
"Alya" Teriak Sandeep mengejar Alya, kemudian diikuti oleh Rio suami Zia dan Khalid suami Aira.
Saat hendak Jauhar ingin menyusul ketiga abangnya. Risa memanggilnya dan membuat Jauhar menghentikan langkahnya.
"Kau mau pergi kemana Jauhar Putra Bagaskara?" Tanya Risa dengan menyebutkan nama lengkap Jauhar saat hendak pergi ke kamar Alya.
"Apa yang terjadi pada Alya?" Tanyanya lagi dengan raut wajah yang menahan amarahnya.
"Sa, kita bisa bicarakan ini baik-baik" Sahut Aira mendekat ke arah mereka berdua.
Risa melirik kearah Aira, dengan tatapan yang sulit artikan.
"Baik-baik? Apa mba mengetahui sesuatu tentang Alya?" Tanya Risa memicingkan matanya.
"Atau mungkin kalian menyembunyikan sesuatu dariku" Ucapnya lagi
Aira dan Jauhar tidak menjawab pertanyaan Risa dan malah menundukkan kepalanya. Walau Aira umurnya lebih tua sedikit dari Risa tapi dia juga sedikit takut dengan kemarahan Risa.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Kali ini Zia yang bertanya.
Gauhar masih saja duduk, dia juga bingung dengan situasi saat ini. Tapi di sisi lain juga dia merasa cemburu karena kakak iparnya begitu perhatian pada Alya. Gauhar berfikir dia juga terluka, tapi apa kakaknya akan sama khawatir terhadapnya. Jauhar, Alya dan Gauhar sangat menyayangi Risa, karena hanya Risa yang memberikan perhatian pada mereka dikala yang lainnya sedang bekerja.
"Dengan kalian diam sudah jelas bahwa suatu hal yang buruk terjadi pada Alya, katakan pada kita apa yang terjadi pada Alya?" Tanya Azzia
"Jawab" Bentak Risa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Alya buka pintunya sayang, jangan seperti ini apa yang sebenarnya terjadi" Panggil Sandeep menggedor pintu kamar Alya.
"Biar aku dobrak saja pintunya, takut terjadi sesuatu didalam karena Alya membawa pisaunya juga" Ucap Rio.
Tanpa menjawab Rio Sandeep mencoba untuk mendobrak pintunya, dengan ketiga kalinya baru pintunya bisa terbuka. Dan ketika mereka masuk betapa terkejutnya melihat kamar Alya yang sangat berantakan. Mereka juga mencari keberadaan adiknya itu.
"Alya" Panggil Khalid pelan.
"Hiks hiks hiks" Tangis Alya.
"Alya" Panggil Rio ketika melihat Alya disudu kamarnya sedang memeluk lututnya sambil terisak.
Mereka pun mendekat, tapi ketika Alya melihat mereka berjalan ke arahnya, Alya semakin ketakutan dan terus memohon untuk tidak mendekat apalagi menyentuhnya.
"Al, ini mas Khalid" Ucap Khalid mencoba untuk mengulurkan tangannya untuk menyentuh Alya.
__ADS_1
"Pergi, aku mohon kalian pergi. Jangan sentuh aku" Lirihnya.
"Ini mas Khalid Al" Ucap Khalid sedikit keras sambil mengguncangkan tubuh Alya.
Alya langsung menatap tatapan Khalid dan memastikan kalau pria didepannya bukan penjahat.
"Mas" Lirih Alya.
"Iya ini mas Khalid, kemarilah" Ucap Khalid mengulurkan tangannya dan Alya pun menerima uluran tangannya.
"Mas, hiks hiks" Lirih Alya mengambur memeluk Khalid.
"Apa yang terjadi padamu Al, jangan buat mas dan yang lainnya khawatir" Ucap Khalid sedih sambil mengelus kepala dan punggung Alya.
"Rio tolong kamu cari tahu apa yang sebenarnya terjadi" Ucap Sandeep mengepalkan kedua tangannya.
Sandeep meninggalkan Alya dengan khalid di dalam kamar. Sandeep dan Rio turun kebawah dan akan menanyakan sesuatu pada Jauhar, karena Risa sudah cerita pada suaminya jika Alya dan Gauhar ada bersama Jauhar.
"Ja apa yang terjadi pada Alya?" Tanya Sandeep.
