
"Bukan aku yang mencoba menjauhkan kalian dari cucuku, tapi sikap berlebihan dari diri kalian yang suatu saat akan membuat Safa menjauh dari kalian"Jawabnya dengan puas.
"Bang, Kak, seharusnya kalian itu sadar apa yang diucapkan Safa benar bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik" Kali ini Afsana yang bicara karna dia juga merasa kasihan pada Safa.
"Mengapa kau selalu ikut campur dengan rumah tanggaku, ini keluarga ku dan aku tahu mana yang baik dan tidak untuk anak-anakku"Jawab Akhtar dengan penuh penekanan.
"Bukannya aku ikut campur masalah keluarga abang. Tapi apa abang pernah berfikir jika kalian terlalu berlebihan pada Safa sedangkan pada Yumna dan Yasmin sikap kalian biasa saja. Jika orang yang berfikir buruk, maka yang abang lakukan adalah rasa pilih kasih. Yang dimana abang selalu mengekang Safa sedangkan Yumna dan Yasmin kalian bebaskan begitu saja"Ucap Afsana
Perkataan Afsana membuat Sarah jadi merasa bersalah, karena memang benar yang dikatakan bahwa dia selalu khwatir tanpa sebab.
Ketika Humita menarik tangan Akhtar agar menjauh dari Safa, ternyata ada seorang perempuan yang sudah berdiri sejak tadi di ambang pintu. Perlahan-lahan dia mendekat kearah keributan itu terjadi.
Karena Sarah merasa bersalah akhirnya dia juga mendekat ke arah Safa berbarengan dengan langkah seseorang yang memasuki rumah tersebut.
"Safa" Panggilnya dengan lembut sambil berjalan pelan kearahnya.
Sarah berhenti ketika ada seseorang yang memanggil nama putrinya.
Safa menoleh kearah suara yang memanggil namanya. Air matanya tidak bisa ia bendung lagi dan turun begitu saja.
"Bunda" Lirih Safa.
Ya benar sekali yang datang adalah Farah. Karena yang tadi Humita hubungi adalah Farah. Humita berfikir hanya Farah yang bisa membantu Safa agar tidak stres dengan situasi yang saat ini Safa rasakan.
Safa langsung memeluk Farah dengan tubuh yang bergetar. Safa menangis tersedu-sedu dipelukan Farah. Farah mengusap kepala dan punggung Safa.
Farah melirik kearah Akhtar dengan tatapan marah, Sarah melihat tatapan Farah seperti seorang yang sedang mengibarkan bendera perang. Padahal sudah ia beritahu pada saat Safa dirumah sakit bahwa putrinya itu paling tidak bisa dibentak. Tapi menurut Farah, Akhtar dan Sarah egois hanya mementingkan kekhawatiran dirinya pada Safa, daripada keinginan yang Safa inginkan seperti apa. Menurut Farah Akhtar lupa jika dia pernah mengancamnya atau mungkin ancamannya itu hanya main-main.
__ADS_1
FLASHBACK ON
ketika Tania mencari Akhtar dan Farah yang akan ia beritahu bahwa Safa sudah tidak ada, dan sebelum Akhtar pergi berlari Farah mencoba untuk menguatkan Akhtar.
"Aku yakin sekali bahwa Safa akan baik-baik saja, perbanyaklah berdo'a karena ketika kita menginginkan sesuatu dan Allah sudah berkehendak dan mengabulkannya maka sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin" Ucap Farah menepuk pundak Akhtar.
Ketika Akhtar akan pergi Farah malah memberhentikan Akhtar dan membisikkan sesuatu.
"Jika sampai hal ini terjadi lagi dan sebelum menunggu kesalahan-kesalahan berikutnya yang akan kau lakukan pada Safa maka ingatlah ini baik-baik. Aku akan membawa Safa pergi dari kehidupanmu dan istrimu, sampai batas waktu yang belum aku tentukan. Setuju atau tidak itulah keputusanku, dan aku yakin mami akan setuju dengan tindakan yang aku ambil ini" Bisik Farah tegas Akhtar hanya memicingkan matanya dan bergegas pergi.
