
"Gue kagum sama keluarga lo Yumna. Gue juga mau mengucapkan terima kasih, karena keluarga lo sudah mengangkat derajat Belva, gue seneng jadi temen lo bukan karena lo kaya, tapi karena lo dan keluarga lo orang yang sangat dermawan" Ucap Adel dengan mata berkaca-kaca.
"Iya sama-sama. Yasudah ayo kita pulang" Ajak Yumna.
Mereka bertiga pun keluar dari kelas, setelah sampai di dekat parkiran Yumna melihat Yasmin yang duduk di kusi yang ada disana.
"Yas" Panggil Yumna sedikit berteriak.
Yasmin yang merasa namanya di panggil pun melihat-lihat ke arah orang yang memanggilnya, dan di sana Yumna melambaikan tangannya, meminta Yasmin datang padanya.
"Yas kira kakak sudah pulang" Ucap Yasmin saat sudah di dekat Yumna.
"Belum karena tadi kakak nungguin temen dulu abis dari toilet" Jawab Yumna.
"Yas juga ga lihat kakak istirahat, apa kakak sudah makan?" Tanya Yas.
"Tiba-tiba tangan kakak sakit jadi kakak ga istirahat. Dan kakak juga sudah makan, tadi teman kakak yang beliin dan membawa nya ke dalam kelas" Jawab Yumna.
"Yasudah kalau gitu" Ucap Yasmin.
"Itu mobil kita udah jemput kak, ayo kita pulang" Ajak Yasmin.
"Ayo, kakak juga mau ajak teman ke rumah" Ucap Yumna.
"Bel, Del ayo kita pulang langsung ke rumah gue" Ajak Yumna.
"Sorry Yum gue belum bisa jika hari ini, gue harus bantu mama soalnya" Jawab Adel karena dirinya tidak bisa mampir.
"Yasudah tidak apa-apa. Lain kali lo harus main ke rumah gue" Ucap Yumna.
"Iya siap. Gue duluan ya, by" Ucap Adel.
"Ayo Yas, Bel" Ajak Yumna
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikampus Safa sedang berkumpul di kantin sebelum pulang. Teman-teman Safa dan Jauhar sudah tahu jika Jauhar dan Safa sudah punya hubungan yaitu pacaran. Apalagi Tessa, dia sangat semangat karena akan mendapatkan sesuatu dari Jauhar.
"Ekheemmm" Tessa berdehem sambil menyenggol lengan Jauhar yang berada di sampingnya.
"Gue mencium bau bau orang yang baru jadian" Ujar Tessa sambil mengendus ke dekat Jauhar.
__ADS_1
"Apa yang lo mau?" Tanya Jauhar langsung ke intinya.
"Hehe, gue kira lo lupa" Jawab Tessa cengengesan.
Karna waktu itu Tessa bilang jika Jauhar dan Safa jadian, dia akan minta sesuatu pada Jauhar. Dan Jauhar pun ingat dengan apa yang dikatakan Tessa.
"Gue ingin kita semua pergi berlibur ke bali" Ucap Tessa.
"Gue setuju sama ayang gue ini" Sahut Gibran.
"Yang lainnya gimana?" Tanya Jauhar.
"Selagi semua fasilitas lo yang tanggung sih gue ikutlah, ya kali ada yang gratis gue gak ikut" Ucap Baim.
"Ck, lo semua pada kenapa etdah buset, gue kaga ngerti lagi sama jalan pikiran lo pada. Uang kalian juga banyak, tapi kalau ada apa-apa selalu saja meminta pada Jauhar" Ucap Daffa.
"Ya itung-itung rezeki, masa mau di anggurin gitu aja kan sayang. Iya gak" Ucap Bima dan meminta persetujuan yang lainnya.
"Betul tuh kali ini gue setuju dengan si domba" Timpal Tessa membuat wajah Bima yang tadinya senang berubah jadi masam.
Semua juga udah setuju untuk pergi berlibur ke bali. Tapi Jauhar juga tidak akan hanya mengajak teman-temannya saja, melainkan di juga akan mengajak salah satu keluarga nya agar memantau dia dan yang lainnya. Karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi, karena mereka pergi antara cewe dan cowo, pasti orangtua dari mereka juga ada yang khawatir.
