik duluan ya" Ucap Safa sambil membereskan bukunya.
"Biar aku yang anterin" Tawar Jauhar.
"Tidak usah Ja, aku bawa mobil sendiri ko" Jawab Safa.
"Hmm, yasudah" Ucap Jauhar sambil berjalan keluar.
Safa tahu bahwa Jauhar kecewa dengan jawabannya.
"Kenapa lo tolak, udah pulang bareng dia aja. Biar mobil lo gue yang bawa" Ucap Tessa karena emang Tessa tidak membawa mobil ke kampus.
"Tapi kan... " Ucapnya terputus oleh Tania.
__ADS_1
"Lo gak liat wajahnya langsung berubah saat lo tolak tawarannya" Sahut Tania.
"Baiklah, nih kunci mobilnya. Jangan sampai lecet" Ucap Safa memberikan kunci mobilnya pada Tessa.
"Aman" Jawab Tessa.
"Yaudah kejar sana takut keburu pergi" Ucap Tania dan Safa pun pergi mengejar Jauhar.
"Jauhar" Panggil Safa sambil berlari ke arah parkiran.
"Ada apa?" Tanya Jauhar.
"Mmm, aku mau bareng sama kamu, mobilnya dipinjam Tessa" Ucap Safa malu-malu.
"Yasudah, ayo" Ucap Jauhar sambil membukakan pintu mobilnya.
"Terima kasih" Ucap Safa.
"Sama-sama" Jawab Jauhar.
"Mau mampir dulu atau mau langsung pulang?" Tanya Jauhar saat mobil tersebut sudah keluar dari area kampus.
"Emang gapapa kalau mampir dulu?" Bukannya menjawab malah nanya balik.
"Gak papa" Jawab Jauhar yang fokus menyetir.
"Gak usah deh, pengen langsung pulang aja" Jawab Safa sambil menyenderkan punggungnya.
Selama perjalanan tidak ada obrolan apapun lagi. Akhirnya Jauhar mulai membuka obrolan, karena mungkin ini waktu yang tepat untuk mengutarakannya. Jauhar pun menepikan mobilnya dipinggir jalan.
"Kok berhenti, apa ada sesuatu yang mau kamu beli?" Tanya Safa saat Jauhar berhenti tepat didepan toko bunga.
"Iya, kamu tunggu di sini dulu ya" Jawab Jauhar dan diangguki Safa.
Kemudian Jauhar turun dari mobilnya ke arah toko bunga dan membeli satu buket bunga. Setelah membayar Jauhar kembali masuk ke dalam mobil.
"Wahh bunganya bagus, untuk siapa?" Tanya Safa memuji bunganya dan penasaran untuk siapa Jauhar memberikan bunga sebagus itu
"Nih" Bukannya menjawab Jauhar malah langsung memberikannya pada Safa.
"Iya, Mmm kamu mau ga jadi pacar aku?" Tanya Jauhar yang tidak romantis sama sekali.
"Isshh, nembak cewe tapi tidak ada romantis-romantisnya" Gerutu Safa membuat Jauhar sedikit tertawa.
"Aku cuma butuh jawaban, mau atau engga" Ucap Jauhar serius dengan masih memegang buket bunga.
"Maaf Ja aku ga bisa.. " Jawab Safa.
Jauhar yang ditolak pun, membuka jendela dan akan melemparkan buket tersebut keluar. Untung tangannya keburu Safa pegang, jadi tidak jadi membuangnya.
__ADS_1
"Maksud aku ga bisa nolak, hehe" Kata Safa karena tahu Jauhar akan membuangnya.
"Jangan emosian dulu" Ucapnya lagi sambil merebut kasar bunga yang ada ditangan Jauhar.
"Kau ini perempuan tapi kasar sekali" Ucap Jauhar.
"Bodo" Ketua Safa.
"Udah cepet jalan, aku pengen buru-buru pulang" Kesal Safa, karena kalau dia nolak apapun yang diberikan Jauhar suka langsung emosi.
"Iya, sayang" Ucap Jauhar lembut.
Safa yang mendengar kata 'Sayang' dari mulut Jauhar, wajahnya berubah bak kepiting rebus. Jauhar yang melihat itu hanya menyunggingkan senyum.
"Akhirnya punya pacar juga" Ucap Jauhar sambil menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.
"Bukannya kamu pacaran dengan Shelyn"Ucap Safa.
"Dia hanya mantan, aku sudah lama memutuskannya" Jawab Jauhar
"Masa, buktinya dia masih menganggap kamu pacarnya. Jawab saja dengan jujur apa kamu menjadikan aku yang kedua?" Ucap Safa.
Cekitttt
"Dia kan yang menganggap aku pacarnya bukan aku, sedangkan aku sudah memutuskannya. Dan aku tidak pernah menjadikan kamu yang kedua, jika kamu menganggap seperti itu kenapa kamu menerima aku, hah?" Bentak Jauhar yang tiba-tiba mengerem.
"Maaf" Ucap Safa sedih karena Jauhar membentaknya.
"Maaf, bukannya aku membentakmu hanya aku tidak suka membahas apa yang sudah berlalu. Suatu saat aku akan ceritakan padamu apa yang terjadi" Ucap Jauhar menggenggam tangan Safa.
"Belum juga satu jam pacaran tapi kamu sudah berani membentak ku" Ucap Safa cemberut.
"Iya sayang, aku minta maaf. Udah dong jangan ngambek gitu nanti cantiknya hilang" Bujuk Jauhar.
Setelah drama yang dilalui pasangan baru itu akhirnya mereka sampai di tempat tujuan yaitu rumah Safa. Pa Mun jelas tahu mobil yang dipakai Jauhar karena sebelumnya pernah datang jadi tanpa di minta pun sudah Pak Mun bukakan.
"Terima kasih pak" Ucap Jauhar.
"Sama-sama den" Jawab Pak Mun
Meskipun mereka orang kaya, tapi tidak membuat mereka angkuh pada pekerja di rumahnya.
"Apa ada tamu pak?" Tanya Safa saat keluar dari mobil dan melihat ada mobil yang tidak dia kenal terparkir di halaman rumahnya.
"Iya, itu ada seorang ibu yang mengantarkan pulang non Yumna dan non Yasmin" Jawab Pak Mun.
"Ohh, Terima kasih ya Pak" Ucap Safa dan diangguki Pak Mun.
"Lho ko ada mobil kakak di rumah nya Safa" Gumam Jauhar melihat mobil kakaknya yang terparkir.
Bersambung
__ADS_1