FLASHBACK OFF
Farah masih memeluk Safa yang masih menangis. Sarah yang tadinya ingin memeluk dan meminta maaf pada Safa diurungkan niatnya karena Safa lebih dulu berlari ke arah Farah.
"Sudah jangan menangis. Sekarang bersiap-siaplah kau harus pergi ke kampus, tapi kali ini bunda akan menyuruh supir untuk mengantarmu ya. Tessa dan Tania juga mungkin sudah sampai disana" Ucap Farah saat pelukan itu terlepas. Safa hanya menganggukan kepalanya.
"Ya sudah bun, nek, tana Safa berangkat ya. Assalamu'alaikum" Ucap Safa sambil mencium punggung tangan mereka secara bergantian.
"Hati-hati ya sayang" Ucap Humita dan diangguki Safa.
Safa tidak berpamitan pada mama dan papanya karena terlanjur kecewa dengan sikap mereka.
Setelah Safa pergi Farah melirik kearah Akhtar dan berjalan mendekatinya. Farah tepat berada dihapan Akhtar.
"Mi aku akan membawa Safa untuk tinggal dirumahku" Ucap Farah yang matanya bertatapan dengan mata Akhtar.
Farah berfikir bahwa Akhtar tidak percaya dengan ancamannya, mangkannya saat ini dia berbicara seperti itu untuk membuktikan bahwa ucapannya waktu itu benar.
__ADS_1
Akhtar tidak kaget karena dia tahu dengan ancaman Farah waktu itu. Jangan ditanyakan lagi bagaimana reaksi Sarah dia malah kaget dengan permintaan Farah.
"Fa-Farah a-apa yang kamu katakan. Aku tidak akan mengizinkanmu membawa putriku" Ucap Sarah terbata-bata.
"Tapi sayangnya Safa bukan putri kandungmu"Ucap Farah pelan tapi masih bisa terdengar sambil menatap Sarah.
DEG
Sarah terkejut dengan jawaban Farah, dia tidak menyangka bahwa Farah yang selama ini dia kenal bisa-bisanya berbicara seperti itu.
"Farah, kau jangan keterlaluan. Jaga batasanmu dan berbicaralah yang baik kepada istriku. Bagaimana pun juga Safa adalah putrinya dan dia adalah ibunya" Tegas Akhtar kepada Farah dengan sedikit emosi
"Mami izinkan kamu membawa Safa untuk tinggal denganmu, kasian jika dia harus tinggal dirumah ini lagi, bukannya kebahagian dan kedamaian yang dia dapat malah tekanan nantinya yang dia rasakan" Ucap Humita.
"Engga mi Sarah mohon jangan jauhkan Safa dari Sarah mi" Ucap Sarah memohon pada mertuanya sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Sar ini pertama kalinya mami kecewa pada sikapmu. Kenapa sih kamu itu selalu menyutujui apapun yang Akhtar lakukan begitupun sebaliknya. Kalian ini kalau diibaratkan kata anak zaman sekarang itu BUCIN, kenapa? Karena takut tidak ada jatah hah? Jika ingin terus seperti itu yasudah hidup saja kalian berdua biar mami yang akan mengurus ketiga cucu mami" Ucap Humita yang merasa geram dengan anak dan menantunya.
"Dan apa kau tahu Sarah sebelum Safa kecelakaan dia menemui suamimu dikantornya, apa suamimu tidak mengatakan apapun padamu? " Tanya Humita dengan senyum smirk nya. Sarah kaget dengan yang ditanyakan maminya dia melihat suaminya yang langsung menatap kearah lain
"Mm-mas apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku?" Tanya Sarah mendekat kearah suaminya.
"Mas jawab" Ucap Sarah marah.
"Biar aku yang akan menjawabnya" Ucap Farah pada Sarah.
"Tidak perlu Far, aku hanya ingin dia yang menjelaskan semuanya padaku" Jawab Sarah menghentikan Farah dan menatap suaminya.
__ADS_1
Bersambung