Sebuah Hubungan

Sebuah Hubungan
Episode #21


__ADS_3

Safa yang masih berada dipelukan bunda Farah ikut menangis, dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.


Safa melepas pelukan itu, dan menghapus air mata bundanya Tania begitupun sebaliknya.


"Safa seneng, ternyata banyak orang yang menyayangi Safa bukan hanya keluarga Safa saja tapi bunda juga. Safa juga sangat menyangi bunda" Ucap Safa disela isak tangisnya


Bunda Farah hanya membalas dengan memberikan ciuman bertubi-tubi diseluruh wajah Safa dan memeluknya kembali.


Tania dan Tessa tidka bisa menyembunyikan air matanya lagi. Mereka berdua juga ikutan menangis menyaksikan pertemuan antara Safa dan bunda Farah.


"Bunda tidak akan membedakan-bedakan kasih sayang yang bunda berikan pada kalian. Kalian bertiga adalah anak-anak bunda, bunda hanya ingin kalian hidup yang rukun jangan ada petikain apapun diantara kalian terutama masalah percintaan. Jika ada masalah selesaikan secara baik-baik tanpa harus menyakiti yang lain. Itu pesan dari bunda. Bunda sangat menyayangi kalian" Ucap bunda Farah sambil membawa T2 dan Safa kedalam pelukannya dan mencium kening mereka secara bergantian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa bulan kemudian. Setelah beberapa bulan yang lalu terjadi drama mengharukan dirumahnya Tania karena pertemuan Safa dan bunda Farah. Sekarang persahabatan mereka bertiga semakin dekat karena orangtua mereka berteman.


Sekarang juga Safa pergi ke kampus menggunakan mobil yang diberikan oleh papanya. Meskipun Safa menolak karena ingin pergi ke kampus menggunakan kendaraan umum. Tapi Sarah membujuknya dan memohon pada Safa untuk memakai pemberian papanya. Safa yang tidak tega dengan raut wajah sedih mamanya hanya bisa pasrah dan menerima itu. Safa juga sudah Akhtar belikan handphone keluaran terbaru. Bukan hanya Safa saja yang ia belikan tapi kedua adik Safa serta kedua teman Safa, karena Akhtar juga mengganggap kedua teman Safa adalah anaknya.


Ketika sebuah mobil masuk parkiran kampus banyak mahasiswa yang menatapnya kagum. Karena Safa datang menggunakan mobil sportnya. Shelyn yang melihat Safa keluar dari mobil yang di kendarainya sangat iri dengan apa yang Safa punya dan makin ingin menghancurkan Safa. Shelyn tidak suka jika ada orang yang menyaingi dirinya. Padahal orangtuanya biasa-biasa saja tapi gaya hidupnya yang berlebihan. Bukankah tidak tahu diri jika seperti itu?.


Tidak lama kemudian datang 2 mobil yang sama tapi berbeda warna. Siapa lagi kalau bukan Tania dan Tessa. Tessa yang biasa pergi ke kampus nebeng mobil Tania sekarang dia juga membawa mobil sendiri.


Tania dan Tessa pun keluar dari mobil dan berjalan kearah Safa yang sedang menunggunya mereka berdua. Semua mahasiswa juga menatap kagum dengan mobil mewah yang dipakai oleh kedua teman Safa.


"Lo udah dari tadi fa? Tanya Tania yang sudah berdiri dihadapan Safa.


"Engga ko baru saja, aku sedang menunggu kalian" Jawab Safa.


"Widihhhh itu mobil yang om Akhtar belikan? gila keren banget fa" Tanya Tessa dengan menatap kagum kearah mobil yang Safa kenakan tadi.


"Iya, aku udah menolaknya tapi mama maksa buat aku pakai ke kampus, yaudah aku pakai saja karena gatega juga lihat wajah mama yang memohon untuk menerima mobil pemberian papa" Jawab Safa.


"Lo itu anak orang kaya fa. Manfaatin napa kekayaan orangtua lo, gue juga sama Tania gitu" Ucap Tessa.


"Sudah-sudah, ayo kita masuk sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai" Ucap Tania yang melihat jam dipergelangan tangannya.


Dan mereka pun jalan bertiga memasuki gedung tersebut. Banyak yang menatap kagum apalagi banyak pria yang melihat 3 gadis cantik itu tanpa berkedip.