"Yasudah, karena semua setuju. Jadi liburan nanti kita ke Bali selama satu minggu. Dan gue juga akan ngajakin adek atau kakak gue, biar mereka ga khawatir. Kalian juga boleh bawa saudara kalian" Ujar Jauhar.
"Ya sudah, aku pulang duluan yah" Ucap Safa.
"Iya kita berdua juga cabut dulu ya" Ucap Tania yang akan pulang dengan Tessa.
"Aku akan mengantarmu" Ucap Jauhar pada Safa.
"Tidak perlu ja, aku bawa mobil ko" Tolak Safa.
"Ya sudah hati-hati, tapi aku akan tetap mengikutimu dari belakang" Ucap Jauhar dan Safa pun hanya pasrah.
Safa mengemudikan mobilnya, sedangkan dibelakang Jauhar mengikutinya menggunakan motor. Saat Safa masuk pelataran rumah Jauhar hanya melihat diluar gerbang, Safa pun hanya melambaikan tangannya dan Jauhar juga membalasnya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Safa saat memasuki rumah.
"Walaikumsalam" Ucap Humita dan Sarah bersamaan. Karena mereka berdua sedang duduk diruang tamu menunggu Yumna pulang. Sedangkan Akhtar harus pergi ke kantor karena tiba-tiba ada tamu penting.
Safa pun menghampiri keduanya dan mencium punggung mereka bergantian.
__ADS_1
"Kok tumben duduknya terpisah, biasanya jika Safa pulang kalian akan duduk berdua sambil melihat majalah berlian" Ucap Safa dengan mendudukkan dirinya di samping mamanya.
"Gantilah pakaian dulu, sambil menunggu kedua adikmu pulang. Nanti kita akan makan siang bersama" Ucap Sarah mengalihkan pembicaraan sambil membelai kepala Safa dengan lembut.
"Apa ada masalah?" Tanya Safa melirik ke arah mama dan neneknya bergantian.
"Tidak" Jawab Sarah.
"Iya" Jawab Humita.
Humita dan Sarah menjawab berbarengan dengan jawaban yang berbeda. Safa yang yang bingung pun hanya mengerutkan keningnya dan menatap ke arah mereka berdua.
"Kalau begitu aku ke atas dulu" Ucap Safa beranjak dari duduknya.
"Mi sejak tadi aku berbicara padamu, tapi mami malah mendiamkan aku. Aku hanya menanyakan hal tentang Yumna, aku juga khawatir karna dia pergi tidak berpamitan padaku" Ucap Sarah sendu.
"Apa yang harus aku jawab. Apa kau memikirkan tentang keinginan putri mu. Dia hanya ingin tidur berdua dengan mu, tapi kau menunjukkan bahwa kau seolah-olah tidak ingin tidur dengannya" Jawab Humita kesal.
"Apa kau tidak takut jika Yumna akan berfikir kalau kau tidak peduli padanya" Lanjutnya lagi.
Sarah diam saja, dia semakin bersalah terhadap Yumna. Betapa bodohnya dia melakukan kesalahan yang sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat Yumna, Yasmin dan Belva akan masuk mobil. Seseorang menarik tangan kiri Yumna dan menyeret sedikit jauh dari mobil.
"Aww" Pekik Yumna.
"Yumna" Teriak Belva.
"Kakak" Teriak Yasmin.
"Mika lepasin tangan gue, sakit tahu ga" Ucap Yumna sambil mencoba melepaskan cekalan tangan Mika.
Yang menyeret Yumna adalah Mika, dia marah karena baru saja mendapat laporan dari papanya mengenai perusahaan milik keluarganya.
"Akkhhh" Teriak Yumna kala Mika menarik tangannya dan mendorong sampai punggung Yumna terpentok tembok.
"Mika apa yang lo lakukan" Ucap Belva.
"Diem, gue ga ada urusan sama lo" Jawab Mika dengan memicingkan matanya.
__ADS_1
"Apa yang udah keluarga lo lakukan sama perusahaan bokap gue" Bentak Mika.
Bersambung