
"Besok saja nek, Safa ingin menghabiskan waktu dengan nenek" Jawab Safa dengan memejamkan matanya karena elusan tangan sang nenek dikepalanya.
"Apa Safa sudah melupakan mama?" Tanya Sarah yang berjalan mendekat ke arah putrinya.
Sedari tadi Sarah mendengar pembicaraan mertua dan anaknya. Karena dari tadi diam di dekat pintu sambil menyenderkan badannya dan melipat kedua tangannya didada
"Mama" Ucap Safa bangun dari pangkuan sang nenek dengan memposisikan dirinya duduk di samping neneknya.
Sarah bukannya berjalan mendekat ke arah putrinya tapi malah kearah mertuanya dan duduk di pinggiran kasur.
"Mi, Safa hanya ingin menghabiskan waktu dengan mami, tapi tidak mau menghabiskan waktu dengan mamanya. Tolong mami beritahu dia bahwa aku sangat marah padanya" Ucap Sarah mengadu pada mertuanya.
Sarah pura-pura marah pada Safa. Dia mengadukan putrinya pada mertuanya. Safa yang mendengar pengaduan itu lantas menundukan wajahnya yang sudah menumpahkan air mata. Sarah yang melirik sedikit langsung terkejut melihat Safa menangis. Diapun berdiri dari duduknya dan mendekat kearah putrinya dan mendekapnya ke dalam pelukan
"Sayang" Ucap Sarah sambil memeluknya dan mengelus kepala Safa.
"Hiks hiks" Safa terus menangis.
"Sayang maafin mama, mama hanya bercanda, mama tidak akan marah pada Safa" Ucap Sarah tapi tidak ada jawaban dari mulut Safa.
"Safa, mama mu benar dia hanya ingin mengerjai mu saja, mama tidak benar-benar marah kok pada Safa" Ucap Humita lembut sambil mengelus kepala Safa dari belakang.
Safa hanya diam, dia masih menangis didalam pelukan sang mama. Dan itu membuat Sarah bingung. Humita hanya diam karena Safa menangis sama seperti tadi malam tidak merespon ketika orang bertanya.
"Sayang" Ucap Sarah sambil menangkup kedua pipi Safa.
"Maaf ma" Ucap Safa disela isak tangisnya. Dan dibalas gelengan kepala oleh mamanya.
Cup
Cup
Cup
"Tidak sayang, Safa tidak salah. Maafin mama, mama yang harus minta maaf pada Safa" Ucap Sarah sambil mencium kening dan kedua pipi Safa bergantian.
"Maaf ma, karena sikap Safa waktu disekolah asrama membuat mama dan papa kecewa pada Safa. Maafin Safa juga karena Safa tadi kalian bertengkar".Ucap Safa melirik kearah mama dan neneknya.
"Sayang nenek dan mama papa Safa tidak bertengkar, kami hanya beradu pendapat saja bukankah itu hal wajar dalam keluarga. Jadi Safa tidak perlu merasa bersalah. Harusnya kami yang minta maaf pada Safa, karena kami membuat Safa khawatir" Ucap Humita.
"Safa sangat menyayangi nenek" Ucap Safa sambil berhambur memeluk neneknya
Cup
"Nenek juga sangat menyayangi Safa" Jawab nenek sambil mencium kening Safa
Sarah mengelus punggung Safa yang berada dipelulan mertuanya. Dia merasa bahwa Safa menyembunyikan sesuatu darinya. Sarah khawatir jika Safa tahu kebenarannya dia akan meninggalkannya dan itu membuatnya sangat takut jika Safa akan menjauh darinya.
__ADS_1
"Wihh, nenek sama cucu sangat romantis sekali, seneng deh liatnya" Ucap Afsana tiba-tiba masuk kekamar maminya dan duduk berhadapan dengan kakak iparnya.
"Kau ini mengganggu saja" Ucap Humita dengan ketus.
"Hehe maaf mi" Jawab Afsana cengengesan sambil membentuk jarinya menjadi tanda v.
"Oh iya, Safa kapan kau akan pergi mencari universitas?" Tanya Afsana pada safa
"Besok saja Tana, karena hari ini Safa ingin menghabiskan waktu dengan kalian" Jawab Safa.