"Wihh cakep bener ya mereka" Ucap salah satu mahasiswa


"Iya apalagi Safa cantik, ramah, baik lagi. Paket komplitlah dia mah" Jawab temanya.

__ADS_1


"Iya spesial kaya martabak" Sahut temannya yang satunya lagi.


Ketika mereka bertiga berjalan tiba-tiba seseorang menghadang jalannya.


"Apa-apaan sih, minggir ga" Ucap Tessa dengan sinis.


"Sabar dong, kenapa meski buru-buru sih" Jawab Shelyn.


Benar sekali yang menghadang jalan mereka adalah Shelyn dengan gengnya. Raya, Laras, dan Clara, mereka bertiga adalah teman-temannya Shelyn.


"Kenapa sih lo suka banget cari ribut sama kita?" Tanya Tania dengan kesal.


"Kita gak pernah tuh nyari ribut dengan lo berdua, kita hanya ada urusan dengan anak ini" Jawab Clara teman Shelyn sambil menunjuk kearah Safa.


"Sama aja, lo nyari ribut sama Safa berarti lo juga nyari ribut sama kita berdua" Ucap Tessa.


Safa hanya diam, dia paling males berurusan dengan Shelyn. Apalagi Shelyn dan teman-temannya suka seenaknya.


"Bacot lo" Ucap Shelyn.


"Seneng yaahhh punya mobil mewah. Apa mobil itu pemberian siapa girls?" Tanya Shelyn pada teman-temannya.


"Lo kalau gak tahu apa-apa gak usah nuduh orang sembarangan. Jangan sampai perkataan lo membuat semua orang salah paham. Jika itu terjadi maka lo sendiri yang akan malu" Ucap Tania dengan tatapan tajam.


"Uhhh takut" Jawab Shelyn meledek.


"Fa kenapa sih lo diem aja?" Tanya Tessa kesal karena Safa diem aja ketika Shelyn memfitnahnya.


"Sebenernya sih aku juga pengen ngebales kelakuannya, tapi kan manusia gak boleh jahat sama hewan" Jawab Safa menatap kearah Shelyn, kemudian berlalu meninggalkan mereka.


"Mmmfffttt, hahahaa" Tessa menertawakan jawaban Safa yang menganggap geng Shelyn adalah hewan.


"Garing" Ucap Shelyn kesal karena dirinya disamakan dengan hewan


"Oh sorry, kan cuma lo yang paling lucu diantara kita" Jawab Tania membalikan badan yang belum jauh pergi.


Tessa dan Tania mengikuti langkah Safa dari belakang karena mereka menertawakan Shelyn sambil menyusul Safa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dikelas

__ADS_1


"Fa gue gak nyangka ternyata lo bisa ngelawak juga ya" Ucap Tessa senang.


"Sekali-kalilah daripada serius mulu" Jawab Safa santai.


"Oh iya, Tan hari ini bunda sibuk ga? aku ingin bertemu dengannya, karena ada hal yang ingin aku tanyakan" Tanya Safa.


"Kayanya engga sih, emang ada hal apa sepertinya sangat serius?" Tanya Tania balik.


"Ya cuma nanya-nanya doang" Jawab Safa.


"Kepo banget sih lo Tan jadi orang" Ledek Tessa.


"Gue gak kepo, cuma pengen tau aja hehe" Jawab Tania cengengesan.


Plak


"Sama aja ege"Ucap Tessa sambil memukul lengan Tania.


" Awww, sakit Tessa"Jawab Tania sambil mengelus lengan yang dipukul Tessa.


"Sudah-sudah, kenapa sih kalian berdua gak dimana-mana selalu aja ribut, malu tahu kalau diliatin orang"Ucap Safa menengahi.


"Sorry" Jawab keduanya kompak.


"Tumben kompak" Ucap Safa sambil terkekeh geli melihat kedua temannya meminta maaf sambil menundukan kepalanya.


"Issshhh, kau ini akur salah tidak akur apalagi" Jawab Tessa cemberut.


Mobil yang dipakai Safa.



Mobil yang dipakai Tessa.



Mobil yang dipakai Tania.



Bersambung

__ADS_1


__ADS_2