"Bagaimana keadaan Alya, mas?" Tanya Azzia pada suaminya.
"Alya terlihat sangat ketakutan pada kami, tapi tenang aja aku akan mencari tahu apa yang terjadi" Jawab Rio sambil mengelus lengan Azzia agar tidak terlalu khawatir.
"Alya hampir mengalami pelecehan" Ucap Jauhar.
"Apa?" Pekik semuanya karena kaget.
"Alya mengalami trauma terhadap pria, mangkannya dia sedikit histeris. Pada saat dia melihat pasangan suami istri bermesraan, dia jadi mengingat kejadian yang menimpa dirinya" Jawab Aira.
"Berengsek" Teriak Sandeep.
"Tenang bang, orang itu sudah Jauhar bawa ke markas" Ucap Jauhar.
"Aku akan membuat dia menerima akibatnya" Gumam Sandeep dengan raut wajah yang marah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali kekediaman Atmaja
Setelah semua teman Safa pulang. Sejak tadi dia tidak melihat mamanya, sedangkan papanya dia juga tahu pasti berada dikantor. Dia pikir perkataannya tadi membuat mamanya tersinggung, Safa merasa bersalah dan akan meminta maaf. Karena pada saat makan malam juga Sarah tidak ikut bergabung.
Setelah Yumna dan Yasmin sudah pergi ke kamarnya, Humita sedang berada di dapur dengan membawa nampan berisi makanan, karena sejak siang menantunya tidak mau makan. Tapi dia lupa jika Safa masih berada dengannya.
__ADS_1
"Lho nek itu makanan untuk siapa?" Tanya Safa bingung. Karena biasanya kalau ada orang yang sakit dirumahnya, pasti akan dibawakan makanan kekamarnya.
"Kau ini bikin nenek kaget aja, euhh ini mau nenek antar kekamar mama mu, karena sejak siang dia belum makan" Jawab Humita.
"Lho memangnya mama kenapa?tidak biasanya makan didalam kamar"Tanya Safa.
"Bunda Farah bilang kalau dia akan membawamu untuk tinggal bersamanya jika orangtuamu bersikap seperti itu. Tentu nenek setuju dan orangtuamu tidak setuju. Nenek memberitahu Sarah tentang kejadian sebelum kamu kecelakaan. Sarah marah pada papamu dan berniat pergi membawa Yumna dan Yasmin" Ucap Humita sedih.
"Kenapa nenek tidak memberitahu Safa sejak tadi, atau mama juga marah karena sikap Safa pagi tadi" Ucap Safa.
"Kamu tidak salah sayang, Sarah takut jika kamu sudah tidak menyayanginya lagi" Jawab Humita
"Kalau gitu biar Safa aja nek yang bawain makanan nya ke kamar mama" Ucapnya sambil mengambil nampan ditangan neneknya.
"Yasudah, hati-hati bawanya. Kalau gitu nenek ke kamar dulu" Jawab Humita dan diangguki Safa.
Saat ini Safa sudah berada didepan kamar orangtuanya.
Tok
Tok
Ceklek
"Mama" Panggil Safa yang menyembulkan kepalanya mencari keberadaan mamanya.
Kemudian Safa masuk karena tidak ada yang menyahut panggilannya. Dia melihat koper di dekat ranjang, Safa tahu itu koper bekas mamanya yang tidak jadi pergi.
"Maa" Panggil Safa lagi.
Ketika sedang mencari mamanya, netranya berhenti kearah balkon dimana sang mama sedang berdiri sambil melipat tangannya didada. Safa menyimpan nampan yang berisi makanan diatas meja yang berada dikamar tersebut.
Safa mendekat kearah mamanya dengan mengendap-ngendap. Saat Safa sampai dekat mamanya dia mendengar mamanya seperti habis menangis. Safa sedih melihat mamanya sedih, Safa langsung memeluk mamanya dari belakang sambil nangis.
"Hiks hiks hiks" Tangis Safa pecah.
Sarah buru-buru menghapus pipinya yang basah karena air mata.
"Safa" Panggil Sarah. Sarah ingin membalikan badannya menghadap Safa tapi susah karena Safa memeluknya dengan erat.
"Sayang bagaimana mama bisa memelukmu jika kamu memeluk mama dengan sangat erat" Ucap Sarah mengelus tangan Safa yang melingkar diperutnya.
Bersambung
__ADS_1