"Oh yasudah, besok Tana antar yah? Kebetulan besok Tana libur, jadi besok Tana akan mengantar Safa mencari universitas dan peralatan yang akan diperlukan nanti" Ucap Afsana.
"Baiklah kalau gitu, Makasih ya Tana" Ucap Safa tersenyum.
"Untuk?" Tanya Afsana.
"Karena besok Tana mau mengantar Safa pergi" Ucap Safa.
"Ini tidak seberapa Safa, mungkin ini yang Tana bisa lakukan untuk menebus kesalahan Tana pada Safa dulu. Tana sangat menyesal dan merasa bersalah pada Safa. Maafin Tana ya Safa karena sikap Tana membuat kamu sedih" Ucap Afsana dengan penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa Tana, yang lalu biarlah berlalu. Alhamdulillah Safa senang bisa berkumpul lagi dengan kalian semua" Ucap Safa.
Sarah merasa senang karena sikap Afsana terhadap Safa sudah berubah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Assalamu'alaikum?" Ucap Yumna dan Yasmin karena baru pulang sekolah.
"Walaikumsalam sayang, kalian sudah pulang? Ganti pakaian kalian terlebih dahulu, setelah itu turun kebawah kita akan makan siang bersama" Ucap Sarah dan dibalas anggukan oleh kedua anaknya.
Ketika semua sedang menikmati makan siang, Akhtar pulang lebih awal dari biasanya, karena ingin meminta maaf pada ibu dan istrinya terutama pada anaknya.
"Assalamu'alaikum" Ucap Akhtar saat memasuki rumah.
"Walaikumsalam" Jawab semua orang yang ada di meja makan.
Karena ruang makan lumayan dekat dengan ruang tamu dan pintu masuk.
"Mas kamu sudah pulang?" Tanya Sarah sambil mencium punggung tangan suaminya saat mendekat ke meja makan.
"Iya karena dikantor tidak ada kerjaan jadi aku memutuskan untuk pulang lebih awal" Jawab Akhtar.
Akhtar melihat ke arah Safa yang menundukan wajahnya. Dia semakin merasa bersalah pada putrinya, biasanya kalau papanya pulang kerja Safa pasti selalu menanyakan keadaan dikantor hari ini seperti apa. Mungkin bisa dibilang Safa ini agak cerewet, tapi setelah dia mengetahui suatu rahasia dia jadi gadis yang pendiam dan jadi jarang berinteraksi.
"Mas ganti pakaian dulu, setelah itu turun kebawah, aku akan menyiapkan makan siang untukmu" Ucap Sarah.
"Baiklah" Jawab Akhtar dengan berlalu pergi.
__ADS_1
Sarah sudah tidak marah pada suaminya karena jika masih marah kasian Safa. Pasti dia akan menyalahkan dirinya jika mama dan papanya bertengkar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kau mau aku ambilkan apa mas?" Tanya Sarah.
"Apa saja, tapi nasinya sedikit saja karena aku tadi sudah makan" Jawab Akhtar.
Meskipun Akhtar sudah makan di luar, tapi dia selalu makan lagi ketika sampai dirumah untuk menghargai orang yang membuat makanan dan menawarinya.
Kring
Kring
Kring
"Siapa? " Gumam Safa karena handphone nya berbunyi karena yang menelfon tidak ada namanya.
Semua orang yang tengah makan memperhatikan Safa yang tidak kunjung menjawab telfon nya.
"Siapa sayang?" Ucap Humita.
"Tidak tahu nek, tidak ada namanya" Jawab Safa.
"Mungkin orang iseng kali kak" Ucap Yumna.
"Mungkin saja" Jawab Safa sambil meletakan handphone nya kembali.
Kring
Kring
Handphone Safa kembali berbunyi.
"Angkat saja siapa tahu teman kamu yang menelfon dan kamu lupa tidak menyimpan nomor nya" Ucap Afsana dan diangguki oleh Safa.
"Hallo, Assalamu'alaikum, dengan siapa?" Tanya Safa.
"Walaikumsalam, kau tidak menyimpan nomor ini? Tanya seseorang diseberang sana.
Bersambung
Pasti penasaran kan dengan rahasia yang Safa ketahui.
Mangkanya ikuti terus novel berjudul Sebuah Hubungan.
Banyak kejutan di alur cerita ini yang akan diberikan author pada pembaca setia.
__ADS_1